no strings attached pt.5

1.2K 99 18
                                        

Seluruh penghuni kelas terkejut, terlebih lagi aku, Minnie dan 3 teman Renjun di belakang.

"Yah, kukira anak itu mau ke toilet tadi, tidak kusangka ia malah mengajak Soha berkelahi," ucap pemuda yang ku ketahui bernama Jeno itu, salah satu teman Renjun.

Mereka segera bergegas menghampiri Renjun untuk menahannya.

"Yah! Apa urusanmu sampai membela perempuan murah-"

Bugh!

Mampus.

Ia sekali lagi terkena bogem mentah dari Renjun.

"Aku bilang tutup mulutmu!" bentak Renjun membelaku.

Kenapa Renjun semurka ini? Kupikir ia akan diam saja dan bertingkah seakan tidak mengenalku seperti kesepakatan yang kami buat waktu itu.

Soha –nama lelaki itu, pun juga meninju Renjun kembali, membalas apa yang Renjun lakukan padanya.

Renjun yang sudah ditahan dan sedang coba ditenangkan ketiga temannya pun melepaskan diri untuk membalas kembali apa yang Soha lakukan sehingga keadaan kelas pun menjadi semakin kacau.

Perkelahian terjadi, semua perempuan disana histeris termasuk diriku.

Aku tidak mau Renjun terluka.

Sampai akhirnya dosen kami di jam itu masuk dan menghentikan semuanya.

Renjun dan Soha, keduanya diamankan dan kegiatan belajar kami kembali dilanjutkan.

Sepeninggalnya Renjun dan Soha, diikuti oleh teman-temannya juga, kelas kembali kondusif.

Tapi aku bisa mendengar bisik-bisik mereka yang membicarakan kejadian tadi.

"Soha itu memang sudah wajar sih berbuat keonaran, tapi Renjun? Kenapa ia tiba-tiba bisa murka saat Soha menghina Seoyeon ya?"

"Baru kali ini aku lihat Renjun semurka itu."

"Seoyeon dan Soha saling bermasalah sih aku sudah tidak heran, tapi Renjun?"

"Yah, apa jangan-jangan Renjun dan Seoyeon?"

"Padahal Renjun selalu acuh tidak acuh, makanya tidak pernah terlibat masalah sama sekali."

"Soha memang keterlaluan sih, tapi Seoyeon yang dihina saja tidak berbuat apa-apa, kenapa Renjun yang jadi tidak santai?"

Dan masih banyak lagi bisik-bisik keheranan dari mereka.

Aku sendiri juga heran, tapi daripada itu aku lebih mengkhawatirkan nasib Renjun sekarang.

Aku akan ke ruang kesehatan setelah ini, kasihan Renjun. Ia terluka karena membelaku.

 Ia terluka karena membelaku

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
RENJUN'S JOURNALTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang