begin again pt.3

699 77 15
                                        

"Seoyeon-ah, ini gila! Kenapa harus Renjun sih?" oceh Nakyung di telepon kepada sahabatnya.

"HAHAHAHA, sudahlah Nakyung. Mungkin kalian memang ditakdirkan bersama," sahut sahabatnya dari seberang sana.

"Yah! Jangan berbicara sembarangan begitu Seoyeon-ah!"

"HAHAHA, kau yang harusnya berhenti membohongi perasaanmu bodoh!" cibir Seoyeon dengan teganya.

"Apa-apaan maksudmu sih? Hey dengarkan aku ya Lee Seo-"

"Kau yang dengarkan aku Lee Nakyung. Perasaanmu padanya itu belum sepenuhnya selesai dan aku yakin dia juga begitu. Jika sekarang kau tiba-tiba dipertemukan lagi dengannya, tidakkah itu berarti sesuatu?" tutur Seoyeon memotong ucapab Nakyung.

"Kau terlalu banyak menonton drama dengan ibu mertuamu. Di dunia nyata mana ada yang seperti itu," oceh Nakyung.

"HAHAHA, hey kau lupa ya alasanmu menutuskan Renjun? Jika dijadikan cerita drama, itu pasti akan sangat laku bukan?"

Perkataan Seoyeon barusan semakin membuat Nakyung merasa sesak mengingat masa lalunya.

Terutama rasa bersalahnya pada Renjun.

"Nako-ya, kau masih disana?" teguran Seoyeon membuyarkan lamunan Nakyung.

"I-iya aku masih disini."

"Apa yang kau lamunkan? Ayo ngaku," tagih Seoyeon sudah mengenal kebiasaan Nakyung yang satu itu.

"Seoyeon-ah, Renjun pasti membenci diriku ya sekarang?" tanya Nakyung.

"Entah, bukan tempatku untuk menjawab itu. Kau tanyakan sendiri saja ke pihak bersangkutan."

"Haish, kau tidak membantu sama sekali," rengek Nakyung.

"Yah, kau yang tidak membantu dirimu sendiri dengan overthinking seperti itu," Seoyeon mengomel balik.

Sialnya memang yang perempuan itu katakan benar adanya.

Jika dipikir-pikir pertemuan Nakyung barusan dengan Renjun di restoran China memang berjalan seperti pertemuan bisnis pada umumnya.

Renjun saja terlihat santai bahkan bersikap amat profesional, berbanding terbalik dengan Nakyung yang jadi serba kikuk selama di pertemuan tadi.

Sungguh tidak profesional, Nakyung akui itu.

Tapi bagaimana? Debaran hati serta perasaan hangat yang sudah lama tak ia rasakan seakan mencuat kembali ke permukaan.

Tapi bagaimana? Debaran hati serta perasaan hangat yang sudah lama tak ia rasakan seakan mencuat kembali ke permukaan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
RENJUN'S JOURNALTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang