Langkah kedua kaki jenjang nan putih milik Ryujin melangkah terburu-buru menuju ke lokasi dimana adik semata wayangnya berada.
Sepertinya Shin Ryujin benar-benar perlu melatih kedisiplinan waktunya.
Bahkan di acara sepenting ini saja ia bisa-bisanya terlambat.
"Astaga, bisa-bisanya aku ketiduran di salon," Ryujin merutuki kecerobohannya.
Saking terburu-burunya, perempuan itu hampir saja terjatuh karena terantuk batu kerikil. Syukur saja Ryujin tidak benar-benar terjatuh menghantam tanah karena ada kedua tangan yang menahan tubuhnya.
"Hm, kebiasaan," sang penolong membuka suara.
Suara yang sudah sangat akrab di telinga Ryujin, suara milik Renjun. Pemuda yang sekarang sudah menjadi kekasihnya sekaligus mantan guru adiknya.
"Y-ya maaf, aku tadi ketiduran di salon," jelas Ryujin dengan wajah memelas yang terlihat imut.
Kalau sudah begitu, siapa coba yang tidak luluh?
Tapi tidak dengan Renjun, alih-alih luluh dengan ekspresi Ryujin. Pemuda itu menjitak pelan kepala gadisnya itu.
"Itu hukuman untukmu, sekarang ayo kita masuk," ajak Renjun lalu menggandeng tangan Ryujin erat.
Pas sekali saat mereka berdua masuk, penampilan dari Yujin bersama teman-temannya baru mendapag giliran.
Wajah polos Yujin nampak mencari-cari keberadaan sang kakak dan bibir kecilnya seketika menyunggingkan senyum bahagia ketika bertemu pandang dengan kakak perempuannya.
Sungguh, Ryujin yang melihat ekspresi bahagia Yujin seperti itu menjadi terharu. Rasanya sudah lama sekali ia tidak melihat adiknya sebahagia itu.
Hari ini adalah pementasan untuk perpisahan Yujin dan teman-teman seangkatannya.
Ya, tidak terasa memang kalau Yujin si cengeng yang dulu sempat dikeluarkan beberapa TK, sudah 2 tahun di TK ini dan sekarang ia akan memasuki jenjang sekolah dasar.
"Yujin menggemaskan sekali," gumam Ryujin dengan tatapan berbinar melihat Yujin di atas panggung.
Renjun hanya menanggapi dengan senyuman dan mengelus telapak tangan Ryujin yang masih digenggamnya.
Penampilan pun dimulai, Yujin bersama teman-temannya menampilkan tarian sederhana yang mampu membuat para orang dewasa disana memekik gemas.
Seusai pementasan hari itu, Ryujin dan Renjun lalu menyambut Yujin yang masih lengkap dengan riasan serta kostumnya.
"Unnie! Oppa!" panggil Yujin dengan semangat lalu berlari kecil ke arah Renjun dan Ryujin.
"Yujin-ah, penampilan yang bagus! Yujin dan teman-teman Yujin sangat mahir menari," puji Renjun tersenyum lembut sembari mengusap gemas rambut Yujin.
"Terimakasih Injun-oppa," sahut Yujin.
Ah, kalian pasti bertanya kemana panggilan 'Huang-ssaem' yang selalu Yujin pakai untuk memanggil Renjun?
Ya, saat ini memang Renjun sudah tidak mengajar lagi disana karena ibu Renjun, yang ternyata adalah pemilik dari TK ini meminta Renjun untuk membantu ayahnya di perusahaan keluarganya.
Semenjak itu pulah, Yujin sudah tidak memanggil Renjun dengan panggilan itu. Lagipula, semenjak Ryujin dan Renjun menjalin hubungan, Yujin suka gemas dan ingin ikut-ikutan Ryujin untuk memanggil Renjun dengan sebutan 'oppa'.
Jadi ketika Renjun sudah berhenti menjadi gurunya, Yujin sebenarnya senang karena bisa memanggil Renjun dengan sebutan 'oppa'.
Nampaknya gadis ini memang masih menganggap mantan gurunya ini sebagai pangeran berkuda putihnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
RENJUN'S JOURNAL
FanfictionMini series collection of Renjun x Girls ❤️ cast: Huang Renjun NCT Dream List: 1. X Lee Seoyeon fromis9 - No Strings Attached [𝗖𝗢𝗠𝗣𝗟𝗘𝗧𝗘𝗗] 2. X Shin Ryujin ITZY - Huang Seonsaengnim [𝗖𝗢𝗠𝗣𝗟𝗘𝗧𝗘𝗗] 3. X Lee Nakyung fromis9 - Begin Again...
