Huang seonsaengnim pt.2

1K 120 8
                                        

"Paman, kenapa laporan ini harus menunggu acc dari pihak LM dulu? Bukankah ini project kita?" tanya Ryujin bingung. Ia memang masih sangat baru dalam urusan seperti ini. Kalau bukan karena keadaan, mungkin ia sekarang bisa bersenang-senang dengan teman-teman sepantarannya di pusat perbelanjaaan.

Apa daya, Tuhan ingin memandirikan Ryujin lebih awal dibandingkan teman-temannya yang lain.

"Iya memang project kita, tapi LM itu agensi yang akan mengurus perizinan nya nanti jadi tetap perlu acc dari mereka," jelas paman Choi dengan sabar.

"Sungguh merepotkan," decih Ryujin memijit pelipisnya.

Cklek!

"Baby, I brought lunch for you," seru seorang pemuda yang dengan lancangnya masuk ke ruangan Ryujin dengan sebungkus makanan cepat saji yang ia beli.

"Oh Hyunjin, finally you're coming," sahut Ryujin lalu berangsur memeluk Hwang Hyunjin, kekasihnya.

Paman Choi di ruangan itu hanya menggelengkan kepalanya melihat dua pemuda pemudi yang sedang dimabuk asmara saat ini.

"Kalau sudah cukup, saya tinggal dulu, terima kasih," pamit paman Choi meninggalkan kedua sejoli itu di ruangan.

Hyunjin lalu mengecup singkat bibir Ryujin,"kau terlihat suntuk sekali, ada apa?"

"Aku bahkan tidak tau masalahnya apa, yang pasti semuanya memusingkanku, aku sungguh lelah," jawab Ryujin.

"Makanlah dulu, kau membutuhkannya," ucap Hyunjin.

Ryujin pun menyantap makanan yang Hyunjin bawa untuknya sembari diselingi oleh obrolan ringan.

"Nanti malam, Felix akan traktir minum di kelab biasa kita berkumpul, kau ikut?" tanya Hyunjin.

Ryujin terlihat sedang mempertimbangkan, kalau ia ikut berpesta maka itu berarti Yujin akan sendirian di rumah malam ini. Apa tidak masalah?

"Kurasa tidak bisa, Yujin akan sendirian nanti."

"Hanya sekali ini saja kok, lagipula kan kau sudah lama tidak ikut berpesta. Ayolah, kau juga butuh hiburan bukan?" kali ini Hyunjin menggenggam tangan Ryujin untuk membujuk gadis itu.

Ryujin terlihat masih ragu, namun bujukan Hyunjin padanya membuat Ryujin akhirnya mengangguk, menyanggupi ajakan Hyunjin.

"Nah, itu baru gadisku."

"Yujin, ayo ikut Huang-ssaem, kita tunggu unnie mu di luar ya," ajak Renjun menggandeng Yujin yang sedari tadi masih menunggu jemputannya sore itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Yujin, ayo ikut Huang-ssaem, kita tunggu unnie mu di luar ya," ajak Renjun menggandeng Yujin yang sedari tadi masih menunggu jemputannya sore itu.

Ini sudah sebulan Yujin di TK ini dan untuk pertama kalinya Yujin dapat bertahan selama ini di satu TK.

Yujin yang seharian sudah ceria lagi-lagi nampak murung karena unnienya untuk kesekian kalinya telat menjemput.

RENJUN'S JOURNALTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang