part17

1.3K 53 1
                                        

Pagi ini alfa sudah sampai didepan rumah april. Moodnya sangat buruk pagi ini ia masih memikirkan gimana harus membalas rara karena telah membuat gadisnya terluka.

Pintu rumah itupun terbuka menampilkan gadis yang sedang mengikat rambut dan mulutnya menggigit rotinya.

Ia pun langsung menghampiri alfa.

"ck anak ini gapernah jaga image bgt si depan gua" batin alfa.

Alfa langsung meraih tangan april dan mengambil ikat rambutnya.

"ihh kamu mau pain" ucapnya april.

"udah dimakan aja tuh rotinya" ucap alfa yang langsung menguncirkan april.

"kenceng ga? " tanya alfa.

"gaenak kunciran kamu tapi gapapa ayo" ajak april.

"untung gua sayang" batin alfa.

15 menit mereka dalam perjalanan menuju sekolah, alfa pun langsung memakirkan motornya disekolah.

April mengitari pandangannya dan ia langsung berlari menuju sahabatnya.

"april jangan lari nanti jatoh yaampun" teriak alfa tapi tidak dihiraukan oleh april.

"pagi girls" ucap april yang langsung menghamburkan pelukan ke sahabatnya.

"pril ko lu udah sekolah si kan lu harus istirahat" cerocos zie.

Yah, kini zie sudah sekolah bareng dengan mereka.

"tau lu pril tar dijahatin sama tu nene lampir lagi" sahut ulan.

"ka-kalian udah tau? " tanya april gugup.

"udah kali pril" jawab desi.

"dan udah ada saksinya" sahut ica.

"tau dari siapa? " tanya april.

"dari aku" ucap seorang cowo dan itu alfa yang menghampiri mereka.

April hanya diam ia takut alfa membalas dendam ke rara.

"yauda yu ke kelas" ajak april mengalihkan pembicaraan.

"kalian duluan aja, aku mau ada urusan" ucap alfa

"yee lagian siapa juga yang ajak kamu wooooo" balas april dan langsung pergi.

"pengen banget gua tonjok tapi gua sayang yaallah" batin alfa.

Alfa kini sedang berada dikelas ipa4 ia mancari cari seseorang dan setelah ketemu ia langsung menghampirinya.

"hey tumben lo kesini" ucap perempuan itu.

"gua mau minta tolong lu bil" jawab alfa.

Kini alfa sedang menemui bila teman dari kecilnya, bila dan kelompoknya sangat suka membully orang bahkan hampir tiap hari .

"apa? tumben amat lu fa" jawab bila.

"bisa ga lu tolong bully si rara" ucap alfa.

"dia kenapa emangnya? " tanya bila.

"dia udah nyelakain cewe gua bahkan udah bikin ampe masuk kerumah sakit gua ga rela mau gua bales dia perempuan jadi gua minta tolong lu" ucap alfa.

"dengan senang hati" balas bila dengan senyum.

**********************

Kini sudah memasuki jam istirahat april dan kawan kawannya pun sudah ada di kantin.

tak lama lagi alfa dan kawannya datang menghampiri meja april.

"juna aku mau baso" ucap ica.

"yauda tunggu ya ca aku pesenin" jawab juna dan langsung berlalu pergi.

"jun ikut" teriak bintang dan langsung berlalu pergi.

"kamu mau makan apa pril? " tanya alfa.

"aku mau jus mangga aja" jawab april.
"yaudah tunggu ya" ucap alfa sambil mengacak ngacak rambut april.

"fa sekalian si gua mau juga" ucap desi.

"itu bego desi mau dipesenin masih ga peka aja udah buat gua lah" ucap zidan kepada irman.

"gua udah tau kunyuk" ketus irman.

" fa gua juga mau dong" cengir zidan.

"beli sendiri lu punya kaki kan "ucap alfa dan langsung berlalu pergi diikuti irman.

"dasar jahat" ucap zidan sambil memonyongkan bibirnya.

"apasi dan jiji banget kaya gitu" ucap zie.

"eh neng zie cantik" goda zidan.

"cie zie boleh amat si" ucap ulan.

"tau zie irfannya mau dikemanain" sahut ica.

"wihh masih ama irfan? " tanya april.

Dan zie pun menganggukan kepalanya.

"wihh langgeng banget" ucap april.

"yaaah neng zie udah punya pacar" ucap zidan.

"apasi nang neng nang neng" ucap zie dengan judes .

"eh itu apa dah rame rame" tunjuk desi.

" kayanya ada anak yang dibully bila" jawab ulan.

"Astaga itu rara" ucapa april dan langsung menghampiri keramaian itu.

"bego april ngapain tau ditolongin " ucap zidan.

"ayo samperin gua takut april diapa apain" ajak ica.

Mereka pun menghampiri april.

April langsung menerobos keramaian itu dan melihat rara yang sudah bau dan kotor akibat telur busuk dan terigu yang dilempar bila dan kawannya. Terlihat disini bila dan kawannya sudah pergi.

"astaga rara lu gapapa" ucap april yang membangunkan rara.

Rara berdiri dengan dibantu april dan tiba tiba ia menampar pipi april.

"lu tau ga si gua kaya gini tuh gara gara lu" teriak rara.

Zie langsung menjambak rambut rara dengan kuat.

"lu gatau diri banget si bego lu tuh udh dibantuin sama april" ucap zie.

"ohh ternyata lu udah balik" ucap rara dengan senyum miring.

"gua bakalan bikin persahabatan kalian hancur! " teriak rara.

"gabakal hancur selagi ada gua, dan lo bakalan keluar dari sekolah hari ini juga" ucap seorang laki laki yang tiba tiba datang.



Maaf kalo masih belum puas dari ceritanya🙏🙏
Jangan lupa vommentnya readers💙💙

Happy reading💛💛

APRILTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang