Chap 6 ; Malam terindah

18.9K 369 5
                                    

; Lerai dalam Derita ;
.
.
.
.
.
.
.
.

Ciuman manis tak kan terasa jika ciuman itu tak dibalas, Willy dapat merasakan arti dari ciuman sesungguhnya, tangan kecil yang mengalung di lehernya membuat ciuman mereka semakin dalam.

"Apa kamu berusungguh-sungguh?" Tanya Willy lagi untuk meyakinkan Jezzy.

Jezzy tak menjawab dan mengambil tangan Willy, di masukkannya ke dalam bajunya sendiri, meskipun dalam hati Jezzy sangat gugup dan jantungnya berdebar sangat kencang, ada desiran aneh saat tangan Willy menyentuh payudarahnya, ia memejamkan matanya saat tangan Willy mulai meremas lembut benda kenyal itu, sangat berbeda yang di lakukan Marco waktu itu.

Sedikit demi sedikit Jezzy mulai menikmati sentuhan Willy, bibir mereka sesekali akan tersenyum dan saling mencium.

"Lepas, ya?" Willy tersenyum melihat anggukan kecil malu-malu dari Jezzy, dengan lembut ia mulai melepas baju sampai bra hitam Jezzy, Willy diam sejenak, melihat dua gundukan yang cantik itu, rasanya sangat sayang jika diremas dan diisap.

Willy mencium kening Jezzy terlebih dahulu, "Aku mencintaimu." Bisik Willy, hati Jezzy berdesir dan meremas pelan rambut Willy saat bibir Willy mencium bibirnya lagi, namun tangan Willy tidak diam, meremas dengan sensual payudarah yang sangat pas di jemarinya itu.

"Ungghh~" Suara desahan kecil keluar dari mulut kecil Jezzy, saat bibir Willy mulai mencium lembut permukaan buah dadanya.

Mencium, mengisap dan bermain dengan lidahnya di puting Jezzy yang sudah menegang, kaki Jezzy melilit menahan sesuatu yang aneh pada tubuhnya.

"Ahhh~Wil." Jezzy kembali mendesah saat leher Jezzy menjadi sasaran nikmat dari bibir kenyal Willy, tangan Willy tak henti-hentinya meremas payudarah Jezzy.

Tangan satunya lagi meraba daerah 'V' milik istrinya yang masih tertutup celana, membuat Jezzy meremas seprai yang tak bersalah itu.
Willy masih lengkap dengan pakaiannya, sedangkan Jezzy sudah setengah telanjang.

"Jangan di jepit." Jezzy membuka sedikit kakinya, karena tadi ia menjepit tangan Willy. Di elusnya lembut vagina Jezzy, mengalihkan perhatiannya dengan melumat bibir si cantik saat satu jari berhasil masuk ke dalam vaginanya.

"Aahh~" Jezzy mendongakkan kepalanya saat di rasa ada benda masuk ke dalam liang miliknya.

"Willy, Ahh~" Willy kembali mencium bibir Jezzy sambil memaju mundurkan jeri tengahnya.

"Wil, pelan~aahh~" Jezzy kembali menjepit tangan Willy, karena Willy mengocoknya dengan kuat.

Tubuh Jezzy menegang, namun Willy dengan seenaknya melepas tangannya, dengan cepat Jezzy menahan tangan Willy.

"Kenapa?" Tanya Jezzy, di tatapnya wajah suaminya itu dengan sendu, napasnya masih tidak teratur.  Willy tidak menjawab, ia segera melepas seluruh pakaiannya.

Jezzy menelan kuat-kuat air liurnya saat melihat tubuh kekar suaminya itu, tubuh bugar sang suami membuat Jezzy tunduk saat Willy mulai melepas celana dan daleman Jezzy.

"Jangan di tutup." Willy menjauhkan tangan Jezzy saat tangannya menutupi daerah kewanitaannya.

"Aku malu, Wil." Willy tersenyum kemudian menindih istrinya dengan wajah merah padam karena merona, Willy yang melihatnya jadi gemas sendiri.

Willy kembali mencium kening, kedua mata Jezzy serta bibir manis istrinya, dengan spontan tangan Jezzy langsung mengalung di leher suaminya.

Kulit yang saling bersentuhan membuat mereka merinding, benda aneh yang menggesek daerah 'V' Jezzy  membuatnya tidak bisa berpikir.

Bahagiaku, Kamu! ✔ Re-upTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang