22|Pacaran?

265 18 0
                                    

"Gue juga ga tahu Bim gimana perasaan gue ke lo gue bingung mengungkapkannya mungkin gue juga punya perasaan yang sama kayak lo" ucap niken malu

Deg

Deg

Deg

"Lo serius?" tanya bima dan diangguki niken

Bimapun memeluk Niken dan Niken membalas pelukanya dengan lembut

Para ortu mereka tersenyum karena mereka berdua ternyata sudah saling mencintai

Nikenpun mepelaskan pelukannya

"Tapi bim hubungan kita jangan ada yang tau dulu kita bersikap kayak biasa aja "

"Emang kenapa ken?" tanya bima

"Gapapa  soalnya lo tau sendirikan nama asli gue aja, satu sekolahan gak ada yang tau kecuali alfin, siska dan lo" jawab niken

"Tapi ken gue takut lo di bully apalagi si clora" khawatir bima

"Ciee khawatir" goda niken

"Jelas lah gue khawatir lo kan sekarang tunangan gue" jawab bima

"Belum tunangan bim" ujar niken

"Pacar?" tanya bima

"Bisa dibilang" ucap niken

"Udah bim gapapa nanti kalo waktunya udah tepat gue bakal buka identitas gue kok" ucap niken

"Iya udah gue ngikut lo" ujar bima

"Makasih bim" ucap niken sembari memeluk bima lagi dan dibalas oleh bima

"Iya sekarang panggilannya aku kamu ya" ucap bima yang masih memeluk niken

"Lebay lo bim maksud gue kamu" ujar niken yang masih setia memeluk bima

"I love you ken" ucap bima sembari mencium pucuk rambut niken

"I love you too bim" jawab niken sambil menahan jantungnya yang berdegup kencang akibat perlakuan bima

Para ortupun keluar dari tempat persembunyiannya

"Ehem ehem" batuk eka dan ranti yang membuat niken dan bima melepaskan pelukannya dan jangan tanyakan muka mereka yang sudah merah merona seperti kepiting rebus karena tercyduk

"Nah kalian kan sudah setuju dan saling mencintai sekarang kita tentukan aja tanggal pertunangannya" ucap dika

"Gimana kalau 1 bulan lagi nunggu dia pulang" usul eka

"Oke gak masalah kita adakan dua pertunangan sekaligus" ucap herry

"Saya dan herry akan menyiarkan acara pertunangan kalian nantinya" ucap dika

"Iya" ucap ranti

"Dia kapan balik ma?" tanya niken

"1 bulan lagi" jawab eka

Setelah itu mereka pun pulang kerumah masing masing

Keesokan harinya

Pagi ini bima sudah siap kesekolah tetapi ia menuju kerumah niken untuk menjemputmya karena disuruh oleh ranti

Sesampainya bima di rumah niken ia langsung melajukan mobilnya menuju sekolahan bersama niken

***
Sesampainya mereka di sekolahan mereka menjadi pusat perhatian

"Eh eh lihat itu bukannya Bima sama Niken ya kok berangkat bareng ya padahal selama ini meraka kan musuhan"

"Mungkin mereka udah berdamai"

Bima dan Niken tak mendengar bisikan mereka dan langsung masuk kelas dan menghampiri meja Alfin

Alfin yang melihat bima dan niken mempunyai firasat buruk

"Hai" sapa Alfin

"Hai juga saudara gue" sapa niken

"Hai juga teman gue" sapa bima

"Maafin gue Ken, Bim gue emang salah gak kasih tahu kalian kalau kalian dijodohkan tapi apalah dayaku, kalian juga sih musuhan jadi terpaksa deh gue gak kasih tahu kalian" ucap alfin dengan suara pelan agar tidak ada yang mendengarnya

Niken hanya menghembuskan nafas ia merasa kasihan jika ia menonjok saudaranya itu

"Iya deh gue maafin lo karena suasana hati gue sedang senang" ucap niken

"Senang?kalian udah pacaran?" ucap alfin dengan suara agak keras

Pletak

Bima menjitak kepala alfin yang gak bisa diam

"Gue lem mulut lo" ujar bima ketus

"Iya sorry" ucap alfin sembari mengelus kepalanya

"Jadi bener lo berdua udah pacaran" tanya alfin lagi dan dianggukin oleh Niken dan Bima

"Benarkan apa yang gue katakan kalau musuh itu bisa jadi cinta" ucal alfin

"Cinta apaan?" tanya siska penasaran

"Niken sama bima udah saling mencintai" jawab alfin dengan nada sedikit keras

Bugh

"Gue steples mulut lo" ucap niken kesal

"Iya-iya maaf ampun deh kok gue bisa punya saudara sama temen kejam kayak kalian" keluh alfin

To be continue

BimaNiken✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang