Pertemuan 💛

80 7 0
                                        

  Jangan lupa Vote
            and comment...🌟✨

Please jangan siders🙏

Happy reading 💛

   
"Luki... Gimana lancar? " sapa Imran, ayah Mila saat Luki mengantarnya pulang.  Mila hanya melihat situasi itu dengan bingung. Tentu saja karena Mila belum pernah memperkenalkan Luki kepada ayahnya.

"Alhamdulillah Pah, " jawab Luki.

"Pasti berhasil pah, soalnya wajah mereka berseri-seri gitu," seru Reno.

Mila semakin heran dan bertanya-tanya. "Tunggu deh, kok papa sama Kak Reno udah kenal sama Luki?"

"Iya dong. Masa sama calon mantu gak kenal, ya gak, Ki?"

"Duh... Papa bisa aja, " jawab Luki tersipu malu.

Mila sangat keheranan. Kemudian Mita-ibunya dan Mawar-kakak Mila menghampiri mereka membawa teh dan cemilan.

"Duh... Papa kasian tuh anaknya kebingungan," seru ibunya.

"Jadi gini loh, Mil. Semua rencana Luki, kita semua juga terlibat," jelas Mawar.

"Hah?"

Flashback on

Lima hari yang lalu...

Luki terus mencoba mengetuk pintu rumah gadis yang sangat ia rindukan. Ia tau bahwa Mila sedang ada di Bandung namun ia akan menemui kedua orang tuanya terlebih dulu untuk meminta ijin atas hubungannya dengan Mila. Walaupun dia dan Mila belum pernah bertemu atau kontekan lagi, tapi Luki yakin bahwa Mila masih mencintainya begitupun sebaliknya. Namun tak ada orang di rumah. Ia pun bertanya pada tetangga sebelah.

"Oh... Pak Imran sama Bu Mita pergi ke Jogja ke rumah Anaknya, Mawar."

"Mawar?"

"Iya. Mawar kakaknya Mila," jawab seorang perempuan paruh baya.

"Apa ibu tau alamat rumahnya di Jogja?"

"Oh... Kebetulan, Bu Mita pernah memberikan alamatnya ke saya, sebentar!" Ibu itu masuk ke rumah dan tak lama beliau pun datang dan memberikan secarik kertas berisi alamat.

"Terimakasih bu."

Tak pikir panjang ia pun kembali ke Yogyakarta dan langsung ke alamat yang tertera.  Tentu ia tidak sendiri. Ia ditemani Ardan, kakaknya.

Akhirnya Luki pun mengatakan niatnya. Lama tak ada jawaban dari Ayah Mila. Namun setelah itu senyum mengembang dari wajah Luki.  Pastinya Pak Imran menyetujui niat Luki untuk anak bungsunya itu.

Flashback off 🔚

"Duh... Aku kok gak sadar ya... jahat banget ya aku dibohongin sama semuanya, " ucap Mila cemberut setelah penjelasan dari Kak mawar.

"Tapi tunggu... kenapa papa langsung terima luki? Biasanya kan...."

"Kenapa juga harus nolak. Papa senenglah ada seorang laki-laki yang datang langsung melamar anak bungsu papa," cengir papanya.

Care ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang