"Sayang hari ini kau sangat cantik tak seperti biasanya"puji Andre mendapati istrinya nampak memakai pakaian indah yang telah membalut tubuhnya.. Sesekali wajah Hana berdesir merah karena malu
"Hmm... Terima kasih"ucap Hana kikuk
Sampai seorang pelayan mendatangi mereka berdua
"Yang Mulia acara nya akan segera dimulai.. Yang Mulia Raja dan Ratu diminta keruang singgahsana untuk menemui tamu"ucap pelayan itu tertunduk sopan
"Baiklah.. Kami akan segera kesana" ujar Andre dengan nada tegasnya
Pelayan itu lantas pergi meninggalkan Hana dan Andre,
"Sebaiknya kita segera menemui para tamu"ucap Hana
Namun sebelum Hana beranjak Andre mencekal tangan Hana ditariknya ia hingga mendekap dipelukannya...
"Andre.. A-apa yang kau lakukan?!" tanya Hana berdesir malu dengan wajah yang sudah memerah seperti tomat
".... Sampai kapanpun aku akan selalu mencintaimu... Kau tak akan pernah tergantikan" ucap Andre dengan memeluk erat istrinya
".... Hmp... Aku percaya..." balas Hana dengan mengeratkan pelukannya...
...
Andre segera membawa Hana keruang singgahsana, mereka telah disambut oleh para ribuan tamu bahkan Gilbert dan pangeran lainnya pun datang ke acara itu..
"Segala Hormat kami pada Yang Mulia" ucap seluruh tamu undangan yang mendapati Andre dan Hana nampak berjalan berdampingan
Mereka berdua nampak bahagia dengan senyum terukir di bibir keduanya duduk di kursi singgahsana
"Hari ini aku sangat senang dan bersyukur karena kalian menyempatkan waktu kalian untuk datang ke acara kehamilan istriku sekaligus kehamilan pewaris tahkta kerajaan Louisius... Aku percaya bahwa anakku kelak akan menjadi pemimpin yang bijaksana melebihi diriku... Karena itu aku mohon bantuan kalian"ucap Andre dengan suara penuh dengan keyakinan
Dan dalam sekejap suara sorak sorai dari semua orang terdengar...
Semua orang nampak bahagia dan penuh sukacita...
Pesta yang meriah, penuh dengan keramaian dan juga banyak sekali orang lalu lalang memberikan ucapan selamat
Disisi lain seorang wanita dengan wajah sayu dan rambut coklat nampak berjalan perlahan memasuki ruang pesta istana bersama dengan pengawalnya yang setia
Selalu menemaninya...
"Jadi.... Ini adalah kerajaan Louisius itu?!" ucapnya dengan perasaan takjub
"Tuan putri jangan lupa tujuan utama Yang Mulia meminta kita datang kesini" ucap pengawal yang nampak berdiri disampingnya
Wanita itu lantas menghilangkan ekspresi keterkejutannya...
"Iya.." jawabnya singkat..
Dibalik ramainya pesta Hana sedari tadi nampak mengamati sosok yang mencurigakan mondar mandir diantara pintu istana...
Sosok itu sesekali nampak melirik kearah sekitar...
"Ah Andre.. Aku ingin pergi mengambil minuman"ucap Hana
"Kau disini saja biar aku-" Andre berusaha menahan keinginan Hana karena ia berpikir akan berbahaya bila Hana masuk ke kerumunan
"Tidak apa.. Aku akan mengambil sendiri" jawab Hana menolak
"Kalau begitu aku akan menemanimu" sahut Andre dengan mencekal tangan Hana
"...... Ah..." belum sempat Hana berucap Merina sudah mendatangi mereka berdua...
"Andre ada yang ingin bertemu denganmu" ucap Merina dengan ucapan khasnya tanpa basa basi...
"Siapa?" jawabnya dengan nada rendah dan sorot matanya yang berubah tajam
"Hormat saya Yang Mulia" ucap seorang pria dengan perawakan gagah namun dari segi penampilan jelas ia bukanlah kalangan bangsawan karena memakai pakaian layaknya seorang anggota militer
"Ada apa kau mau menemuiku?" tanya Andre datar
"Saya kesini atas perintah Raja Kami untuk memenuhi undangan Yang Mulia..." ucap pria itu nampak sopan
"!!!"
"Kalau begitu mari kita bicarakan ditempat lain.. Aku yakin ada sesuatu yang sangat penting.." ucap Andre
Pria itu nampak menunduk hormat sebagai tanda ia menyetujuinya...
"Maaf ya tidak bisa menemani mu untuk masalah ini-"
"Um.. Tidak apa.. Aku akan baik baik saja" ucap Hana tersenyum
"Terima kasih" ucap Andre berjalan pergi bersama dengan pria itu..
Sementara Hana masih mencoba mencari orang asing itu, yang sudah pasti tak dapat ia temukan,
"Haah.. Orang itu pasti sudah pergi..." gimana Hana
"Apa ada sesuatu?" tanya Ibu Suri tiba tiba pada Hana
"Ah! Tidak ada ibu..." ucap Hana menunduk
"Jaga tingkah lakumu!" sindir Merina sebelum ia akhirnya pergi meninggalkan Hana dan bergabung kedalam keramaian...
...
Sementara itu Andre nampak tengah menatap dingin sosok pria itu..
Yang nampak dengan sopannya berbicara dengan Andre saat ini..
"..... Katakan apa yang ingin kau sampaikan" ucap Andre datar masih dengan sorot matanya yang tajam
"Yang Mulia hamba kemari hanya ingin memberikan ini untuk Yang Mulia.. Dari raja kami" ucap pria itu menyodorkan sebuah kertas amplop coklat padanya
"Saya yakin Yang Mulia akan memikirkan kembalikan sebelum mengambil keputusan" lanjut pria itu lanyas memberi hormat sebelum akhirnya pergi meninggalkan Andre
Andre mencoba melihat amplop itu jelas ada cap kerajaan
Dan cap itu dari kerajaan Adelion
"Apa para mentri itu belum mengirimkannya?" batin Andre
Andre masih menggenggam amplop coklat itu ditangannya..
...
Sementara Hana nampak tengah berdiam diri kursi singgahsananya sembari menatap keramaian orang orang yang nampak menikmati pesta
"Yang Mulia Ratu" ucap seorang gadis ynag tiba tiba menghadap pada dirinya
"... Apa ada sesuatu?" tanya Hana tersenyum
"Saya hanya ingin mengucapkan selamat atas kehamilan Yang Mulia saya berharap anda akan dilimpahi kebahagiaan" ucap gadis itu tersenyum bahagia
"Terima kasih... Kalau boleh tau siapa namamu?" tanya Hana
"Nama saya... Amicia Viandelion" ucapnya tersenyum...
"Senang bertemu denganmu... Cia"
Jangan lupa tinggalkan Vote dan komen★★★
Untuk pembacaan Cia
Huruf "C=S" jadi bacanya Sia
KAMU SEDANG MEMBACA
Hours Prince Crown
Ficção AdolescenteMenjadi anggota kerajaan dalam sekejap.. Akankah hubungan ini berhasil!!
