notice me noona pt.1

988 52 25
                                        

Huang Renjun, seorang mahasiswa teknik yang kini sedang fokus mengerjakan tugasnya di perpustakaan kota. Cahaya senja yang melewati kaca jendela di sebelahnya seakan semakin memperindah ketampanan wajahnya. Namun sayang, parasnya harus dihiasi dengan ekspresi kegusaran akibat repotnya tugas di hadapannya kini.

Drtt-drt

Getar ponselnya memecah sejenak konsentrasi Renjun. Karena merasa terganggu, tidak heran jika sang penelepon akhirnya disambut oleh rutukan Renjun.

"Kak, aku sedang repot sekarang, cepat katakan apa yang kau mau! Jangan basa-basi," omel Renjun tanpa memberi kesempatan pada penelpon –sekaligus penganggu belajarnya untuk menyapa lebih dulu.

"O-oi Renjun, kenapa ketus sekali? Hahaha," astaga, baru saja diberitahu untuk tidak berbasa-basi, sang penelpon malah membuka pembicaraan dengan pertanyaan seperti itu.

"Kak, cepatlah! Atau aku matikan seka–"

"Iya iya, kalau kau segalak ini mana ada perempuan yang mau denganmu hm," komentar pemuda yang lebih tua itu dari seberang sana.

"Kak, aku akan benar-benar mematikannya sekara–"

"Tunggu! Astaga anak ini, kakak mau meminta tolong padamu untuk menjemput kekasih kakak di tempat kerjanya."

"Memangnya kau kemana sampai memintaku untuk menjemputnya? Kan yang kekasihnya itu dirimu, bukan aku," balas Renjun. Suasana hatinya semakin buruk mendengar permintaan sang kakak. Benar-benar seperti laki-laki tidak bertanggung jawab.

"Kau tahulah, setelah kembali dari AS aku masih harus mengurusi beberapa hal lagi," elaknya.

"Mengurusi apa? Bertemu dengan teman-temanmu dan bersenang-senang di kelab malam? Begitu?"

"Hahahaha itu salah satunya, tolong ya adik! Lagipula tidak ada salahnya kan aku melepas rindu dengan para sahabatku sebelum aku kembali lagi nanti ke AS? Sampai jumpa!"

Tut.

"Kak? Kak Jun? Brengsek!" rutuk Renjun mendapati panggilannya sudah diakhiri secara sepihak oleh sang kakak.

Kepenatannya semakin menjadi, tugas di depan mata belum selesai tiba-tiba saja kakaknya meminta tolong dengan seenak jidat. Ini juga bukan kali pertama kakaknya meminta tolong padanya. Selama kakaknya di AS, urusan kekasihnya selalu diserahkan pada Renjun. Sekarang saat sudah di Korea pun, kakaknya ternyata masih saja menitipkan kekasihnya pada Renjun.

"Renjun, tolong siapkan bunga ya untuk ulang tahunnya. Nanti aku transfer uangnya, kalau perlu temani ia makan soalnya aku tidak bisa menemaninya."

"Adik ku, tolong kakakmu ini untuk menghadiri acara kelulusan kekasih kakak ya hahahaha, hadiahnya juga tolong kau carikan, nanti uangnya akan kakak ganti kok."

Dan masih banyak lagi hal-hal yang selalu kakaknya minta dari Renjun.

"Haish, kalau begini bukankah lebih baik diakhiri saja hubungan mereka itu dan biar aku yang memacari perempuan itu? Aish," gerutu Renjun lagi mengacak rambutnya.

RENJUN'S JOURNALTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang