5). SASHA

2.8K 92 3
                                    

Mobil sedan milik Arga kini berhenti tepat didepan rumah Athala. Hampir setengah jam Athala menunggu Arga menjemputnya. Ia berjalan mendekati mobil Arga dengan kesal. Athala membuka mobil itu lalu duduk disebelah Arga. "Kemana aja sih lo! Nggak biasanya telat. Liat tuh udah jam 6 lebih 45 menit. 15 menit lagi gerbang bakalan ditutup. Ntar kalo macet dijalan gimana. Pokoknya gue nggak mau telat"

Arga mulai menyalakan mesin dan melajukan mobilnya. Ia tak mengubris apa yang dikatakan Athala barusan. Arga yang fokus mengendari mobil, sesekali ia meliriki Athala yang sedang memanyunkan bibirnya dan menaruh lipatan tangannya didepan dada. Arga pun tertawa melihat Athala yang bertingkah seperti anak kecil itu

Sedangkan Athala mengernyit dan mengangkat salah satu alisnya. Gadis itu memandangi Arga. "Kenapa lo ketawa?" Tanyanya.

Arga tak bisa lagi menahan tawanya. Ia memilih untuk membohongi Athala. "Lipstik lo ketebelen tau nggak"

"Gue nggak bawa lipstik monyet!" Cibir Athala.

Arga menghentikan tawanya. Hampir saja mobil yang ia tumpangi terserempet motor. Pembawa motor itu menepikan motornya. Ia turun dari motornya dan menghampiri mobil Arga. "Turun lo"

Kaca mobil terbuka lebar. Arga sempat terkejut melihat Angkasa adalah orang yang hampir ia tabrak. Entah ini kebetulan atau memang sebuah takdir untuk Angkasa. Arga keluar dari mobilnya. Begitu pula dengan Athala.

"Lo mau bunuh diri? Jangan ajak ajak gue dong!" Sentak Angkasa kepada Arga.

Arga memberikan tangannya kepada Angkasa. "Ya gue minta maaf. Gue nggak sengaja kok"

Angkasa hanya melihati tangan Arga, lalu ia menepisnya. "Gue nggak butuh maaf lo!" Angkasa berbalik dan kembali menaiki motornya.

"Dasar cowok gila!" Teriak Athala dari samping Arga.

Angkasa melajukan motornya dengan kencang. Dalam sekejap, motor Angkasa menghilang dari pandangan Athala. Arga menuntun Athala masuk keladam mobilnya. Kini ia mulai melajukan mobilnya.

Beberapa menit didalam mobil, akhirnya Athala dan Arga samapi juga didepan gerbang serbang sekolah. Tapi, gerbang sekolah kini sudah tertutup rapat. Seorang guru piket menghampiri mobil Arga. Arga membuka kaca mobilnya setengah.

"Kamu anak baru itu kan? Kenapa bisa telat" tegas Pak Tomi, guru yang sedang piket menjaga gerbang.

Arga menganggukkan kepalanya. "Iya Pak, bisa bukain gerbangnya nggak Pak? Saya kebelet ni Pak" bohong Arga.

"Kali ini kamu bapak ampuni! Jangan sampai telat lagi!" Cetus Pak Tomi sambil membukakan gerbang untuk Arga. Setelah mengucapkan terimakasih, Arga melajukan mobilnya menuju tempat parkir.

Mobil Arga sudah tertata rapi di parkiran. Athala dan Arga keluar dari mobil itu.

"Ga, gue duluan ya" ujar Athala sambil berlari menuju kelasnya. Saat melihat pelajaran udah dimulai, jantung Athala semakin menjadi. Ia sangat takut dengan Bu Erna, guru Kimia yang killer itu. Athala menghela nafasnya, lalu mengetuk pintu ruang kelasnya.

"Permisi buk" Sapa Athala sambil menyalami tangan Erna. Erna membenarkan kaca matanya dan memandang sinis Athala. Athala tampak ketakutan, ia menggigit bibir bawahnya.

"Athala kamu telat?" Tanya guru itu.

Athala mengangguk pelan kepada Bu Erna. "Maaf buk, soalnya tadi saya---"

"Baru anak baru saja udah telat! Telat itu tergantung sama dirikamu sendiri. Jadi jangan salahin keadaan bahkan orang lain! Sekarang duduk" suruh Bu Erna.

"Makasih bu" ucap Athala yang langsung membalikkan badannya menuju kursinya yang paling belakang. Athala sangat kaget dengan sosok Angkasa yang sedang sibuk bermain game online disitu. Ia menepatkan ponselnya dibawah meja agar tak ada guru yang melihatnya. Sama sekali tidak ada yang tau tentang apa yang Angkasa lakukan sekarang. Kecuali Athala.

AngkasaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang