Chapter 25 "You and I"

1.6K 83 11
                                        

Arya PoV

"Ada yang ingin aku bicarakan sama kalian semua. Kita ketemu di tempat biasa jam 7 pm. Harus datang... Enggak mau dengar alasan apapun... " ku kirimi mereka sms.

Hari ini ada yang harus aku bicarakan dengan ketiga sahabatku. Ada hal penting yang harus mereka ketahui dan sekaligus meminta bantuan kepada mereka untuk mempersiapkan sesuatu.

Mungkin mereka akan kaget dengan apa yang akan kusampaikan nanti. Ini keputusan yang kubuat dan sudah dipikirkan matang-matang. Entah ini dinamakan takdir atau jodoh akupun tidak tahu namun yang ku tahu ini adalah hal yang harus aku jalani.

***

"Whaaatttt...?!?" seru mereka bertiga saat kubilang aku akan bertunangan. Andhika tak kalah kagetnya dan itu membuatnya tersedak saat meminum espressonya.

"Serius kamu...??? Apa usaha kamu collapes ya sampe ngomong ngaco gini..." Andhika masih belum percaya dengan perkataanku barusan.

"Hei, man... It is a joke, isn't it??? Gak mungkin kan??? Com'on, tell me you just  kidding..." Angga pun tak percaya.

"Ar, perasaan kamu lagi gak deket sama siapapun sekarang. Masa sih udah mau tunangan...???"

Aku hanya tersenyum mendengar ocehan-ocehan tidak percaya mereka dan itu semakin membuat mereka penasaran.

"Tunggu... Jangan bilang kamu terjebak sama gadis one night stand trus dia hamil...???" tanya Adhit penasaran.

Mereka bertiga menunggu dengan penasaran jawabanku dan itu terlihat dari mata serta raut wajah mereka.

"Kamu tuh dhit kebanyakan nonton sinetron. Enak aja aku hamilin anak orang. Ngelakuinnya aja gak pernah. Kamu tuh ada-ada aja. That's not my type bro. Aku masih menghormati setiap wanita yang jalan denganku..." jelas Arya panjang lebar.

"Yang harusnya kamu curigai itu si Angga. Dia kan rajanya wanita...hahaha"  lanjut Arya dengan tatapan menggoda ke arah Angga.

Merasa sedang ditatap Anggapun menyangkal perkataan Arya barusan. "Apa...??? Enak aja kamu Ar,.. Dalam kamusku gak ada yang namanya One Night Stand..."

"Iya. Tapi two, three, four dan seterusnya tuh. Hahahaha" potong Andhika sambil tertawa dan diikuti oleh aku dan Adhit.

"Maunya sih gitu tapi naluri berkata lain. Trus mau gimana dong..." ujar Angga sambil mengangkat bahunya.

Kami semua tertawa bersama setelah mendengar perkataan Angga barusan.

"Ok...ok...sekarang kita kembali lagi pada pokok pembicaraan tadi. Aku minta bantuan sama kalian untuk mempersiapkan acara pertunanganku." kataku pasti.

"Serius kamu, Ar...???" tanya Andhika.

"Iya, aku serius."

"Sama siapa?" tanya Adhit penasaran.

"Anak dari kerabat bisnis papa. Nanti juga kalian akan tahu siapa pada saat hari H nya nanti..." jawabku sambil menyesap hot cappucinoku.

"Yeaahhh... pelit banget sih pak. Kalo nunggu acaranya bisa beruban kita nih. Mana fotonya. Lihatin dong..." paksa Angga.

"Iya, Ar. Tunjukkin gih fotonya. Penasaran nih siapa wanita yang mau dijodohin sama kamu..." tambah Adhit.

"Ok. Tapi janji kalian harus bantuin aku mempersiapkan semuanya. Jangan ada alasan sibuk kerja. Aku gak mau dengar kata tidak..."

"Siap pak bos..." jawab mereka kompak.

Aku tersenyum lebar melihat tingkah mereka. Ku ambil smartphone yang terletak di atas meja samping cangkir capucinoku  lalu menunjukkan siapa sebenarnya calon tunangan ku.

Sebelum aku menunjukkan foto calon tunanganku terlebih dahulu ku tatap mereka bertiga yang sudah tidak sabar dengan senyuman penuh arti. Mereka semakin penasaran dan akhirnya ku tunjukkan juga siapa dia sebenarnya.

"What...???"

"Dia...???"

"Oh no...!!!"

***

Sebulan lagi aku akan bertunangan dengan dia, anak dari rekan bisnis papa. Sebulan lagi aku akan berstatus calon suami dan menanggalkan status singleku yang sudah lama kusandang. Sebulan lagi petualanganku bersama dengan seorang wanita secara serius akan dimulai.

Entah apa yang membuatku menyetujui pertunangan ini. Sejak mama mengirimi foto calon tunanganku, tak satupun kata menolak terlontar dari mulutku, ini aneh tapi begitulah kenyataannya. Hingga sekarang aku tak tahu alasannya kenapa. Takut mengecewakan mama??? Tidak juga karena sudah banyak wanita yang ingin dijodohkan mama kutolak mentah-mentah. Cinta??? Hhhmmm, aku tidak tahu. Aku belum tahu bagaiman perasaanku padanya.

Kemarin, ketiga sahabatku begitu kaget melihat wajah calon tunanganku. Ungkapan tidak percaya mereka terus keluar dari mulut mereka. Meskipun sudah kuperlihatkan siapa calon tunanganku mereka masih tidak percaya bahkan mengataiku gila. Yah aku memang gila, memutuskan untuk bertunangan dengan seorang wanita yang selama ini tak menyukaiku bahkan sejak masih duduk dibangku SMA pun aku bagai barang busuk yang harus dijauhi. Pasti kalian juga bisa menebak siapa dia.

Yup, benar. Dia adalah Tania. Dia calon tunanganku nanti. Dia yang akan menjadi pendampingku kelak. Aku berharap semuanya akan berjalan dengan lancar. Jika perasaan cinta belum ada diantara kita berdua, aku berharap cinta akan tumbuh ketika kita terbiasa bersama. Aku berharap ini menjadi petualanganku yang terakhir meski rasa itu belum ada.

Ketiga sahabatku menyetujui untuk membantuku menyiapkan segala sesuatu untuk pertunangan nanti. Aku memutuskan untuk menggunakan jasa E.O Four Seasons milik Tania dkk. Oh ya, perlu kalian tahu, Tania belum tahu dengan rencana ini. Aku memohon kepada orang tuaku dan orang tua Tania untuk tidak memberi tahu jati diriku, calon tunangannya nanti. Aku ingin Tania tahu saat hari H nanti. Ini memang ide yang aneh. Hingga kini pikiran ku tentang perasaan Tania terus berputar2 di pikiranku ini. Bagaimana jika Tania menolak saat mengetahui jika aku adalah calon tunangannya? Aku berharap semua itu tidak terjadi.

Tunggu aku Tania. Sebulan lagi status baru akan kamu sandang. Tunangan Arya Teguh Riyadi .

***

Maap... lama updatenya...

Masih ada gak ya yang baca???

#harap2cemas

°•○●°•○Manado, 23 September 2014°•○●°•○°

by: Ingthe

follow my twitter @misspark1987 and fan page fb Miss Park- Wattpad

Four SeasonsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang