Kepalaku berat, alkohol sialan!
Entah berapa botol yang aku minum sampai aku merasa seburuk ini, arghh!
"Jangan muntah di kasur-"
"Hoek~~~~~"
Terlambat, ucapan Renjun terpotong ketika isi perutku sudah keluar semua.
"Lee Seoyeon, bersihkan semuanya!"
"Iya-iya! Tapi aku pinjam dulu kamar mandimu, yaampun," ucapku lalu lari terburu-buru ke kamar mandi Renjun.
Aku memuntahkan semua yang harus kumuntahkan sampai perutku terasa benar-benar lega.
Alkohol sialan, membuat pagiku buruk saja.
Setelah menyelesaikan urusanku, aku pun keluar mendapati Renjun yang sedang membersihkan sisa-sisa perbuatanku tadi.
"Kenapa kau yang membereskannya?"
"Menunggumu membersihkannya hanya akan membuat aroma muntahanmu menyebar ke seluruh penjuru apartemenku. Sekarang cuci muka dan sikat gigimu, sop penghilang mabuk nya sudah kubuatkan," celoteh Renjun panjang.
Renjun itu aneh, seperti ibu-ibu. Kerjaannya hanya mengomel tapi di saat bersamaan ia juga sangat perhatian.
Aku pun menurut dan kembali ke kamar mandi untuk mencuci muka dan menyikat gigiku.
Aku baru sadar kalau diriku sudah tidak memakai pakaian yang kemarin, melainkan sudah berganti dengan sweater putih panjang yang menutupi pahaku.
Aroma khas Renjun juga tercium dari sweater ini, sepertinya ini memang sweater miliknya.
Ah, pasti Renjun yang menggantikannya.
Tunggu? Tapi bagaimana aku bisa berakhir disini?
"Oi Renjun, kenapa aku bisa berakhir di tempatmu?" tanyaku padanya yang sedang menunggu kedatanganku untuk memulai sarapan kami pagi itu.
"Harusnya aku yang bertanya padamu. Kenapa di antara semua orang harus aku yang kau telepon di saat mabuk?"
"A-apa kau bilang?! Aku menelponmu!?" ku terkejut, bahkan hampir menyemburkan air yang sedang kuminum.
"Iya, akhirnya aku menghubungi Minnie untuk mengetahui lokasimu dan menjemputmu," tutur Renjun menjelaskan.
"L-lalu apa saja yang ku katakan? A-aku tidak berbicara yang aneh-aneh kan?" tanyaku khawatir.
Walau samar, aku mengingat ucapan-ucapanku yang mengatai Renjun keparat dan sebagainya.
Ya bagaimana tidak? Aku kan kemarin ke tempat itu dengan pikiran yang dihantui oleh Renjun dan Saerom.
"Kau menghinaku, mengusirku untuk menemani Saerom noona dan-"
"STOP! Okay, aku sudah ingat semuanya sekarang."
Bohong sih, tapi setidaknya aku sudah mendapatkan gambaran besar apa saja yang kukatakan kemarin malam saat mabuk.
Ah sial, bodohnya diriku!
"Ini semua salahmu," ku menuduh Renjun.
"Y-yah? Kenapa jadi salahku?!"
"Ya tentu salahmu membuatku penasaran! Saking penasarannya bahkan sampai mabuk pun masih aku pikirkan."
"Sebegitu penasarannya ya?" tanya Renjun.
Aku mau tidak mau mengangguk, ya setidaknya mengakui alasan ini lebih aman.
Eh tunggu? Memangnya ada alasan lain lagi dibalik itu semua?
Aku memang hanya penasaran saja kan?
KAMU SEDANG MEMBACA
RENJUN'S JOURNAL
FanfictionMini series collection of Renjun x Girls ❤️ cast: Huang Renjun NCT Dream List: 1. X Lee Seoyeon fromis9 - No Strings Attached [𝗖𝗢𝗠𝗣𝗟𝗘𝗧𝗘𝗗] 2. X Shin Ryujin ITZY - Huang Seonsaengnim [𝗖𝗢𝗠𝗣𝗟𝗘𝗧𝗘𝗗] 3. X Lee Nakyung fromis9 - Begin Again...
