Dinda Pov
" Di km tau aku benar-benar sayang sama km " Ku tatap dia yang sedang berpelukan dengan kekasihnya di depan mataku hatiku benar-benar terluka harusnya aku yang sadar bahwa Adi sudah punya kekasih namun siapa yang tahu hati ini akan berlabuh kemana.
" Kalo km emang bisa bahagia sama dia aku ikut bahagia kok Di ".
Ku lihat Adi kembali ke dalam toko buru-buru ku lap air mataku yang bercucuran ini.
Adi : " Gua balik " Kata Adi dan aku hanya diam.
Adi : " Gua anter. Ini bukan karena apa-apa gua gak tega liat lu balik sendiri udh magrib ini " Kata Adi yang membuat hati terluka ini berbunga seketika apakah aku tidak salah dengar?.
Dinda : " Hm " Jawabku sambil menganggukkan kepalaku.
Lalu ku masukan semua buku dan telepon genggamku ke dalam tas begitu juga Adi membereskan barang-barang yang ia bawa dan Adi membayar es krim yang ku pesan tadi.
Eka Pov
" Eh hpku ketinggalan di cafe ni kayanya. Duh bego banget si aku ini " Kataku saat berhenti di pinggir jalan mencari hpku yang ternyata tertinggal di dalam cafe tadi.
" Semoga masih ada" Kataku sambil memutar balikan motorku ke arah cafe itu berada.
Dinda Pov
" Betapa bahagianya aku Adi mau mengantarkan aku pulang " Kataku dalam hati.
Ku gandeng tangan Adi yang sesekali memang dia menolaknya namun dia sebenarnya mau apa pacarnya tak pernah memperlakukan Adi seperti ini? Ahhh menang banyak dong ini.
Adi : " Gausah pegang-pegang bisa kan" Kata Adi ketus.
Dinda : " Ish kan aku seneng aja gitu bisa dianter pulang km " Jawabku dengan wajah senang.
Adi : " Lu suka sama gua? " Kata-kata yang di lontarkan oleh Adi membuatku terkejut dan batuk seketika.
Dinda : " Gila si kalo iya knp emangnya? gak suka " Jawabku.
Adi : " Gak. Karena gua cuma suka sama Eka " Jawab Adi sambil jalan ke arah parkiran motor Adi.
Dinda : " Apa si enaknya hubungan jarak jauh tu udh jarang ketemu juga " Kataku yang seketika membuat Adi berhenti padahal jarak motor dan kami hanya tinggal 10 langkah saja.
Adi : " Mungkin emang kami jarang ketemu tapi hati kami saling bersatu " Kata Adi dan melanjutkan jalannya.
Dinda : " So, aku gak bakal nyerah buat dapetin km " Kataku sambil senyum.
Adi : " Serah " Jawab Adi.
Dinda : " Ish emosian si jadi orang " Kataku sambil melipat kedua tanganku di dada.
Adi : " Mau dianter atau gak " Kata Adi sambil memakai helm.
Dinda : " Jadi dong readyyy gooo " teriakku.
Lalu motor kami meninggalkan cafe tersebut.
Eka pov
Sesampainya di sana aku di suguhkan oleh pemandangan yang tak enak di lihat ku lihat Adi berbicara sangat serius dengan wanita itu dan wanita itu tampak semeringah padahal tadi ku lihat dia menangis di dalam cafe. Apa mereka berdua bersandiwara? Sejahat itukah kamu Adis?.
Air mataku yang tak sanggup ku bendung ini telah mengalir di pipiku. Ku lihat mereka berboncengan berdua sakit sekali aku. Adis apa yang kamu lakukan kamu pernah bilang bahwa kamu hanya ingin aku yang duduk di belakangmu itu tapi sekarang apa Dis. Tangisku benar-benar pecah rasanya begitu sakit.
Lalu ku ambil hpku yang tertinggal dan pergi meninggalkannya cafe itu.
Aku tak langsung pulang karena rasanya hatiku sakit dan mataku tak bisa berhenti mengeluarkan air mata. Dan setelah hujan turun barulah aku memutuskan untuk pulang padahal masih enak-enaknya duduk di dekat sungai menikmati sejuknya malam.
***

KAMU SEDANG MEMBACA
Berawal Dari Kata Teman ( TAMAT )
Teen FictionBELUM REVISI, JIKA ADA SALAH PENEMPATAN KATA MOHON MAAF. Cerita ini adalah kisah hidupku yang ku tulis saat aku pertama kali bertemu dengannya, namun ku revisi sedikit mengenai nama tokoh. Menceritakan tentang kisah cintaku dengan Adi orang yang ku...