45. Meet You Again

247 19 6
                                    

" Sudah ayo ikut " Aku menggeleng.

" Ayolah ".

" Ngga mau ah " Tolakku.

" Harus pokonya aku ngga perduli pokonya harus ikut ".

" Pliss Fito aku males banget mau keluar rumah ".

Sudah puluhan kali aku menolak ajakan laki-laki yang berstatus kekasihku itu. Dia mengajak aku untuk pergi bersamanya ke acara keluarga.

" Plis kali ini aja " Rengeknya.

" Aku malu kan itu keluarga kamu. Aku belom pernah ketemu keluarga kamu ".

" Maka dari itu ayolah plis " Memegang kedua tanganku.

" Aku malu dan males banget mau keluar " Tolakku.

" Sekali aja ya plis " Dengan wajah memelas.

" Iya iya ".

" Serius " Aku mengangguk. " Yes ".

" Udah gausah ke girangan kaya gitu " Laki-laki itu tersenyum.

" Aku senang walau aku sudah mengajakmu puluhan kali, akhirnya aku berhasil ".

" Tapi nanti disana gimana? " Kataku menatapnya.

" Gampang-gampang. Mama dan Papa aku itu orangnya asik kok jadi santai aja gausah takut " Aku diam. " Oh iya Abang sama temen-temennya juga bakalan ada di acara itu ".

" Abang kamu? " Tanyaku Fito mengangguk. " Yang waktu kita ketemu di Magelang waktu itu " Fito mengangguk.

" Emang pernah ketemu ya? " Aku menggeleng. " Aduh imut banget si " Mengusap kepalaku pelan.

" Kan waktu itu aku pernah ketemu kamu ".

" Oh iya yang waktu itu ya. Oh iya tau ngga? " Menggeleng.

" Sebenernya acara ini diadakan buat Abang aku " Katanya.

" Buat Abang kamu? Kenapa? ".

" Ya buat syukuran kecil-kecil soalnya Abang bisa selamat sampai rumah setelah memimpin pasukan membantu saudara/i di Palestina " Katanya.

" Memang banyak korban ya? " Fito mengangguk.

" Banyak banget dari 300 pasukan yang di kirim buat membantu saudara kita di sana yang bisa pulang dengan selamat cuma 100 orang " Aku terkejut. Jadi ini maksud dari postingan Randy beberapa Minggu lalu.

" Lalu.... Siapa saja yang selamat " Tanyaku.

" Aku kurang faham si yang jelas banyak yang gugur karena berusaha menyelamatkan mereka-mereka yang mau di tembak mati oleh Israel " Mulutku rasanya tak bisa ku gerakan. " Oh iya kekasih kamu yang dulu maaf maksudnya mantan kamu " Aku tetap diam tak mampu membuka mulutku untuk menjawab.

" Di minum nak tehnya sama dimakan cemilannya " Kata ibu seketika membuat percakapan tadi tertunda.

" Iya bude gausah repot-repot " Jawab Fito sambil tersenyum.

" Yaudah ibu ke belakang lagi ya " Fito tersenyum.

" Oh iya jadi besok ikut beneran kan " Aku mengangguk. Aku penasaran sekali dengan kelanjutan cerita dari Fito tapi aku ragu untuk bertanya aku takut nantinya dia merasa jika aku masih peduli pada Adi padahal memang begitu.

" Eh enak loh ini ibu kamu buat sendiri " Katanya saat memakan kue brownies buatan ibu.

" Iya ibu memang enak banget kalo suruh masak atau buat hal-hal yang ribet dan unik " Fito tertawa.

Berawal Dari Kata Teman ( TAMAT )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang