"ahhhhh, kenapa harus dia????" rengekku entah pada siapa.
Aku menatap pantulan diriku yang sedang menyikat gigi, masih dengan busa di mulutku.
"Cho Miyeon, dosa apa yang kau perbuat di kehidupan sebelumnya sampai kau bisa sesial ini hah? Haiisshh," ucapku menunjuk bayangan diriku sendiri. Mengacak rambutku kasar, aku lalu segera berkumur mengakhiri kegiatanku tadi.
Minnie menelepon, aku mengangkatnya dan mengaktifkan speaker sehingga aku tetap bisa mengobrol sembari menyiapkan sarapan.
"Kenapa?" tanyaku membuka pembicaraan.
"HEY! KENAPA BARU CERITA KALAU KAU SEMPAT HAMPIR ONE NIGHT STAND DENGAN SEORANG LELAKI SAAT KITA DI PATTAYA KEMARIN HAH!?" Minnie bertanya dengan hebohnya.
Iya, memang kejadian dengan Renjun malam itu aku simpan sendiri selama ini. Baru kemarin, sepulang dari makan malam dengan Renjun aku menceritakannya pada Minnie. Tidak heran ia seterkejut ini.
"Yah kan hanya hampir, toh kami tidak jadi melakukannya kok," sahutku enteng sembari mengancingkan kemejaku.
"Dan kau bilang, pemuda malam itu adalah adik dari Dong Sicheng yang akan menggantikannya untuk menikahimu?" tanya Minnie lagi.
"Iya, lebih tepatnya adik tiri. Memang sih, keduanya sama-sama tampan tapi kepribadian mereka sangat bertolak belakang."
"Bertolak belakang baga–"
"Bocah itu mesum! sangat amat mesum dan selalu menggoda oh tidak, lebih tepatnya ia senang membuatku marah dengan terus mengungkit pertemuan pertama kami di Pattaya. Sumpah, jika aku tidak ingat tempat, mungkin sudah kujewer kuping anak itu!" ocehku menuturkan segalanya.
"HAHAHAHA.. kau lebih terdengar seperti menghadapi anak kecil yang nakal dibanding calon suami sendiri," tanggap Minnie dengan tawanya yang menggelegar.
"YA MEMANG KENYATAANNYA DIA ITU ANAK KEC– oh astaga, Minnie aku akan menghubungimu lagi nanti," pamitku lalu segera mematikan panggilan.
Saat mengobrol dan mengoceh tadi, aku melakukannya sembari menyirami tanaman-tanaman koleksiku di balkon kamar tapi mungkin karena saking terbawa emosinya, aku tidak sengaja menyenggol salah satu pot milikku dan menyebabkan pot berisi tanaman kesayanganku itu jatuh ke bawah.
Ah, bungaku yang kurawat selama ini....
Bisa lebih sial lagi tidak hidupku?
Aku melangkah turun dari kamarku untuk keluar merapikan pot ku yang jatuh barusan. Saat baru membuka pintu, aku mendapati Renjun berdiri di depan pintu dengan pot ku yang tadi jatoh di tangannya.
"Kak Miyeon, kepalaku terluka akibat pot mu yang jatuh barusan," ucap pemuda yang terus mengaduk emosiku dari kemarin. Saat kulihat, kepalanya memang berdarah, sepertinya ini akibat dari potku yang jatuh itu.
"K-kepalamu? Jadi kau ter– yaampun, ayo masuk cepat!" ucapku langsung menuntunnya duduk di sofa ruang tamu. Pantas pot ku tidak pecah, ternyata benda itu tidak keburu menghantam tanah melainkan mengenai kepala Renjun.
"Bungaku sayang, kau selamat," ucapku memeluk sayang bunga yang kurawat tersebut sebelum ku letakkan di rak tanaman.
Aku lalu mengambil kotak P3K untuk mengobati luka di kepala Renjun. Setidaknya, aku harus membersihkannya dulu sebelum kubawa ke rumah sakit.
"Sini kepalamu," ujarku.
Astaga bocah ini, masih sempat-sempatnya modus.
Ia dengan seenak jidat langsung menidurkan kepalanya yang terluka itu di pangkuanku.
KAMU SEDANG MEMBACA
RENJUN'S JOURNAL
FanfictionMini series collection of Renjun x Girls ❤️ cast: Huang Renjun NCT Dream List: 1. X Lee Seoyeon fromis9 - No Strings Attached [𝗖𝗢𝗠𝗣𝗟𝗘𝗧𝗘𝗗] 2. X Shin Ryujin ITZY - Huang Seonsaengnim [𝗖𝗢𝗠𝗣𝗟𝗘𝗧𝗘𝗗] 3. X Lee Nakyung fromis9 - Begin Again...
