begin again pt.4

760 72 15
                                        

Aroma citrus yang menyegarkan memenuhi indera penciuman Nakyung saat ia baru memasuki ruangan Renjun.

Aroma kesukaan Renjun sedari dulu, bahkan sampai saat ini masih sama. Nakyung jadi ingat bagaimana aroma kamar dorm Renjun saat dulu ia bermain kesana.

"Permisi tuan, tuan Daehwi dan nona Nakyung sudah tiba," ucap sekretaris Renjun yang mengantarkan Daehwi dan Nakyung ke ruangan yang sudah dipenuhi oleh beberapa orang disana.

"Tolong buatkan secangkir kopi untuk Daehwi dan 1 gelas cokelat panas untuk nona Lee, terima kasih," pinta Renjun kepada sekretaris pribadinya.

Mungkin terdengar biasa, tapi Nakyung tidak bisa menahan degup hatinya menyadari kalau Renjun masih nengingat fakta bahwa lambung Nakyung tidak bisa mentolelir kafein dengan baik.

Renjun lalu mempersilahkan kedua tamunya untuk duduk dan memulai pembahasan mengenai kerja sama dan konsep yang pihak Renjun harapkan dari Nakyung.

Selama pertemuan, Nakyung sama sekali tidak bisa berkonsentrasi. Hatinya tidak karuan dan matanya tidak bisa untuk tidak mencuri pandang ke arah Renjun.

Mendengar suara pemuda itu saat berbicara dan tertawa, benar-benar membuat semua kenangan mansi yang pernah ia bagi bersama Renjun kembali berputar di benaknya.

Hati Nakyung sesak, ia akui ia memang masih mencintai pemuda itu. Sangat.

Ia rindu, sangat rindu berada dalam dekapan hangat Renjun, satu-satunya pemuda yang pernah membuatnya merasa dicintai dab diterima.

Ia ingin merasakan hangat dekapan Renjun. Ia rindu rasa mendesir yang ia rasakan tiap kali Renjun menatap dan tersenyum hangat ke arahnya di masa lalu.

"Lee Nakyung, tahan tangisanmu dan fokus dengan pekerjaanmu!" Nakyung memperingati dirinya sendiri dalam hati.

Tidak Nakyung ketahui saja kalau Renjun juga merasakan hal yang sama. Hanya saja pemuda itu lebih mahir menyembunyikannya.

"HAHAHA, apa sih yang Hwang Yeji itu pikirkan sampai mau menerimamu menjadi kekasihnya?" tawa seluruh orang di salah satu meja kelab malam itu meledak mendengar pertanyaan Jeno mengenai Yeji, kekasih baru Haechan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"HAHAHA, apa sih yang Hwang Yeji itu pikirkan sampai mau menerimamu menjadi kekasihnya?" tawa seluruh orang di salah satu meja kelab malam itu meledak mendengar pertanyaan Jeno mengenai Yeji, kekasih baru Haechan.

"Ya, aku tuh mempesona makanya seorang model sekelas Yeji tertarik padaku," bela Haechan.

"Padahal aku juga mengincarnya tapi tak disangka seleranya aneh jadi lebih memilihmu," tambah Hyunjin, salah seorang teman mereka.

"Hey sudah, hari ini kita tahan dulu caci maki kita untuk Haechan. Malam ini kan kita open table khusus untuk menyambut Renjun," ucap Han Jisung secara tidak langsung menyelamatkan Haechan dari hinaan lebih lanjut.

"Hey, kenapa dihentikan? Padahal aku sedang menikmati waktuku mendengar cacian untuk Haechan," respon Renjun.

Ia nampak sudah lebih relaks setelah meminum beberapa gelas alkohol disana bersama teman-temannya dibawah gerlapan lampu serta dentangan musik.

RENJUN'S JOURNALTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang