"Nak, titip adik mu ya. Bacakan ia dongeng setiap menjelang tidur, okay?" pesan eomma padaku yang kutanggapi dengan anggukan, mana bisa menolak coba? Kan aku anak, jadi hanya bisa menurut.
"Sesekali kau juga ke kantor ya, Pak Choi akan membantu dan mengajarimu sedikit-sedikit tentang perusahaan kita sebelum nanti kau yang akan mengambil alih sepenuhnya," kali ini appa yang berpesan tidak lupa dengan menepuk lembut pucuk kepalaku.
Sekali lagi aku hanya mengangguk sebelum mereka akhirnya pergi menuju pesawat yang akan mengantar mereka ke Jepang malam ini.
Mereka hanya berpesan padaku mengenai adik dan kantor, tapi mereka melupakan diriku.
Apa aku sedih? Oh tidak, sudah kebal.
Sedari kecil aku sudah kebal dengan orang tua sibuk seperti mereka. Diacuhkan, dititipkan di penitipan anak, dan saat sudah beranjak remaja sudah dicekoki urusan perusahaan.
Yasudah lah, jika aku protes terus yang ada aku dicibir tidak tahu berterima kasih.
"Orang tua mu kaya, bersyukurlah sedikit. Setidaknya apa yang kau inginkan selalu dikabulkan bukan?"
"Aduh, hidup mu kurang apa lagi sih? Apa yang kau mau selalu kau dapatkan, bersyukurlah sedikit."
"Aku benar-benar tidak mengerti bisa-bisanya kau masih protes di saat kau sudah memiliki semua ini."
Dan masih banyak lagi omelan, ocehan tentang diriku yang tidak bersyukur dengan apa yang kumiliki.
Ya, anggap saja mereka benar. Aku tidak peduli.
Tidak sampai dua jam aku kembali dari bandara diantar oleh supir keluarga, aku menerima panggilan masuk.
"N-nona..."
"Iya Pak Choi? Kenapa?"
"P-pesawat yang ditumpangi tuan dan nyonya mengalami kecelakaan."
"A-apa!?"
Ya, di detik itu juga aku menyadari betapa aku tidak bersyukur atas keberadaan kedua orang tua ku.
Kenapa semendadak ini?
Air mata ku tumpah, ini terlalu tidak nyata.
Iya, aku yakin ini hanya mimpi.
Tetapi sayang, tayangan dari televisi yang kebetulan sedang ku biarkan menyala di ruang tengah mengkonfirmasi bahwa ini bukan mimpi.
"Berita terkini, pesawat Korea Airlines tujuan Jepang meledak di tengah penerbangan. Penyebab masih belum diketahui, tetapi diperkirakan tidak ada korban selamat dari insiden ini."
"Nona Shin, kau b-baik-baik saja disana?" tanya Pak Choi dari seberang sana.
Aku tidak menjawab, lebih tepatnya tidak bisa.
Ini sungguh terlalu mendadak, akalku masih belum bisa memproses berita ini.
Appa dan eomma? Kenapa secepat ini?
KAMU SEDANG MEMBACA
RENJUN'S JOURNAL
Fiksi PenggemarMini series collection of Renjun x Girls ❤️ cast: Huang Renjun NCT Dream List: 1. X Lee Seoyeon fromis9 - No Strings Attached [𝗖𝗢𝗠𝗣𝗟𝗘𝗧𝗘𝗗] 2. X Shin Ryujin ITZY - Huang Seonsaengnim [𝗖𝗢𝗠𝗣𝗟𝗘𝗧𝗘𝗗] 3. X Lee Nakyung fromis9 - Begin Again...
