Selalu ada cahaya di setiap kegelapan. Walau hanya satu titik dan tersembunyi sekalipun. Pilihan kita hanya dua, Manfaat sebaik-baiknya. Atau diamlah, biarkan kegelapan itu mendekapmu selamanya
***
💕Mabest💕
Yiyis🐱:
Airraaa!!!!!Lucynda.Affanda
Hmm? Paan?Yiyis🐱
Abang lo ganteng banget Masyaallah!Lucynda.Affanda
Mau? Ambil aja
Eh, Adrian tadi ngomong apa?
Maiunicorn🦄
Tugas rahasia katanyaYiyis🐱
Hooh. Airra gaboleh tau katanya. Perintah calon imam gaboleh dibantah kan?Maiunicorn🦄
Idih, Airra mana mau punya kakak ipar titisan Suneo?Lucynda.Affanda
Gitu ya sekarang? Diracuni apa lu pada sama Adrian?-_-Yiyis🐱
Airra!!! Calon idaman gue gaboleh difitnah sembarangan!!!Airra mengunci kembali ponselnya. Percuma saja mencari tau sekarang. Nanti saja bertanya lagi. Sedikit negosiasi dengan Maya mungkin?
Sebenarnya seperti biasa, ia tak ingin terlibat. Jika saja bukan sahabatnya yang diajak kerjasama oleh Adrian, Airra takkan peduli. Namun kali ini, ia tau jelas bahwa tugas dari Adrian pasti akan menyusahkan dirinya.
Airra diam, menatap tembok kamar yang berwarna putih tulang. Sambil dengan santai memakan keripik kentang. Mata coklatnya menatap kosong. Berkutat dengan pikirannya sendiri.
"Airra! Ra! Woi!!!" Adrian menggedor-gedor pintu kamarnya tak sabaran. Airra menghela nafas kasar dan berjalan malas membuka pintu.
Tanpa mengatakan apapun, Adrian nyelonong masuk dan langsung meloncat ke kasur adiknya.
"Lo habis dari minimarket dan nggak ngajak gue? Tega banget lo!" Adrian yang menemukan keripik kentang Airra dan beberapa snack yang belum dibuka, seketika berteriak dramatis.
"Bawa aja semua! Tapi jangan ganggu gue! Udah sana keluar!"
"Wah... Gabisa gitu dong princess, gue kesini ada misi tersembunyi!" Kini posisinya duduk di kasur dan menatap Airra sok serius.
"Serius banget, ya? Sampe harus ngeracuni otak temen-temen gue?" Airra menyindir sinis.
"Banget banget banget, Ra! Ini bahkan melibatkan guru-guru sekolah, anggota OSIS, dan kehidupan lo jadi taruhannya, Ra!"
"Dih alay! Dasar drama Queen!"
"Drama King, sayang!" Adrian mengoreksi. Tidak terima jika dipanggil 'queen'.
Airra mendengus kasar, memerhatikan kakaknya yang dengan santai mengunyah makanannya tanpa merasa berdosa.
"Uda sana keluar, Yan!"

KAMU SEDANG MEMBACA
Line of Life
Teen FictionSiapa sangka gadis secerdas Airra akan masuk kelas buangan? Gadis yang membenci kata 'cinta' itu kini harus terperangkap dalam kehidupan yang terlalu banyak drama menurutnya. Sampai kapan drama ini berlangsung?Aku tidak pernah berharap dikenal siapa...