⛔Mature Content! ⚠🔞
Yang usianya di bawah 17 tahun ❌ silahkan mundur syantik ya, jangan di baca 🆗 !
Happy Reading...
Seperti biasa Gestia memulai harinya dengan berlatih keras, mengendalikan kekuatan besar di dalam tubuhnya. Hari ini Gestia tampak begitu semangat berlatih karena ada Adrian yang menemani.
"Serius lah Adri!!"
Gestia mengerucutkan bibir nya sembari menatap nyalang ke arah Adrian.
Akan tetapi pria yang di tatapnya hanya terkekeh melihat ekspresi Gestia, membuat perempuan itu kesal.
"Wajah mu begitu menggemaskan seperti itu Amour"
Adrian menyukai ekspresi apa pun yang di tunjukan oleh Gestia, baginya Gestia selalu tampak begitu indah di pandang.
"Terserah"
Gestia tampak begitu kesal dengan Adrian, karena sedari tadi pria itu terus saja menganggu latihannya, membuat mood -nya seketika hancur.
"Lihat lah Adri apa yang kau lakukan"
Delvin tampak tak terima dengan perlakuan Adrian kepada mate -nya. Tunggu mate -nya ?
"Bukan urusan mu Wolf gila"
Tak pernah ada satupun hari tanpa perdebatan antara Delvin dan Adrian. Entah kenapa Wolf Adrian begitu menyebalkan.
Sementara itu Gestia tampak begitu kesal ia meneguk air mineral nya hingga tandas dengan emosi. Entah kenapa Adrian begitu menyebalkan hari ini. Gestia memijit pelipisnya karena rasa pusing yang mendera.
"Ada apa Amour? "
Adrian tampak khawatir , ia mendekat ke arah Gestia namun wanita itu menjauhi nya. Menepis tangan Adrian saat pria itu berniat menyentuhnya.
"Amour ada apa?"
Adrian kembali bertanya namun tak ada tanggapan dari Gestia,
"Seperti ini kah perempuan saat bad mood" Adrian membatin
"Ya, dan itu semua karena mu!" Delvin tampak kesal karena Adrian sangat tidak peka
"Tak bisa kah kau membantu ku Delvin , setidaknya beri aku ide bukan bersikap menyebalkan seperti ini Wolf gila" Adrian begitu muak dengan sikap wolf -nya ini.
"Itu kesalahan mu, dan kau harus menerima konsekuensinya sendiri!"
"Terserah mu saja Delvin! Aku malas berdebat dengan mu!" Adrian memutuskan mindlink secara sepihak , malas berdebat dengan Delvin.
Tanpa Adrian sadari Gestia sudah pergi dari sana, meninggalkan Adrian sendirian di tempat latihan. Adrian baru sadar ketika menoleh ketempat Gestia duduk tadi.
***
Adrian berlari menuju kamar Gestia untuk mencari keberadaan wanita nya itu. Benar saja ketika ia membuka pintu kamar Gestia berada di dalam, wanita itu berdiri menghadap ke arah jendela.
Adrian pun melangkah mendekat, kemudian memeluk Gestia dari belakang. Tak ada penolakan dari Gestia, Adrian pun menyandarkan kepalanya di bahu Gestia, menghirup dalam aroma mate -nya itu.
"Maafkan aku Amour "
"Hm"
Gestia hanya bergumam menjawab perkataan Adrian.
Adrian pun membalikkan tubuh Gestia, hingga saat ini mereka saling berhadapan. Adrian bisa melihat wajah wanita nya, kemudian Adrian memeluk Gestia erat, memberikan kehangatan dan kenyamanan pada Wanita nya itu.
Gestia tampak begitu nyaman di dalam pelukan Adrian. Aroma pinus yang menguak dari tubuh Adrian membuatnya begitu tenang dan nyaman. Ia begitu menyukai aroma tubuh pria yang sedang memeluknya saat ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Werewolf Story [Adrian Deandra]
Lupi mannariSeries #4 in werewolf WARNING! CERITA INI BERBELIT-BELIT JANGAN DI BACA KALAU BIKIN PUSING! Gestia Amanda gadis berusia 20 tahun blasteran Indonesia - Thailand . Wajah cantik, kulit putih, rambut coklat, serta iris mata warm honey adalah perpaduan s...
![Werewolf Story [Adrian Deandra]](https://img.wattpad.com/cover/155917801-64-k791325.jpg)