Motivasi

63 9 8
                                        


"jangan pernah menyerah hanya karena satu kegagalan. Kegagalan itu wajar karena disetiap usaha hanya ada dua kemungkinan Menang atau gagal"
-LukiAndrian

Menangis takkan menyelesaikan atau merubah apapun yang telah terjadi...
-MilaMaudiaRayini

Pagi yang cukup cerah....matahari mulai memancarkan cahayanya. Hari ini merupakan hari yang penuh dengan kecemasan dan membuat jantung Mila berdebar, Apalagi kalau bukan pembagian Rapot akhir semester genap ini. Mila khawatir kalau peringkatnya menurun karena baginya itu adalah hal yang penting dalam pencapaian Mila di sekolah....

Saat-saat pun tiba...
Mila kini menahan air matanya karena benar saja bahwa peringkatnya kini menurun. Ia pun memutuskan untuk langsung pergi menuju taman belakang sekolah.

Kini air matanya mulai membasahi pipinya. Ia terduduk merenungkan semuanya dengan air mata yang menetes dan sesekali Mila mengusap air matanya takut ada orang yang melihatnya. Mila meluapkan semua kesedihannya. Hingga beberapa saat sebuah tangan menyodorkan tisu kepadanya. Mila langsung mengusap air matanya dengan tangannya lalu menengok ke arah orang tersebut.

"Luki?"

"Sekarang siapa yang pecundang lo atau gue?"ucapnya kini duduk di sebelah Mila.

Mila hanya terdiam...

"Dari semua perkataan lo kemarin, dapat gue mengerti bahwa kita jangan pernah menyerah hanya karena satu kegagalan. Kegagalan itu wajar karena disetiap usaha hanya ada dua kemungkinan Menang atau gagal,"ucap Luki menatap cewek yang menangis itu.

"Lagipula siapa yang nyerah. Gue gak nyerah kok," ucapnya sambil mengusap air mata dengan tisu yang diberikan Luki padanya.

"Tapi itu lo nangis."

"Menangis kan bukan berarti menyerah."

"Emang sih menangis bukan berarti menyerah, tapi jika terus-terusan menangisi kegagalan kan juga gak baik, karena saat orang lain telah bersiap untuk bangkit, kita malah masih terpuruk dan itu malah membuat kita semakin tertinggal."

"Tumben bijak,"celetuk Mila.

"Gue dari dulu juga bijak, tapi gue gak mau sombong aja."

"hahaaa....Apaan sih,"Mila mulai tersenyum.

"Nah gitu dong senyum. Kalo senyumkan manis, cantik pula."

"Aaaaaaa.....aku gak salah dengerkan tadi, Luki bilang gue cantik," Mila berteriak di hati kecilnya dengan wajahnya yang memerah karena ucapan sang cowok yang ia kagumi itu.

"Gue Becanda kali."

"Ya tuhan baru aja serasa terbang eh..malah di jatuhin lagi. Sumpah deh becandaannya gak lucu. Tapi terserah dia deh mau becanda mau gak. Gue tetep seneng,"Hati kecilnya kembali bergumam.

"Pasti baper ya tadi."

"Apaan sih siapa yang baper."

"Beneran?"

"Ya iya...udah ah malah bahas itu,"pipi Mila mulai memerah.

"Iya oke. Eummm....karena sekarang gue lagi baik gue mau traktir lo makan baksonya kang Doni, mau gak?"

"Yang bener Ki."

"Ya benerlah."

"Ya maulah. Eh gak jadi deh nanti cuma bercanda lagi,"

"Kali ini serius. Beneran gue serius,"Luki menyakinkan cewek itu.

"Ya udah ayo! Bentar gue mau hubungin Haira dulu dia pasti nungguin gue."

Care ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang