Pagi-pagi benar Shania sudah meluncur dengan BMW sportnya, menuju salah satu coffee shop terkenal,tempat dimana dia akan bertemu dengan kliennya janjian. Sebenarnya Shania enggan untuk bertemu dengan kliennya apalagi dipagi hari yang menyita waktu tidurnya. Sejak diberitahukan oleh salah satu pegawai mereka bahwa pagi ini akan ada pertemuan dengan klien penting sepertinya Shania dengan berat hati menyetujuinya karena klien tersebut ingin pemiliknya lah yang bertemu langsung. Ketiga sahabatnya pun tak bisa karena ada urusan yang tak bisa mereka batalkan.
Shania tiba di coffee shop tepat Pkl. 7 pagi. Jika dilihat diwajahnya masih terlihat sangat mengantuk, mata bengkak dan saking ngantuknya Shania keluar rumah tanpa memakai make up satu pun kecuali bedak. Dia turun dari mobil menggunakan kacamata hitam untuk menutupi matanya yang bengkak. Ditujunya pintu masuk kemudian langsung memesan hot cappucino ukuran besar untuk mengusir kantuknya dan beberapa kue pendamping untuk mengisi perutnya yang belum diisi sama sekali. Setelah menyelesaikan pembayaran Shania mencari spot yang nyaman untuk dia bertemu dengan klien sebentar, sekaligus tempat yang bisa dia jadikan sebagai tempat untuk memuaskan matanya yang masih ingin terlelap sebelum kliennya itu datang.
Shania duduk di sudut cafe yang berdindingkan kaca sehingga dengan sangat jelas dia bisa melihat orang yang hiruk pikuk melewati cafe ini dan area parkiran. Dari tempat ini juga Shania bisa menikmati suasana jalan raya di pagi hari yang sudah sangat padat.
Pesanan Shania tiba. Tak perlu menunggu lama untuk menikmati Cappucino dan beberapa kue pendampingnya.
"Selamat menikmati. Semoga hari anda menyenang." ucap pelayannya ramah dan penuh dengan senyuman.
"Terima Kasih..." balas Shania
Cappucinonya sudah habis setengah tapi kliennya belum juga tiba. Shania mengambil hp nya untuk melihat jam berapa sekarang. Ternyata sudah 30 menit lebih dia menunggu tapi tak kunjung datang juga kliennya. Ditelponnya salah satu pegawai Four Seasons yang membuat janji ini.
"Mit, kliennya kok belum datang sih? Katanya jam 7. Sudah 30 menit lebih nih aku disini tapi batang hidungnya sama sekali belum muncul juga." ucap Shania saat pegawainya menjawab panggilannya.
"Maaf bu, bukannya janjiannya jam 7.30? Dan ini masih jam setengah 8 kan? atau mungkin saya salah sms ke ibu soal waktu pertemuannya?" jawab Mita pegawai Shania yang membuat janji dengan sangat ramah.
'SMS? Jam 7.30? Masa sih?'
Shania membuka sms yang dikirim oleh mita kemarin dan disitu memang ditulis bahwa pertemuannya sekitar jam 7.30 pagi. Ternyata Shania yang salah pengertian.
"Yaa ampuuunnn, mit... Kok aku bego banget ya? Maaf ya mit..." Shania terlihat kesal dengan dirinya sendiri yang salah membaca waktu pertemuannya.
"Gak apa-apa bu. Mungkin saya yang salah waktu mengirim smsnya disaat ibu mungkin sedang sibuk...."
"Please deh mit... Udah berapa kali aku bilang sama kamu kalo gak usah panggil saya ibu. Just call me Shania. Kesannya tua banget ah kalo dipanggil ibu. Panggil Shania aja..." ucap Shania sambil memutar kedua bola matanya saat mita masih memanggilnya dengan sebutan ibu.
"Tapi bu..." sela mita yang langsung dipptong Shania.
"Nggak pake tapi-tapian... Ini perintah..." Kata Shania tegas.
"Iya bu... Eehh... Ss...sha..nia.." ucap Mita ragu dan sungkan.
"Good. Ya udah. Kalo dalam setengah jam lagi dia belum datang tolong kamu hubungi dia ya... Cari kepastiannya..."
"Iya... Nanti saya hubungi kembali..."
"Thank u mita..." Shania memutuskan pagillannya.
Diambilnya cappucinonya kembali sambil memandang kesamping menikmati pemandangan diluar sana. Setengah lebih sudah dihabiskan Shania tapi rasa kantuknya belum juga hilang. Akhirnya Shania menaruh tangannya di atas meja untuk dijadikannya sandaran buat tidur sejenak sambil menunggu kliennya yang entah siapa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Four Seasons
Genç Kız EdebiyatıKehidupan 4 orang wanita yang telah bersahabat sejak masih kecil dan memiliki kisah cinta yang pedih. Mereka mendirikan sebuah EO yang berasal dari modal mereka sendiri tanpa adanya campur tangan dari para orang tua mereka yang terbilang sangat suks...
