begin again pt.5

893 68 20
                                        


"A-aku lelah Renjun, lelah seperti ini. A-aku.."

Dan bibir tipis Nakyung terbungkam oleh bibir Renjun yang menciuminya dengan teramat lembut.

Awalnya Nakyung hanya diam, tidak membalas perlakuan Renjun pada bibir ranumnya. Logika dan hatinya masih terus berdebat.

Tapi untuk malam ini, sepertinya hati Nakyung yang keluar jadi pemenang.

Perempuan itu sadar, ia sudah terlanjur merindukan Renjun. Ia sudah jatuh terlalu dalam pada lelaki ini. Efek Renjun pada hatinya masih sama kuatnya dengan masa-masa dimana mereka masih menjadi sepasang kekasih. Perasaan yang selalu ingin ia hapus tapi nyatanya gagal dan justru masih bertahan sampai detik ini.

Perlahan, Nakyung pun membalas lumatan Renjun pada bibirnya. Mengecup dan menyesapi lembut dan ranumnya bibir Renjun yang sudah teramat ia rindukan.

Rengkuhan pemuda itu pada pinggangnya semakin erat, membuat tubuh keduanya semakin merapat satu sama lain.

Tangan Nakyung sendiri sedari tadi hanya mampu menggantung pasrah pada leher Renjun sembari sesekali menjambak kecil rambut hitam pemuda itu.

Beberapa kali mereka saling melepas untuk saling menatap sejenak sebelum kembali tenggelam dalam pagutan demi pagutan.

Tanpa melepas kecupan di bibir keduanya, Renjun mengangkat tubuh mungil Nakyung dan mendudukan perempuan itu ke atas meja rias di kamar Nakyung, membuat beberapa kosmetiknya jatuh ke lantai.

Nakyung harusnya marah mengingat betapa berharga dan mahalnya kosmetik tersebut, tapi di situasi seperti ini rasanya hal seperti itu sudah tidak mungkin sempat terpikirkan lagi.

Beberapa kancing piama Nakyung sudah terlepas dan melorot memperlihatkan bahu putih mulus miliknya. Jas Renjun serta dasinya yang ia pakai juga sudah terlepas entah dimana, menyisakan pemuda itu dengan kemeja putih yang sudah lecek akibat ulah Nakyung.

"Nghh, Renjun-ah~" lirih Nakyung menerima kecupan dan hisapan kecil dari Renjun di leher dan bahunya.

Sebelum melanjutkan lebih jauh lagi, Renjun menggendong perempuan itu kembali dan memindahkannya ke ranjang.

"R-renjun-ah.." Nakyung melenguh nikmat menerima setiap sentuhan yang Renjun berikan padanya di titik-titik sensitif tubuhnya.

Malam itu, rumah Nakyung menjadi saksi bisu ketika sang pemilik memberikan sesuatu yang paling berharga baginya kepada sang tamu yang sudah menawan hatinya sejak lama.

Malam itu, rumah Nakyung menjadi saksi bisu ketika sang pemilik memberikan sesuatu yang paling berharga baginya kepada sang tamu yang sudah menawan hatinya sejak lama

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tingtong!

Bel pintu yang berbunyi di pagi buta kali itu, berhasil membangunkan salah seorang insan yang sebelumnya terlelap dalam gelungan selimut hangat.

"Nghh, siapa datang pagi-pagi begini?" gumamnya merutuki sang tamu.

Tidak mau wanita di sebelahnya semakin terganggu dan terusik, pemuda itu lalu melangkah menuju pintu utama sebelum tamu nya pagi itu kembali membunyikan bel.

RENJUN'S JOURNALTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang