Brak!!
Suara pintu terbanting keras ketika Renjun memasuki ruangan kepala divisi bagian promosi di hotelnya, Pak Kim.
"Paman! Apa-apaan ini!? Kenapa kontrak dengan Lee Nakyung bisa dihentikan mendadak?! Bahkan kau tidak merundingkan ataupun memberitahuku dulu!!" cecar Renjun dengan penuh amarah pada sosok pria 40 tahunan itu.
Pria yang Renjun panggil paman barusan membungkuk,"maaf tuan muda, setelah melalui beberapa pertimbangan, saya dan tim memutuskan untuk menggantinya."
"Tetap saja! Setidaknya beritahu aku dulu alasan jelasnya!! Aku ini berhak mengetahuinya!" omel Renjun lagi dengan tidak terima.
Ia benar-benar kesal.
Selama dua minggu, Renjun sibuk oleh kedatangan kakak perempuan dan ibunya ke Korea. Mereka berdua selalu meminta Renjun menemani mereka berbelanja dan berkeliling Korea. Pagi ini saja, ia baru benar-benar kembali dari Jeju dengan kakak dan ibunya.
Selama itu pulah, Renjun tidak dapat menghubungi Nakyung. Pertemuan terakhir mereka adalah di malam ketika mereka makan di kedai paman Sukjin waktu itu. Setelahnya, komunikasi keduanya semakin jarang sampai akhirnya mereka berdua benar-benar tidak saling mengabari sama sekali sampai detik ini.
Wajar jika Renjun terus khawatir dan memikirkan Nakyung kesayangannya itu selama berpergian dengan ibu dan kakaknya. Maka dari itu, setelah mengantar keduanya kembali ke apartemen, Renjun langsung melaju ke lokasi pemotretan Nakyung untuk mencari gadis itu.
Ia sudah sangat rindu sekaligus khawatir. Ya, siapa juga yang tidak khawatir jika selama hampir 2 minggu kekasihmu tidak memberi kabar apapun bahkan membalas pesanmu?
Hati Renjun tidak tenang, pikirannya terus mencari tahu mengapa Nakyung sama sekali tidak mengubungi dirinya.
Apakah ia melakukan kesalahan?
Ia sungguh tidak mau kehilangan Nakyung sekali lagi. Membayangkannya saja, ia tak sanggup.
Dengan pikiran dan kekhawatiran itu, Renjun tiba di lokasi pemotretan. Tapi disana, ia justru menemukan fakta bahwa modelnya sudah diganti dan kontrak dengan Nakyung sudah dihentikan.
Maka dari itu, Renjun sangat marah sehingga disinilah ia sekarang. Mengomeli pak Kim, sang penanggung jawab.
Pak Kim hanya membungkuk, tidak memberi penjelasan lengkap apapun atas pertanyaan yang Renjun lontarkan padanya tadi.
"Paman, jawab aku! Kenapa!? Apa kak Yiyang memintamu!?" tanya Renjun masih dengan amarah yang sama. Di benaknya hanya terpikir sang kakak, yang memang dari awal dan secara terang-terangan menolak Nakyung.
"Bukan tuan, ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan non–"
"Lalu kenapa!? Aku hanya meminta penjelasan darimu!? Tolong beri aku pertanggung jawabanmu! Buat aku mengerti!!" bentak Renjun lagi.
Percayalah, Renjun selalu menghormati pria di depannya ini. Ia yang selalu mendampingi dan membimbing Renjun perihal mengurus perusahaan ini. Ia adalah orang kepercayaan Renjun dan keluarganya.
Tidak heran jika Renjun sangat terpukul dan kecewa dengan apa yang pak Kim lakukan ini.
"S-sebenarnya," pak Kim mulai bersuara, tapi raut wajahnya menunjukan keraguan. Ia bimbang haruskah ia memberitahu Renjun tentang kebenarannya?
"Apa? Paman, tolong jelaskan padaku. Aku tidak memaksamu untuk mengembalikan kontrak Nakyung, tapi tolong beri aku penjelasan yang dapat ku terima," mohon Renjun.
"Ini adalah perintah nyonya," jawab pak Kim akhirnya. Singkat dan sangat jelas.
"Ibu ku? Tapi kenapa?"
KAMU SEDANG MEMBACA
RENJUN'S JOURNAL
FanfictionMini series collection of Renjun x Girls ❤️ cast: Huang Renjun NCT Dream List: 1. X Lee Seoyeon fromis9 - No Strings Attached [𝗖𝗢𝗠𝗣𝗟𝗘𝗧𝗘𝗗] 2. X Shin Ryujin ITZY - Huang Seonsaengnim [𝗖𝗢𝗠𝗣𝗟𝗘𝗧𝗘𝗗] 3. X Lee Nakyung fromis9 - Begin Again...
