Hana nampak menangis seorang diri di bangku taman belakang.. Kerajaan...
Ketika semua orang bersenang senang merayakan pesta ini... Hana harus mendapatkan rasa sakit, baik fisik maupun hatinya...
Kedua matanya pun tak henti hentinya menatap telapak tangannya yang sudah mengalirkan darah segar... Namun perasaan di hatinya lebih menyakitkan daripada luka di tangannya...
"Lukanya tidak akan pernah hilang bila kau hanya memandanginya"
Hana menoleh ke arah samping wajahnya... Dan sudah mendapati Gilbert disana...
"Pangeran Gilbert..." ucap Hana lirih...
"Maaf ya... Aku tak bisa membantumu tadi..." ucap Gilbert merasa bersalah...
"Kenapa kau disini?" tanya Hana tak menatap Gilbert sama sekali..
Gilbert mendekati Hana lengkap dengan kotak P3K miliknya...
Lalu ia memegang punggung tangan Hana yang terluka... Diambilnya satu persatu serpihan kaca yang masih menusuk di tangan Hana...
Namun seakan tangan Hana mengalami mati rasa... Ia tak berteriak ataupun memekik kesakitan... Ia hanya diam... Menatap kosong...
Lalu tumpahlah air matanya...
"Gilbert..." panggil Hana lirih...
Gilbert menoleh sesaat kearahnya namun masih membersihkan luka ditangannya..
"Apakah... Status seseorang itu begitu berarti dalam menjalin sebuah hubungan?" tanya Hana mulai memejamkan matanya...
"Entahlah..." jawab Gilbert datar..
"Apakah aku juga tak berhak mendapatkan kebahagiaanku sendiri... Meski aku tak memiliki status sosial" ucap Hana masih mencoba menenangkan dirinya...
"....." Gilbert tak menjawab pertanyaan Hana ia malah lebih sibuk mengobati luka yang ada di tangannya...
Setelah ia membersihkan lukanya dan mengoleskan obatnya, ia kemudian membalut luka Hana dengan sebuah perban...
"Selesai..." ucap Gilbert
Hana menarik tangannya dari genggaman Gilbert lantas memandanginya...
"Egh..." Hana menggertakan giginya lantas berusaha mengepalkan tangannya yang terbalut perban..
"Apa yang kau lakukan!!?... Kau justru membuat lukanya tambah parah nanti" ucap Gilbert...
Menahan tangan Hana...
"Lukaku memang sudah sangat parah... Sekalian sajakan... Aku menghancurkannya..." ucap Hana
Memandang kosong...
"Itu justru akan memperburuk keadaanmu... Aku tau kau baru saja mendapatkan hal yang membuat hatimu terluka... Tapi... Bila kau hanya berdiam diri... Kau tak akan bisa menyembuhkan luka itu.." ucap Gilbert...
"Apalagi yang bisa kulakukan!! Apa!!?" tanya Hana menatap nanar Gilbert dengan air mata yang sudah menggenang...
Kling...
Gilbert mengambil ponselnya saat mendapati notifikasi...
Ia lantas tersenyum..
"Ayo! aku tau yang akan membuatmu bahagia! Melupakan rasa sakitmu ini" ucap Gilbert lantas menarik tangan Hana menuju ke suatu tempat....
"Gilbert! Kita mau kemana?" tanya Elia...
Gilbert mengajak Hana menaiki mobilnya...
Dan beberapa menit kemudian.. Mereka tiba di suatu tempat...
Tak ada apa apa disana selain gelap...
"E... Gilbert!" Hana memanggil Gilbert namun Gilbert sudah menghilang..
"Egh... Jangan main main!" ucap Elia...
Mulai memegangi dadanya...
Dan dalam sekejap...
KAMU SEDANG MEMBACA
Hours Prince Crown
Roman pour AdolescentsMenjadi anggota kerajaan dalam sekejap.. Akankah hubungan ini berhasil!!
