Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

10. Berikan ia padaku

1.3K 78 12
                                        

Brakk..

"Julien"

Mata Jenny membulat, ia tak percaya jika di hadapan mereka saat ini adalah Julien? Bagaimana mungkin itu terjadi. Jenny bersikap siaga, ia melindungi Gestia yang berada di belakang nya. Menggenggam erat tangan gadis itu,

"Berikan dia pada ku Jenny"

Julien berdiri dengan angkuh, senyum miring tercipta di wajah tampan nya. Kilatan merah terlihat jelas di matanya,

"Tidak!!   Sampai kapan pun aku tidak akan membiarkan mu menyentuh nya!"
Jenny tetap dalam sikap siaga, ia harus siap jika sewaktu-waktu Julien menyerangnya secara tiba-tiba.

"Ck... Jangan sampai aku merebutnya secara paksa Jenny"

Julien mulai melangkah ke depan membuat Jenny semakin siaga, ia mundur begitu pula dengan Gestia. Gadis itu tampak ketakutan, terlebih saat melihat Julien. Sekarang Gestia tahu siapa pria jahat yang ada di dalam buku diary ibunya itu.

Julien Barnave

Itulah namanya, namun sekarang telah berganti menjadi Julien Harish.

"kau sudah tumbuh menjadi gadis cantik Tiffany"  Julien semakin mendekat , terus saja mendesak Jenny dan Gestia yang berada di depannya.

"Gestia pergilah sekarang"
Jenny berbisik, tentu saja selirih apa pun suara mereka Julien bisa mendengarnya.

"Jangan mencoba untuk lari Jenny!  Kali ini aku tidak akan melepaskan kalian lagi"

Jenny bersorak dalam hatinya, tentu saja itu adalah bagian dalam rencana yang ia buat.

Alihkan perhatiannya

Jenny tidak lah bodoh, ia begitu cerdik sangatlah mudah baginya mengelabui lawannya. Seperti saat ini tanpa Julien sadari Gestia telah pergi.  Bagaimana mungkin itu bisa terjadi? Jadi siapa gadis yang berada di belakang nya?

Sangatlah mudah bagi Jenny untuk berubah ubah seperti apa yang ia inginkan. Dan gadis yang berada di belakang nya itu adalah boneka yang telah ia sulap menjadi Gestia.

Kemana Gestia?
Gadis itu telah pergi menunggangi kuda yang telah di siapkan oleh Jenny. Wanita itu telah tahu jika hal ini akan terjadi, ia mempersiapkan dengan matang sebelum memutuskan untuk membawa Gestia ke rumah tersebut.

"Berikan ia pada ku Jenny!"

Jenny tersenyum misterius , dan secara mengejutkan menarik gadis di belakang nya dan mendorong tubuh gadis itu hingga jatuh tepat berada di depan Julien. Julien menaikan sebelah alisnya tak percaya , dia mulai curiga dengan gerak gerik Jenny saat ini. Belum sempat ia berfikir lebih lama tiba-tiba.

BOOMM..

Ruangan tersebut di penuhi oleh asap tebal. Dan setelah asap itu hilang Jenny sudah tidak ada di depannya lagi, begitu pula dengan gadis di depannya tadi.

"Shit!"
Julien mengumpat , ia kesal karena lagi-lagi berhasil di kelabui oleh Jenny.

"Lihat saja nanti! Aku akan membunuh mu juga Jenny!"

Kemudian Julien berbalik dan dalam hitungan detik menghilang dari sana. Sementara itu di lain tempat , seorang gadis masuk kedalam rumah miliknya mengunci seluruh pintu. Hingga ia duduk di sofa dengan nafas yang masih memburu.

Tangannya masih gemetar, ia begitu takut.
"Kenapa semuanya begitu rumit"

Dia mencoba menetralisir rasa takutnya, mencoba menenangkan dirinya. Akan tetapi secara tiba-tiba terdengar suara gaduh di belakang rumahnya. Gestia berlari masuk kedalam kamarnya, mengunci pintu kamar tersebut. Tubuhnya ambruk di lantai, ia menggigil ketakutan terlebih saat ia mendengar suara langkah kaki menuju ke arah kamarnya saat ini.

Werewolf Story [Adrian Deandra]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang