[END]
Gimana jadinya kalo orang yang diam-diam kita sayang ternyata memiliki perasaan yang sama juga?
Dan saat rasa itu saling terungkapkan, tapi takdir mengatakan hal yang lain..
Just a life story that is not always what it wants to be.
Life that...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Secercah cahaya matahari di pagi hari memasuki celah ventilasi membuat tidur gue jadi terusik. Yang pertama kali gue rasakan ketika bangun, terasa kepala gue pusing dan berat, sehingga mau ngga mau gue membuka mata dan menyesuaikan dengan keadaan sekitar.
Apartment?
Gue berusaha mengingat kejadian semalem sampai kenapa gue bisa berada di apartemen gue ini. Tapi saat gue berfikir, yang paling gue ingat itu ketika papa dan mama berantem lalu gue pergi ke bar. Setelah itu, gue telfon Dyo dan minum sama dia.
Gue menoleh ke arah nakas samping gue guna mencari handphone gue yang terlihat tergeletak di sana. Dengan segera gue mengambilnya. Tapi, itu kok ada sticky notes ya. Gue pun akhirnya mengambil keduanya.
Sebelum membaca sticky notes tersebut, gue bangun dan duduk bersandar di kepala ranjang.
Willis, gue udah buatin lo susu. Diminum ya.. ^^ Oiya, meskipun gue ngga tau apa masalah lo sebenarnya, gue cuma berpesan, jangan nyerah, karena gue selalu ada di belakang lo.
Good morning :)
Dyo? Mana mungkin dia nulis kalimat manis kayak gini.
Tapi siapa yang tahu apartemen gue ini selain Dyo, Rafael, Rendy, dan Vino. Sedangkan yang semalem bareng gue itu Dyo.
Gue kembali membaca kalimat terakhir yang ada di sticky notes tersebut.
Karena gue selalu ada di belakang lo?
LALA?
Zea
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Zea, semalem kamu dari mana?" tanya mama saat gue, mama dan Aldo lagi duduk bersantai di ruang keluarga.
Sudah sejak pagi-pagi buta, gue memang memutuskan pulang tanpa menunggu Willis bangun. Gue masih ngga siap ketemu Willis setelah kejadian semalam. Meskipun itu ngga sengaja, tapi masalahnya gue sadar seratus persen. Bahkan, gue juga masih ngga berniat menghubungi dia duluan.