notice me noona pt.5

401 36 11
                                        

"SERIUS?!" pekik Haechan, Jaemin dan Jeno setelah mendengar cerita Renjun tentang kejadian sore beberapa hari yang lalu.

Renjung mengangguk-anggukan kepalanya dengan senyuman bahagia.

"Ya, setelah sekian lama, akhirnya aku bisa menghabiskan waktu lagi dengan Kak Miyeon. Aku sudah sangat merindukannya," ungkap Renjun sekalian mencurahkan kebahagiaan kecilnya.

"Aku bukannya mau membuatmu senang ya, tapi kok sepertinya kakak cantikmu itu juga menyukaimu ya?" kata Jaemin, mengungkapkan pendapatnya.

"Eh tunggu, tapi selama beberapa hari ini berarti kau terus bersama dengannya kah?" tanya Jeno.

Renjun mengangguk, mengiyakan.

"Lalu, selama itu apa kau sudah coba memberi kode?" gantian Haechan yang bertanya.

Renjun nampak berpikir, seperti ragu sendiri dalam memberi jawaban.

"Kenapa diam?" tagih Jaemin.

"Ehm, aku bingung menjawabnya," sahut Renjun.

"Tsk, yasudah sekarang kau ceritakan saja selama beberapa hari ini kau dengannya, sudah melakukan apa saja?" tanya Jaemin tidak sabaran.

"Ah itu..." Renjun nampak menggantungkan jawabannya, membuat ketiga sahabat semakin penasaran sudah sejauh apa Renjun melangkah.

"Cepat jawab pertanyaan Jaemin!" tegur Jeno geregetan.

"Atau justru kau belum melakukan apa-apa? Tidak memberi kode atau sikap apapun yang menunjukan ketertarikan mu padanya?" Haechan menyuarakan kecurigaannya.

Sayangnya, Renjun mengangguk dan berhasil membuat hati ketiga sahabat di depannya kini mencelos kesal. Benar-benar gemas, mengapa Renjun sangat payah jika sudah urusan percintaan seperti ini.

Makan malam bersama seusai menjemput Miyeon di sekolah tempatnya bekerja sudah menjadi rutinitas Renjun sekarang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Makan malam bersama seusai menjemput Miyeon di sekolah tempatnya bekerja sudah menjadi rutinitas Renjun sekarang. Mendengar curahan isi hati Miyeon mengenai anak-anak murid yang ia ajar. Melihat ekspresi yang terpampanh pada wajah cantiknya. Terlebih, menikmati setiap momen bersama Miyeon tanpa ada perasaan mengganjal saat dulu gadis itu masih berstatus sebagai kekasih kakaknya.

Benar-benar sempurna, persis seperti yang Renjun idamkan.

"Kak, sebentar, di bibirmu," ujar Renjun menyela Miyeon di tengah celotehnya untuk menghapus sedikit jejak saus dari bumbu masakan yang perempuan itu makan.

"Kau harus mulai lebih agresif lagi, buat kakak cantik itu peka dengan perasaanmu!" ingat Renjun dengan pesan dari Jaemin yang menggebu-gebu siang tadi.

"Astaga, cerobohnya aku hahaha," tawa Miyeon atas perbuatan Renjun yang cukup tiba-tiba barusan.

Melihat reaksi Miyeon yang sedikit salah tingkah, Renjun diam-diam tersenyum. Merasa berhasil menjalankan apa yang juga Haechan beritahu padanya.

RENJUN'S JOURNALTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang