◇Cinta Lama Bersemi Kembali◇

5.2K 212 11
                                        

         Darah menetes di bahu Kanan Ali.Tapi Ali tidak merasakan tembakan di kepalanya dan Ali merasakan baik baik saja.Tapi Darah siapa yang mengalir di bahunya.Ali membuka Matanya dan Menoleh ke samping.Dia terkejut melihat Bekapan tangan seorang di lubang Pistolnya dan Dia melihat Darah yang menetes di sela jemari tangan itu.Ali menoleh ke belakang dan Dia terkejut melihat Prilly menahan Rasa sakit karena tangannya terkena Tembakkan Ali.
                Gitara,Alifian,Nathan,
Dara,Michel,Felix dan Kenan juga terkejut melihat Hasil Nekat Prilly.
Tadi Mereka sampai di tempat Ali yang ingin Bunuh Diri dan Prilly melihat Hendak menembakkan dirinya.Prilly langsung Berlari keluar dari Mobil dan lalu dengan sigap Prilly mencegahnya.Prilly membekap lubang Peluru itu dan Membuat telapak tangannya tertembak oleh pistol tanpa mempedulikan rasa sakit di tangannya.Karena Prilly mengingat pengorbanan Ali terhadapnya.
            Ali menangis melihat Apa yang di lakukan Prilly.Ali memegang tangan Prilly yang terluka dan Prilly membuka bekapan tangannya.Prilly menjatuhkan peluru yang tadk melukai tangannya.Ali melihat Darah masih menetes dari tangan Prilly.
"Kenapa kamu bodoh hah,Kenapa kamu nyelamati aku hah" Ucap Ali Marah sambil menangis karena Sikap Nekat Gadis ini.
"Kamu bilang aku yang bodoh,Aku nekat karena aku nggak mau kehilangan kamu lagi" Ucap Prilly menangis tanpa mempedulikan darah yang masih menetes dari tangannya.
            Ali tidak menghiraukan perkataan Prilly.Ali merobek Bagian baju di bawahnya.Ali mengikat telapak Tangan Prilly yang terluka untuk menghentikan darah yang mengalir di tangan Prilly.
"Kamu nggak seharusnya menolongin aku Prill,Kalau Aku mati kamu dan Alifian akan hidup tanpa dendam,Kenapa kamu harus mengorbankan diri kamu ke aku" Ucap Ali menangis.
"Pengorbanan yang aku lakukan nggak sebanding dengan pengorbanan yang kamu berikan ke aku,Dan Sekarang kamu ingin mati begitu aja ninggalin aku dan Alifian anak kita" Ucap Prilly Menangis.
"Pengorbanan apa yang aku lakukan ke kamu,Nggak ada,Aku udah membunuh anak kita yang berada di dalam kandungan kamu" Ucap Ali Menangis.
"Kamu nggak ingat pengorbanan yang kamu lakukan ke aku,Tapi aku masih ingat jelas pengorbanan yang kamu lakukan untuk Aku dan Anak kita,Kamu membunuh anak kita yang berada dalam kandungan aku karena terpaksa" Ucap Prilly memegang Kedua Pipi Ali sambil menangis.
"Aku lakuin ini Cuman demi kamu dan anak kita,Aku ingin kalian hidup bahagia,Aku nggak ingin kalian hidup dalam dendam" Ucap Ali Menangis.
"Tapi bukan berarti kamu mengakhiri hidup kamu" Ucap Prilly.
"Udah nggak ada cara lain Prill,
Cuman ini satu satunya Cara" Ucap Ali.
"Ada,Li,Masih ada cara lain" Ucap Prilly.
"Nggak ada cara lain lagi" Ucap Ali.
"Kamu ingin bunuh diri,Kita bunuh diri bersama sama" Ucap Prilly.
"Kamu harusnya mengerti" Ucap Ali menangis.
"Aku kurang ngerti Apa,Alivendra Alfian,Cukup sekali aku ngerasa kehilangan kamu,Sekarang kamu nyuruh aku untuk kehilangan kamu ke 2 kali,Aku nggak mampu kalau harus kehilangan kamu untuk kedua kalinya" Ucap Prilly menangis.
             Ali terbungkuk menangis di lantai.Prilly berjongkok di samping Ali.
"Kenapa kamu bego mencintai seorang pembunuh seperti aku,Aku udah menyakiti kamu dan Aku nggak ingat sama sekali kenangan tentang Kita" Ucap Ali Menangis.
         Prilly memegang kedua Pipi Ali dan Mendekatkan keningnya dengan kening Ali.Mereka saling menatap dengan tangisan yang mengalir di Pipi mereka.
"Aku mencintai kamu apa adanya,Aku nggak peduli mau kamu pembunuh atau apapun,Aku tau kamu nggak pernah ingin seperti ini dan Kamu emang tidak mengingat kenangan kita tapi aku mengingatnya,Aku juga akan berusaha membuat kamu mengingatnya,Tapi aku mohon jangan pernah berniat untuk pergi dari hidupku lagi,Aku udah menunggu kamu kembali bertahun tahun dan Aku nggak akan pernah mau melepaskan kamu lagi" Ucap Prilly.
"Soal dendam Mama aku ke keluarga kamu gimana,Mama nggak akan Pernah mengikhlaskan kematian Papa dan aku nggak mungkin membunuh ibu kandung kamu sendiri" Ucap Ali.
"Soal itu kita akan mencari jalan keluar sama sama,Tapi kamu jangan nekat untuk mengakhiri hidup kamu lagi,Aku nggak akan kuat hidup tanpa kamu lagi" Ucap Prilly menangis dan mengecup bibir Ali lembut.
             Ali hanya terdiam dan menangis.Ali memeluk Prilly.Prilly memeluk Ali dengan tangisan.
"Kamu benar benar bego karena mencintai seorang pembunuh seperti aku" Ucap Ali memeluk Prilly erat.
"Aku nggak peduli mau kamu bilang aku bego atau apapun,Aku akan tetap cinta sama kamu,Kamu udah kembali ke aku dan aku nggak akan lepasin kamu lagi" Ucap Prilly.
"Boleh aku jujur sama kamu" Ucap Ali.
              Prilly menganggukkan kepalanya.
"Aku juga cinta sama kamu,Walaupun aku nggak ingat sejak kapan aku mencintai kamu,Selama ini aku ngerasa hatiku terkunci untuk seorang,Walaupun Aku nggak tau siapa orang itu,Tapi aku tau hatikua terkunci untuk siapa yaitu kamu" Ucap Ali.
              Mereka semua tersenyum melihat Ali dan Prilly berpelukan.
Prilly melepaskan pelukannya dengan Ali dan Mengusap Wajah Ali sambil menangis haru.
"Aku merasa bahagia karena Bisa bertemu kamu lagi,Setelah kita berpisah bertahun tahun,Walaupun kamu tak mengingat Aku,Aku akan berusaha membuat kamu ingat sama aku" Ucap Prilly.
             Ali mengenggam Tangan Prilly yang terluka.Tapi Prilly masih membelai Pipi Ali dengan Tangan Yang terluka.Ali mengecup tangan Prilly.Prilly tersenyum dengan tangisan kebahagiaan.Tiba tiba Alifian berjalan menghampiri Mereka.Ali melihat Alifian.
"Maafin Papa ya karena Papa gagal untuk pergi dari hidup Alfi,Karena Mama Alifian menahan Papa" Ucap Ali.
          Alifian memeluk Pinggang Ali.
"Alfi,Nggak mau Papa pergi dari hidup Alfi,Udah Cukup Alfi kehilangan Papa bertahun tahun,Alfi nggak mau kehilangan Papa lagi,Alfi sudah menunggu Papa bertahun tahun dan Papa sudah kembali,Alfi nggak mau lepasin Papa lagi,Kalau Papa mau pergi lagi,Alfi ikut" Ucap Alifian menangis.
         Ali memeluk Alifian dan Prilly.
Prilly menyandarkan kepalanya di dada Ali.Ali mengecup Puncak rambut Alifian dan Prilly.Mereka tersenyum melihat Mereka.
              Beberapa Saat Kemudian.
       Ali berada di dalam Mobil Nathan bersama Prilly,Alifian dan Gitara yang duduk di samping Nathan.Prilly masih memeluk Ali erat bersama Alifian.Ali menyadari sesuatu ini bukan jalan Arah ke rumahnya.
"Pa,Ini kan bukan jalan ke rumah Kita tapi Arah jalan ke rumah Prilly,Jadi Papa mau antar Prilly,Om Gitara dan Alifian dulu kan" Ucap Ali.
"Bukan kamu akan tinggal di rumah Prilly sampai Prilly lulus Kuliah dan Hari pernikahan kalian,Papa sudah meminta persetujuaan Gitara,Dan Gitara setuju kamu tinggal di rumahnya" Ucap Nathan.
"Kenapa Ali harus tinggal di rumah Prilly" Tanya Ali Bingung.
"Tadi Bella telpon Papa dan Bilang kalau mama kamu kabul dari rumah,Kemungkinan Mama kamu tau Kalau kita semua sudah mengetahui kejahatannya,Jadi lebih Aman kamu tinggal di rumah Prilly,Karena Papa sudah menyewa Bodyguard Untuk menjaga kamu,Mungkin Dengan Kamu tinggal Bersama Prilly,Kamu bisa mengingat semuanya" Ucap Nathan.
"Ali nggak tau harus balas kebaikan Papa kayak gimana,Makasih Ya Pa,Papa selalu peduli sama Ali,Jelas jelas Ali anak tiri dan seorang pembunuh" Ucap Ali Lirih.
"Sampai kapanpun kamu Ali anak Papa,Boleh Papa minta satu hal sama kamu" Tanya Nathan.
"Apa Pa" Tanya Ali.
"Izinkan Papa nama belakang Papa di nama belakang kamu menjadi Alivendra Alfian Prahadi" Ucap Nathan Lirih.
"Boleh Pa,Ali malah senang Memiliki 2 Nama dari kedua Ayah Yang memiliki hati Malaikat,Ali sayang sama Papa,Papa akan menjadi Papa Ali" Ucap Ali memeluk Leher Nathan dari belakang.
            Nathan membelai Pipi Putra tirinya sampai Kapanpun Akan menjadi putranya.
"Ali,Nggak akan lupa sama semua kebaikan Papa,Papa yang merawat Ali selama Ali koma,Papa dan Kak Bella yang Selalu berusaha menghibur Ali,Saat Ali benar benar terpuruk karena tidak mengingat,Papa dan Kak Bella yang selalu memberikan Kasih sayang yang begitu besar untuk Ali" Ucap Ali.
           Beberapa Saat Kemudian.
       Mobil Nathan sampai di depan rumah Prilly.Disana sudah ada beberapa Bodyguard dan Ada Bella dengan Dilan.Bella sudah membawa koper berisi Barang barang Ali.Bella sudah tau tentang Mama tiri yang memanfaatkan Ali untuk Balas dendam dan Termaksud Tentang Marina yang menyuruhnya.Bella nggak Akan biarin Marina menyakiti Ali.Karena Sampai kapanpun Ali adalah Adeknya.Bella juga udah menyewa pengacara untuk mengambil hak Asuh Ali.Karena Bella tidak mau Adik tirinya menderita Lagi.Ali turun dari mobil bersama Prilly dan Alifian beserta Nathan dan Gitara.Bella berlari memeluk Ali.
Ali membalas pelukan Bella.
"Kakak kangen banget sama Ali" Ucap Bella melepaskan pelukannya dengan Ali.
         Bella memegang kedua pipi Adik tirinya.
"Kamu jangan pernah melakukan hal senekat itu lagi ya,Kakak nggak mau kehilangan Adik Kakak yang paling rese" Ucap Bella menangis.
"Maafin Ali ya udah bikin Kak Bella sedih" Ucap Ali mengusap Air mata Bella.
            Bella memeluk Ali.Ali membalas pelukan Bella.Ali merasa bingung mengapa Papa Tiri dan Kakak Tirinya begitu menyayanginya tapi Ibu kandungnya selalu menjadikan Dia alat balas dendam.
"Kakak Akan setiap Hari kesini untuk jenguk kamu" Ucap Bella.
"Iya,Kak" Ucap Ali.
           Bella melepaskan pelukannya dengan Ali.
"Gitara,Aku titip Ali,Soal keperluan Ali,Aku akan tanggung" Ucap Nathan.
"Nggak perlu,Nathan,Kamu udah membantu aku sekarang giliran aku yang membantu kamu" Ucap Gitara.
"Makasih,Ayo Bella dan Dilan,Bodyguard kalian harus menjaga rumah ini termaksud Ali,Jangan sampai Marina berani mendekati Ali" Ucap Nathan.
"Baik Tuan Nathan" Ucap Semua bodyguard.
"Kakak,Pulang ya,Oh iya Prilly titip Ali ya,Kalau Ali nakal langsung kamu cubit aja" Ucap Bella.
"Kakak pikir aku kue cubit" Ucap Ali.
            Bella,Dilan,Dan Nathan berjalan memasukin Mobil.Alifian menarik Tangan Ali dengan Girang memasukin rumah.Prilly dan Gitara tersenyum melihat Alifian dengan girang karena akan tinggal bersama Ali.
          Beberapa Saat Kemudian.
      Prilly membuka pintu kamar Ali yang sudah dia decor untuk mengingatkan Ali.Ali menarik kopernya dan melihat kamarnya.
Dia merasa nyaman di kamar ini dan Sangat menyukai decornya daripada kamarnya dulu.

Dia merasa nyaman di kamar ini dan Sangat menyukai decornya daripada kamarnya dulu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Aku emang suka warna biru ya" Tanya Ali Bingung.
"Kamu itu dulu suka Warna Biru,Emang kamar kamu warna apa" Tanya Prilly.
"Hitam semua,Makannya kadang aku nggak nyaman di kamar aku dan Memillih menginap di rumah Indra dan Tama" Ucap Ali.
"Iya lah Kak Ali nggak nyaman,Kan Kak Ali nggak suka warna hitam,Malah dulu aku pernah berpikir kamu suka warna hitam,Tapi waktu kita pacaran kamu bilang kalau kamu nggak suka warna hitam malah Kamu sangat membenci warna Hitam,Kata kamu Warna hitam Melambangkan kesedihan" Ucap Prilly.
"Kamu suka manggil aku Kak Ali ya" Ucap Ali.
"Waktu kita belum Pacaran Aku sering Manggil kamu Kak Ali,Soalnya Saat itu kamu kelas 3 Smp dan Aku kelas 2 smp,Tapi waktu kita Pacaran kamu bilang kayak gini" Ucap Prilly.
            Prilly mengubah wajahnya datar seperti Ali dulu.Ali berusaha menahan Tawanya melihat Wajah Prilly.
"Aku nggak suka kamu Panggil aku kakak,Aku ini Pacar kamu bukan kakakmu" Ucap Prilly sedingin mungkin Kayak Ali dulu.
           Ali tertawa mendengar suara dingin Prilly yang mengemaskan.
"Aku memang sedingin itu" Ucap Ali.
"Kamu sama kayak Alifian,Sangat dingin dan sangat ketus,Kamu sama Alifian sama sama pemarah" Ucap Prilly.
           Ali mengingat saat Dia pertama Kali bertemu Alifian dan Alifian dengan Lancangnya memarahin Ali dan Berbicara sangat Dingin ke Ali.
Ternyata sifat Alifian menurun dari dia.Prilly membelai Pipi Ali dan Mendekatkan wajahnya dengan Wajah Ali.
"Jangan pernah pergi lagi dari aku,Berpisah dengan kamu benar benar menyakitkan buat aku" Ucap Prilly menatap mata Ali.
"Aku janji nggak akan ninggalin Kamu dan Alifian lagi" Ucap Ali mendekatkan wajahnya dengan Wajah Prilly.
"Cup"
            Ali mengecup bibir Prilly lembut dan melumatnya.Prilly membalas ciuman Ali dan Lumatan Ali.Mereka saling menatap dan menikmati ciuman mereka.

BERSAMBUNG.




                    Vote And Comment.

Dendam Dan Cinta (New Version) [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang