Prilly Aqueena Gitara Gadis Polos yang Ceria memiliki Pacar Posesif dan Pencemburu bernama Alivendra A.Ali Adalah Kakak kelas Prilly.Dia adalah Pria yang Cuek dan Terkesan dingin tapi Dia sangat Posesif dan Romantis Terhadap Pacarnya.Prilly dan Ali...
"Mamaaaa" Teriakan Seorang Pria tampan bergema di sebuah kamar dan Pria itu terbangun dari tidurnya.Dia mengusap wajahnya Kasar dan Berusaha mengatur nafas tersenggal senggal gara gara mimpi buruknya yang selalu menghantuinya.Tiba tiba seorang wanita tua yang masih terlihat Cantik memakai pakaian. Membuka pintu kamar Pria itu karena mendengar teriakan pria tampan itu. "Kamu bermimpi lagi" Tanya Wanita itu berjalan menghampiri Pria tampan itu dan Duduk di samping Pria itu. "Masa lalu kelam itu akan Selalu menghantui Alfi,Apalagi Saat Mama menikam diri Mama sendiri,Alfi berasa hidup Alfi berakhir" Ucap Pria itu Dingin. "Tapi setidaknya mama masih hidup kan,Karena Mama akan tetap hidup untuk membalaskan dendam kita" Ucap Wanita itu. "Tapi adik Alfi yang nggak ada dan Rahim mama terpaksa di angkat karena tusukan Pisau itu udah melukai rahim Mama" Ucap Pria remaja itu. "Ngapain Mama ngurusin Anak hasil pemerkosaan itu,Emang kamu mau memiliki adik haram" Ucap Wanita tua itu. "Nggak,Malah Alfi senang karena Mama membunuh anak bajingan bajingan itu,Kalau Mama masih merawatnya mungkin Alfi yang akan membunuh anak itu" Ucap Pria itu tersenyum Devil. "Kamu emang Putra Mama paling Licik,Wajah tampan kamu bisa menipu banyak orang sampai banyak orang tidak bisa berpikir kalau kamu iblis yang menyamar menjadi seorang Malaikat" Ucap Wanita itu tersenyum Licik. Pria remaja itu berdiri dan Berjalan ke cermin.Melihat Pantulan dirinya dan Melihat Ketampanannya yang bisa menipu banyak Orang. "Alfi Masih ingat Mereka berlima memanggil Alfi dengan sebutan si Dekil,Tapi mereka tidak tau Si Dekil ini bisa berubah menjadi Seorang Pangeran yang rupawan" Ucap Pria itu tersenyum Licik melihat pantulan dirinya. Wanita tua itu berjalan menghampiri Pria itu melihat pantulan dirinya di cermin.Wanita itu merangkul bahu Putranya. "Kamu jangan lupa,Kamu menjadi seorang Pangeran karena bantuan Mama,Mama membawa perawatan Hanya untuk Mengubah kamu yang dulu dekil menjadi seorang Pangeran,Jadi kamu jangan lupa untuk membalaskan Penderitaan kita,Kematian Papa kamu dan Harga diri Mama di nodai oleh Mereka" Ucap Wanita itu meneteskan Air matanya mengingat kejadian buruk itu. Pria remaja itu mengusap air Mata wanita itu dengan jempolnya dan Memeluk wanita itu. "Air mata Mama kesedihan Mama akan tergantikan dengan Air mata kebahagiaan Saat melihat Mereka menderita satu persatu,Alfi rela menjadi Penjahat demi kebahagiaan Mama,Alfi rela menjadi Pembunuh demi kebahagiaan Mama" Ucap Pria remaja itu tersimpan penuh dendam Di hatinya dan Mengelus punggung Ibu kandung tercintanya. "Kamu memang Putra yang selalu membuat Mama Bangga,Alfi" Ucap Wanita Itu. Pria itu melepaskan pelukannya dengan Wanita itu. Pria itu mengambil Pistol di atas mejanya.Pria itu melihat Lingkaran yang berputar terdapat 5 Foto Pria. Pria itu mengarahkan Pistol ke lingkaran itu. "Dor" "Dor" "Dor" "Dor" "Dor" Kelima Foto Itu terkena Tembakkan Pria itu dan Tembakkan tidak pernah meleset karena tepat dengan masing masing foto itu. Pria itu tertawa sinis. "Kapan Misi kamu akan di mulai" Tanya Wanita itu. "Sebulan lagi karena teman Alfi sedang Melacak Keberadaan Mereka,Tapi ada salah satu dari Mereka bersama Alfi" Ucap Pria itu tersenyum Sinis melihat Pigura Foto Seorang Pria bersama Seorang gadis. "Jangan sampai kamu mencintai gadis itu" Ucap Wanita. "Hahaha" Pria itu tertawa mendengar perkataan Wanita itu terdengar lucu untuk dia. "Ma,Alfi nggak mungkin jatuh cinta sama Anak orang yang telah bunuh Papa,Di hati Alfi Cuman dendam bukan Cinta,Lihat Wajah polos ya Aja Alfi udah muak" Ucap Pria itu tertawa. "Hanya mengingatkan kamu,Kamu harus membalaskan dendam ngerti,Sekarang kamu pulang ke tempat kamu,Mama tidak mau ada yang tau tentang identitas kamu" Ucap Wanita itu. "Mama ngusir Alfi nggak kangen sama Alfi" Ucap Pria itu. "Alfi,Apa mama harus memberitahukan seberapa rindunya mama ke kamu,Tapi kita harus terpisah untuk balas dendam kita,Kita akan Bersama lagi setelah semua dendam mereka terselesaikan" Ucap Wanita itu. "Iya dech,Alfi juga Harus berangkat ke sekolah" Ucap Pria itu Berjalan Ke kamar Mandi. Wanita Itu melihat Pigura foto suaminya. "Mas,Anak Kita Akan membalaskan Rasa sakit kita ke mereka berlima yang sudah Memisahkan Kita dan Menghancurkan kebahagiaan kita,Aku sangat merindukan Kamu Mas dan Alfi juga merindukan kamu" Batin Wanita itu menangis memeluk Pigura foto itu. Disisi lain Seorang Gadis bertubuh mungil dan Memakai Bando pink serta rambut Di urai panjang dan Memakai Seragam smpnya. Gadis itu sedang mencari namanya di Papan Mading. "Yes gue lulus" Ucap Gadis itu meloncat Kegirangan. "Lebay banget sich Prilly" Ucap Seorang Gadis menepuk bahu Prilly. Ya Gadis Yang meloncat Kegirangan Itu adalah Prilly Aqueena gadis yang bertubuh mungil dan sangat mengemaskan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dan Gadis yang menepuk Bahunya adalah Dara Steffyna. "Iya dong Prilly harus selalu ceria" Ucap Prilly tersenyum Bahagia. Tiba tiba seorang Gadis merangkul bahu Prilly.Gadis itu Adalah Michel Syarina. "Prilly gembira,Karena Pacar Posesifnya Bilang kalau dia lulus nilai tertinggi bakal di ajak jalan ke tempat yang sangat indah" Ucap Michel. "Tau aja lo" Ucap Prilly tersenyum Malu. "Si Dingin bisa romantis juga,Gue pikir dia nggak Bisa romantis" Ucap Dara Tertawa. "Rese lo,Lo nggak tau aja Dia tuch romantis banget,Pengen gue nikahin dia" Ucap Prilly tersenyum Malu. "LEBAY" Teriak Mereka berdua. "Apaan sich Sirik aja lo berdua" Ucap Prilly. Siang harinya Semua Siswa dan Siswi smp berjalan keluar dari sekolah.Prilly menunggu seorang di depan gerbang sekolahnya.Tiba tiba sebuah Motor berhenti di depan Prilly.Orang itu membuka Helmnya seorang Pria tampan berbulu mata lentik,Beralis tebal,Mata hitam legam dan Bibir merah mengoda dengan Pakaian seragam Khusus SMA yaitu Kemeja putih dengan Dasi hitam di balut Blazer abu abu dan Celana panjang hitam.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Mana nilai kamu" Ucap Pria itu singkat padat dan jelas. "Kok nanya nilai sich,Selalu kamu bilang alasan kamu telat bukannya Malah meminta nilai aku" Ucap Prilly Kesal kekasihnya yang dingin kayak Es batu. "Aku tadi ada rapat Osis,Mana nilai ya" Ucap Pria itu Mengurungkan tangannya ke Prilly. Prilly mengambil Raportnya di dalam tas dan Memberikan ke Pria itu. "Bagus" Ucap Pria itu Singkat. "Kak Alivendra A,Kok nyebeli banget sich masa bilang bagus aja" Ucap Prilly mengerucutkan bibirnya sebab. Pria itu Alivendra A Pria dingin yang agak cuek tapi Dia sangat posesif dan Pencemburuan.Pria itu adalah Pacar Prilly.Mereka berpacaran Sejak Ali Lulus smp dan Saat Prilly kelas 3 smp.Mereka sudah berpacaran selama 1 tahun Ali sudah naik ke kelas 2 Sma dan Prilly sudah lulus smp sampai sekarang Prilly tidak tau Nama belakang Ali Kepanjangan A itu apa.Karena Ali terlalu tertutup dan Misterius. "Jadi kamu mau apa" Tanya Ali Cuek. "Ih kok nanya sich,Kamu ucapan aku selamat apa kek" Ucap Prilly. Ali menarik dagu Prilly untuk mendekatin Wajah Prilly dengan wajahnya.Mata hitam legam Ali beradu pandang dengan Mata Hazel Prilly. "Cup" Ali mengecup Bibir Prilly singkat.Prilly tersenyum bahagia. "Jangan panggil aku Kakak,Aku bukan Kakak kamu,Tapi Pacar kamu" Ucap Ali lembut. Prilly tersenyum dan Berjalan menaikin Boncengan Motor gede Ali. Ali Emang tidak suka di panggil Kakak oleh Prilly karena Dirinya dan Prilly hanya beda satu tahun.Prilly sudah berada di belakang Ali. "Pegangan Nanti kamu jatuh,Aku nggak mau kamu jatuh" Ucap Ali Dingin. "Sayang,Kamu khawatir ya aku jatuh" Ucap Prilly. "Nggak" Ucap Ali singkat dan memasang helmnya. Prilly rasanya ingin menenggelamkan Ali.Karena Ali selalu dingin kepada semua orang. Prilly melingkarkan tangannya di pinggang Ali sambil tersenyum malu malu.Ali menyalakan mesin Motornya dan Mengemudikan motornya meninggalkan Sekolah Prilly.