karenamu dan olehmu

58 4 0
                                        

Tak berapa lama tim basket kelas putra sudah selesai bertanding. Mereka pun kembali ke kelas dengan wajah yang terlihat kesal.

"Lho..kok muka kalian pada lesu gitu, apa kalian kalah tadi,"tanya Nayla menghampiri mereka.

"kita hampir aja kalah,"jawab Beni sang ketua kelas.

"Kok bisa gitu, terus gimana kalah atau menang,"Nia pun ikut penasaran.

"Luki tuh gak fokus, untung kita bisa membalikkan keadaan jadi kita bisa menang ke babak final,"gerutu Beni

"Gue sadar kok gue salah, maka dari itu gue gak akan lagi ikut ke babak final."Luki berucap kemudian melangkah pergi.

"Ki. Luki,maksud gue bukan gitu."Beni mencoba memanggil Luki namun itu percuma karena luki tak akan mendengarkannya.

"Udah...Ben, biarin Luki pergi mungkin dia butuh waktu sendiri, gue tau sikap luki dia gak akan pernah mangkir dari pertandingan basket apapun masalahnya,"Reyhan mencoba menenangkan teman-temannya.

"Semoga. Karena Luki adalah salah satu pemain andalan kita,"Andi ikut bersuara.

*****

Taman belakang. Di sinilah Luki berada, terdiam. Ingatannya terus mengarah kepada seorang gadis yang baru saja ia tolong, siapa lagi kalau bukan Mila. Sejak tadi ia terus memikirkannya.

"Nih..minum buat lo,"

Luki menengok ke arah orang yang memberikan minum padanya. Tak ia sangka Mila berdiri di hadapannya. Luki tidak menerima botol air minum itu membuat Mila aneh.

"Ini minuman buat lo, lo pasti hauskan. Anggap aja ini sebagai ucapan makasih gue sama lo,"Mila memaksa. Namun Luki tak menghiraukannya.

"Luki...lo denger gak sih. Ini buat lo,"lagi-lagi Mila memaksa.

"Gue gak butuh dikasihanin sama lo,"Luki mulai bicara.

"Ini bukan bentuk kasihan tapi ini sebagai tanda makasih gue,"

"Terserah lo, tapi gue gak mau, lebih baik lo pergi,"

"Lo kenapa sih, marah-marah gak jelas gitu,"

"Asal lo tau. Gue kayak gini ini semua karena lo, lo yang udah bikin gue gak fokus,"Luki berucap tepat dihadapan Mila.

"Maksud lo? Kenapa lo salahin gue, apa kesalahan gue Ki,"

"Lo nggak akan ngerti dan meskipun gue ceritain lo pasti gak akan pernah paham,"Luki melangkahkan Kakinya pergi.

"Kenapa rasanya sakit banget digituin sama dia. Apa dia marah? Apa salah gue,"Mila terdiam.

"Maaf Mil, kata-kata gue pasti buat hati lo sakit, tapi gue gak tau gue harus apa sementara hati memang sedang tak karuan,"Luki menegok ke arah mila dan langsung melanjutkan langkahnya.
Mila hanya terdiam akan perkataan yang baru saja dilontarkan Luki.

****

Keesokan harinya....
Pertandingan final basket di sekolah...akan segera berlangsung. Semua murid berkumpul di lapangan termasuk Mila dan teman-teman kelasnya. Namun Luki entah dimana keberadaannya mungkin ia benar-benar melakukan ucapannya kemarin.

"Rey. Gimana kalo Luki bener-bener gak mau ikut di final ini,"Beni nampak khawatir.

"Lo tenang Ben, gue tau Luki gimana orangnya. Dia gak mungkin gak ikut di pertandingan basket, Reyhan menenangkan temannya itu.

"Iya..tapi dia sampai sekarang belum keliatan,"Andi juga nampak khawatir.

Semua nampak khawatir karena sampai sekarang Luki belum terlihat di lapang. Sebenarnya bila Luki tak ada pun masih ada pemain cadangan, tapi dengan adanya Luki kemenangan akan lebih mudah didapat oleh kelas mereka. Mila pun tampak bingung, ia pun beranjak dari kursi penonton kemudian berniat mencari Luki.

Care ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang