22. Menjadi Pendiam

28.1K 1.1K 5
                                        

Assalaamu 'alaikum Readers

Selamat membaca jodoh spesial

Semoga suka & semoga bermanfaat

❤❤❤


Rafka sedang membawa nampan berisi sepiring makanan dan segelas minuman untuk diberikan kepada Faysha yang saat ini sedang berada di kamar Fathian Rahimahullah. Semenjak kematian Fathian, Faysha dan Rafka tinggal di rumah keluarga Faysha karena Faysha ingin tidur di kamar Fathian yang penuh kenangan itu.

"Faysha."

Rafka membangunkan Faysha yang tengah tertidur meskipun hanya dengan panggilan saja Faysha dapat terbangun dari tidurnya yang tidak begitu nyenyak. Rasa rindu kepada Fathian kini menjalar di hati Faysha, rasanya masih seperti mimpi Fathian pergi meninggalkan Faysha untuk selamanya.

"Kamu belum makan dari tadi pagi, kamu makan dulu ya?"

Faysha menggeleng pelan kemudian melanjutkan untuk memejamkan kedua matanya yang terlihat bengkak lantaran tiada hentinya Faysha menangis dan menangis.

Rafka hanya bisa tersenyum dan bersabar. Ia sudah berjanji kepada dirinya sendiri akan memperbaiki sifatnya menjadi lebih baik kepada Faysha yang masih dilanda kesedihan karena kepergian Fathian.

"Faysha...kamu makan dulu ya, nanti kamu sakit kalau nggak makan."

Faysha sama sekali tidak menanggapi ajakan Rafka yang memintanya untuk makan sebab Faysha tidak makan seharian penuh. Rafka khawatir takut Faysha nantinya akan jatuh sakit.

"Faysha, ayo makan dulu-"

"Aku nggak mau makan, kamu pergi saja sana."

Faysha mendengus kesal, sepertinya untuk saat ini Faysha tidak ingin diganggu oleh siapapun termasuk Rafka.

Rafka memperbaiki selimut Faysha kemudian perlahan keluar dari kamar meninggalkan Faysha yang kembali menangis diposisi tidurnya.

"Aa'...Acha kangen sama Aa'."

Rasa rindu yang semakin membuncah itu tidak dapat Faysha menahannya. Jika dulu saat Faysha merindukan Fathian, Faysha langsung memeluk tubuh Fathian dengan erat agar rasa rindu itu terobati tetapi kini saat rindu itu menyapa Faysha hanya dapat memeluk guling yang seperti menemani Fathian dikala tidur.

Ini semua masih terasa seperti mimpi bagi Faysha. Begitu cepat sekali Fathian pergi meninggalkan dirinya untuk selamanya padahal sepertinya baru kemarin mereka jalan bersama, makan bersama, tertawa bersama dan saling usil satu sama lain. Kini semua hanya tinggal kenangan yang hanya bisa Faysha ingat untuk mengobati rasa rindu yang terus menggebu.

❤❤❤


Rafka hanya bisa duduk terdiam di taman belakang rumah keluarga Faysha.

"Ya Allah...saya tahu bagaimana perasaan Faysha sekarang, dia pasti sangat sedih dan terpukul atas kepergian Aa' Fathian, tapi saya mohon ya Allah kuatkan Faysha dalam menghadapi ujianMu ini"

Rafka ikut terbawa arus kesedihan karena melihat Faysha begitu berubah drastis. Dari yang sering centil kini berubah menjadi murung di kamar dan tidak ingin keluar dari kamar Fathian bahkan tidak ingin diganggu sama sekali.

"Rafka."

Rafka menoleh ke arah Aqmar yang tengah menghampirinya dan duduk bergabung bersamanya.

"Bagaimana keadaan Faysha?, apa dia belum mau keluar dari kamar juga?," Aqmar menanyakan kondisi Faysha dan ikut khawatir memperhatikan kondisi Faysha yang langsung berubah setelah kepergian Fathian.

Jodoh SpesialCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang