notice me noona pt.7

405 39 17
                                        

WARNING - RESTRICTED AREA
ADULT ONLY
.

.

.

.

.

.

.

.

Cinta membuatmu bodoh. Cinta membuatmu buta. Tidak salah, namun dalam kasus Renjun sepertinya justru cinta membuat otaknya bekerja lebih cepat. Skripsi penelitian yang ia kerjakan dan sempat mandet karena hilangnya fokus Renjun mendadak lancar. Semua bab dan revisi yang perlu ia lakukan benar-benar Renjun setor tepat waktu, bahkan sebelum deadlinenya.

"Belakangan kau nampak termotivasi sekali," Kyuhyun mengomentari kinerja anak bimbingannya setelah memeriksa revisi yang baru saja ia terima.

"Benarkah? Hahaha, mungkin hanya perasaan professor saja," Renjun menanggapi dengan cengiran bodoh miliknya.

"Apa yang adik kuberikan sampai kau semangat begini?"

Pertanyaan tak terduga meluncur keluar dari mulut Kyuhyun. Renjun pun bingung menjawabnya. Masa Renjun harus memberitahu mengenai ciuman waktu itu yang ia notabene terima dari adik Kyuhyun sendiri, yaitu Miyeon? Kalau tidak babak belur, setidak-tidaknya kelulusan Renjun yang akan dipertaruhkan disini jika Kyuhyun mengetahuinya.

"Hahaha, a-aku tidak menerima apapun kok dari Kak Miyeon," tawa hambar untuk menutupi kebohongannya justru membuat Renjun semakin terdengar bodoh.

"Ingat untuk tetap fokus, kerjakan semuanya untuk dirimu sendiri bukan untuk orang lain. Jika kau melakukannya demi orang lain, kau akan kecewa sendiri," nasihat Kyuhyun sebelum menyudahi pertemuan mereka hari itu.

"Terima kasih untuk petuahnya, semoga harimu menyenangkan professor Cho," salam Renjun dengan nada semangat.

Renjun tidak menggubris nasehat Kyuhyun barusan, hatinya masih dipenuhi oleh bunga-bunga sukacita kasmara. Lagipula, Miyeon tidak akan mengecewakan Renjun.

Iyakan?

"Hm, kenapa menelpon?" suara lembut di seberang sana menyapa gendang telinga Renjun

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Hm, kenapa menelpon?" suara lembut di seberang sana menyapa gendang telinga Renjun.

"Hehe, aku hanya mau mendengar suara kakak," Haechan dan Jeno akan menjadi orang pertama yang muntah jika mendengar kata-kata itu keluar dari mulut seorang Huang Renjun.

"Kakak pikir kenapa hahaha. Bagaimana bimbingan dengan Kak Kyuhyun hari ini?"

"Lancar, hahaha. Masa beliau bilang kalau aku belakangan nampak lebih termotivasi," Renjun mulai menuturkan ceritanya.

Di atas ranjang dengan ponsel menempel di daun telinga serta senyum sukacita, begitulah gambaran keadaan Renjun sekarang. Manusia sedang dilanda kasmara, tidak heran.

RENJUN'S JOURNALTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang