[END]
Gimana jadinya kalo orang yang diam-diam kita sayang ternyata memiliki perasaan yang sama juga?
Dan saat rasa itu saling terungkapkan, tapi takdir mengatakan hal yang lain..
Just a life story that is not always what it wants to be.
Life that...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ternyata melihat langit malam yang cerah itu menenangkan. Meskipun ngga ada bintang yang terlihat, tapi tetep aja gue suka lihatnya. Entah kenapa, rasanya pikiran gue tuh bisa bebas berkeliaran. Apalagi, posisi balkon kamar menghadap ke arah pantai, makin indah aja nih pemandangan.
Dan karena itu, gue sejenak melupakan rasa lelah yang sedari tadi menghinggapi badan gue. Lagi pula, malam ini kita emang udah rencana istirahat dulu si, soalnya semua pada capek, apalagi para kaum adam yang selalu bergantian nyetir.
"Ngelamunin Kak Willis ya lo.." tiba-tiba bahu gue di colek oleh seorang manusia bernama Delia.
"Ha? Engga lah. Sotoy banget si lu.."
Delia menarik kursi di samping gue lalu duduk di sana. "Hahahaha.. Kan mana tau."
"Ngapain lo di balkon sendirian malem malem?" lanjutnya lagi.