01|Perjodohan

669 33 5
                                    

Pagi ini sungguh cerah, tapi berkebalikan dengan Niken. Mood Niken sudah dibuat buruk oleh Mamanya yang selalu mendesak dirinya agar mau dijodohkan dan bukan hanya Mamanya tapi Papnya juga membuat Niken emosi pagi-pagi. "Ma, berapa kali Niken udah bilang Niken gak mau dijodohin!" seru Niken.

Dengan berkacak pinggang Eka, sang ibu menatap Niken tajam bagaikan singa yang ingin menerkam mangsanya, "Niken, kamu berani sama mama lihat tuh pa anakmu."

"Udahlah Niken kamu nurut sama mama kamu," ucap Dika, papa Niken sambil menghembuskan nafas kasar. Kenapa putrinya ini sungguh keras kepala. "Tapi kan niken gak mau pa," protes niken "Udah ah ayo Fin kita pergi!" lanjut niken.

"Eh iya-iya bentar." Alfin yang dari tadi hanya duduk manis disofa sambil bermain game mendengarkan Keluarga Wijaya berdebat. Baginya sudah biasa dan permasalahannya selalu sama yaitu PERJODOHAN.

Niken berjalan keluar rumahnya untuk pergi ke sekolah bersama Alfin. Hampir setiap hari dia pergi ke sekolah dengannya karena ada sebuah kejadian yang membuat dirinya hampir 2 bulan berangkat dengan Alfin.

Eka memandang Niken keluar dengan menghembuskan nafas kasar, sulit baginya membujuk Niken yang sifatnya sungguh keras kepala, ia pun mengalihkan pandangannya ke Alfin. "Fin, tolong tante ya bantu bujukin Niken biar mau dijodohkan," sambil memohon kepada Alfin karena ia yakin Alfin bisa membujuknya.

"Tenang aja tante, aku bakal berusaha untuk saudaraku yang keras kepala satu itu." Alfin yakin sekeras-kerasnya Niken, ia pasti bisa dibujuk oleh dirinya. Tidak ada yang tidak mungkin baginya, semuanya pasti bisa diubah jika Allah menghendaki. Njir mendadak puitis gue, batin Alfin

"Makasih Alfin kamu memang keponakan yang baik," ucap Eka kemudian memeluk Alfin sedangkan Dika hanya terseyum berharap keponakannya ini bisa membujuk Niken agar mau dijodohkan.

Alfinpun langsung menyusul Niken yang sedari dari sudah menunggunya didalam mobil sambil memegang handphone. Menyadari kehadiran Alfin, Niken membuka suara tanpa menoleh, "Lama banget sih lo barusan nyokap gue ngomong apaan sama lo, jangan bilang nyokap gue nyuruh lo buat bujuk gue," ia masih menatap handphonenya.

"Nah itu lo tai," canda alfin menetralkan suasana. Niken bukannya ketawa ia malah tambah marah "Tau goblok, lo sekolah berapa tahun sih!" protes Niken menatap Alfin tajam.

"Serah gue njir, mulut-mult gue." Bela Alfin pada dirinya sendiri membuat Niken kembali menatap handphonenya "Kenapa sih lo gak nurut aja sama nyokap lo mungkin itu yang terbaik."

Pletak

Niken yang sudah dari tadi kesal akhirnyapun menjitak kepala Alfin. "Sekali lagi lo bahas itu, lo bakal dapat lebih buruk dari ini."

"Iya-iya ampun deh gue punya saudara kejam amat sih kayak lo," ucap Alfin sambil mengusap-usap kepalanya.

"Apa barusan lo bilang?!" Tanya Niken dengan nada tinggi dan marah.

"Gapapa."

'Ampun deh gimana cara gue bujuknya orang dia galak bener' batin Alfin yang sedang mengelus-elus kepalanya yang tadi dijitak Niken.

Niken POV

Nama gue Niken Indriani Clarista Wijaya dan cowok yang sedang duduk disebelah gue itu saudara gue namanya Alfin Brahmana. Gue sama dia udah akrab dari kecil dan kalian pasti lihatlah pagi tadi ada sedikit cekcok antara gue dengan nyokap gue. Ya... kalian tahulah karena apa? Padahal usia gue belum juga genap 17 tahun.

Author POV

Alfin langsung menancapkan gas menuju ke sekolah mereka yaitu SMA Galaksi Internasional High School. Sekolahan yang bisa dibilang prioritasnya anak orkay, entah itu anak pejabat, direktur dan lainnya. SMA Galaksi Internasional High School termasuk sekolahan tervaforit.

Selama perjalanan hanya ada keheningan didalam mobil. Mereka disibukkan oleh kesibukan masing-masing. Alfin sibuk fokus menyetir, sedangkan Niken mentapa ke luar jendela.

Mobil Alfin memasuki pekarangan sekolahan. Seampainya mereka diparkiran, Alfin langsung mematikan mesinnya dan Niken langsung keluar mobil berjalan meninggalkan Alfin sendirian tanpa mengatakan sepatah kata apapun.

Niken berjalan menusuri balkon sekolahan, tapi tiba-tiba ada suara yang memanggil namanya membuat Niken menghentikan langkahnya.

"Niken!"



Cerita ini bakal aku revisi, gak ada yang berubah kok palingan cuma lebih panjang. Alurnya masih sama.

BimaNiken✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang