Matahari sudah berada di posisi yang cukup tinggi, tandanya hari sudah cukup siang sekarang. Biasanya, ini adalah waktunya orang-orang di tempat kerja sudah mulai memikirkan mau makan siang apa hari ini.
Ya, itu jika kalian bekerja.
Berbeda dengan tokoh di cerita kita kali ini, seorang perempuan yang baru memasuki usianya yang ke-22 tahun ini.
Gadis seumurannya semestinya sekarang sedang berkuliah, menuntut ilmu untuk membekali diri di masa depan atau bekerja, menjadi produktif untuk keperluan diri sendiri maupun keluarga.
Tapi, tidak dengan Kinan.
Gadis ini memilih untuk tidak melanjutkan studinya ke bangku perkuliahan. Ia lebih tertarik merintis usahanya sendiri meskipun sampai detik ini tidak ada titik terang sama sekali.
"Kinan! Ish, bangun gak?! Ini udah siang banget tau!" omel Ibu membangunkan putri sulungnya.
"Lima menit lagi ya, Bu," rengek Kinan masih betah di kasurnya.
"Gak ada nanti-nanti lagi! CEPET!"
💚
Kinan menguap malas, lagi-lagi ia terjebak di tengah pembicaraan tidak berguna antara sang Ibu dengan tetangganya, Mpok Sukma. Tahu begini, harusnya Kinan lanjut tidur saja tadi.
"Kamu gak mau coba kerja lagi? Balik ngumpulin modal usahamu," tanya Mpok.
"Iya, aku udah lamar ke beberapa tempat dan sekarang lagi nunggu respon dari tempat ku lamar kerja," jelas Kinan.
Kinan tahu, duduk diam dan mempelajari pelajaran-pelajaran secara akademis sama sekali bukan keahliannya. Bisa lulus sekolah saja sudah sangat bersyukur kok. Makanya Kinan yakin, keputusan untuk tidak berkuliah adalah pilihan yang tepat.
Selain itu, ia juga memiliki keinginan untuk membangun usahanya sendiri yaitu usaha Dosirak atau usaha bekal makan ala Korea. Selain penggemar Kpop sejati –namun kere– Kinan juga hobby masak dan tertarik dengan dunia kuliner, itulah mengapa ia ingin membangun usaha itu.
Namun, modalnya tentu tidak kecil. Ibu Kinan yang sudah sendiri sekarang tentu tidak bisa menyanggupi Kinan untuk modal usahanya. Terlebih lagi, adik lelakinya masih bersekolah.
Selama ini Kinan sudah bekerja paruh waktu ke sana ke mari untuk menabung, namun tentu tidak semua uangnya bisa tertabung karena ia masih harus membantu Ibu membayar beberapa tanggungan. Terlebih, belum lama ini, Kinan pernah tertipu sebuah group order album Kpop abal-abal. Kinan termakan rayuan album bekas fansign dengan harga 30% lebih murah. Berharap untung, ujungnya justru apes. Kasihan.
Dan sebuah masalah terjadi di tempat Kinan bekerja, membuatnya lagi-lagi harus kehilangan mata pencahariannya dan mulai kembali mencari tempat kerja yang lain.
Ya, hidup memang sekeras itu semenjak mendiang Bapak tidak ada.
"Mpok ada kenalan, majikannya lagi nyari baby sitter. Kamu mau? Gajinya lumayan loh, dan kamu juga bisa dapet fasilitas tinggal di rumah besarnya nanti," tutur Mpok Sukma menawarkan Kinan.
"Ih, aku gak mahir ngurusin anak-anak. Yang ada, anak orang bisa nangis karena a–" ucapan Kinan terhenti ketika sang Ibu menyenggolnya.
"Coba aja dulu, lagian ini udah hampir empat bulan kamu nganggur. Nunggu kepastian dari tempat-tempat kamu ngelamar kayaknya akan buang waktu lagi. Mending bukankah kamu coba dulu datengin tempat yang Mpok Sukma bilang tadi, gimana?" jelas Ibunya panjang lebar, berharap Kinan mau menurut.
"Bu, aku itu gak bisa ngadepin anak-anak," rengek Kinan lagi.
Baru saja Ibu mau membalas perkataan Kinan, tetapi pintu rumahnya tiba-tiba terbuka menampilkan sang adik yang masih lengkap dengan seragam sekolahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
RENJUN'S JOURNAL
FanfictionMini series collection of Renjun x Girls ❤️ cast: Huang Renjun NCT Dream List: 1. X Lee Seoyeon fromis9 - No Strings Attached [𝗖𝗢𝗠𝗣𝗟𝗘𝗧𝗘𝗗] 2. X Shin Ryujin ITZY - Huang Seonsaengnim [𝗖𝗢𝗠𝗣𝗟𝗘𝗧𝗘𝗗] 3. X Lee Nakyung fromis9 - Begin Again...
