3] Berantem

282 23 4
                                        

Matahari mulai menampakkan wujudnya di ufuk timur. Menyiram lembut kota. Menyambut pagi setiap orang dengan semangat. Raka sudah siap dengan motornya. Hendak menjemput Nara.

"Pagi tante Saras, pagi ci". Sapa Raka hangat ketika melihat Alicia dan mamanya sedang berada di halaman rumahnya.

"Pagi Raka, wah Raka cepat juga ya berangkat sekolahnya" Sapa Saras kembali. Bersamaan Najma baru saja keluar dari dalam rumah sembari membawa botol minum Raka yang ketinggalan.

"Eh, bu saras dan Cici. Cici mau berangkat sekolah kan?". Tanya mama Raka cepat.

"ah, iya tante".

"Ayo ayo sama raka aja barengan gih". Pinta mama Raka dengan senyum menawannya.

"...Tapi raka mau jemput Nara ma...". Bisik Raka pelan, menatap mamanya tidak setuju.

Namun Najma justru mencubit gemas pinggang Raka.
"Diem! Ini kesempatan bagus buat kamu dekat sama Alicia tau gak?".

"Hah? Kok mama ngebet banget sih? Timing-nya gak pas untuk pdkt". Balas Raka.

"Udahlah Raka, mama udah terlanjur bilang, mau buat malu mama kamu?".

Astaga. Yatuhan, kenapa mamanya terlalu terburu-buru seperti ini sih?

Merasa berdalih dan menolak untuk mengantarkan Alicia setelah perkataan mamanya tadi adalah pilihan buruk, Raka mendesah berat. Mengeluarkan hp nya dari saku.

"Raka, buruan entar telat! Mau ngapain lagi sih?". Najma berkacak pinggang.

"Raka mau hubungin Nara dulu". Ucap Raka acuh tak acuh.

"Bandel ya kamu?!". Delik mamanya galak, mendorong punggung Raka agar segera berangkat.

Raka menghela nafas gusar. "Ribet ya ma?". Sindir laki-laki itu dengan mimik mengejek. Menyimpan hpnya, menyalim mamanya dengan gerakan terpaksa.

Sekarang, justru dia yang jadi eneg sendiri untuk berangkat ke sekolah.

Motor milik raka kini sudah pergi meninggalkan pekarangan rumah. Melaju cepat sekali.

"Raka, maaf ya gara gara gue lo gak bi--".

"bukan salah lo ci, mama memang orangnya gitu kok".

Alicia terdiam. Entah kenapa ia merasa hawa yang dipancarkan Raka berbeda. Cowok itu terasa dingin tak terjamah. Akhirnya Alicia benar benar memilih bungkam. Meskipun Raka berkata begitu tetap saja ia merasa tidak enak dengan Raka, apalagi Nara.

Raka meminggirkan motornya sejenak. Mengeluarkan hp dari saku nya.
"Gue telfon Nara dulu".

Namun hingga dua kali pun ia telfon, gadis itu tidak kunjung mengangkat panggilannya. Membuat Raka berdecak kesal dan melirik jam tangannya.

Ia membawa Alicia. Tidak mungkin ia membuat keduanya terlambat sekarang. Akhirnya, dengan terpaksa dan raut yang tidak bersahabat, Raka kembali melakukan motornya lebih cepat ke sekolah. Berharap sesampainya di sekolah, ia bisa kembali menelfon Nara atau setidaknya melihat Nara sudah sampai di sekolah.

Motor milik Raka sampai di depan gerbang sekolah. Raka langsung mengambil hp nya, menghubungi Nara agar tak perlu menunggunya.

ThirdLove [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang