Tujuh

15 2 0
                                        

As always.. Don’t forget to voment guys 😘















Iren

Hidup itu emang kejam

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hidup itu emang kejam. Apa yang kita inginkan ngga selalu kita dapatkan. Seperti halnya perasaan. Ada yang bilang jatuh cinta itu indah, membuat hari lebih berwarna karena si doi. Tapi gue ngga percaya itu. Dimana mana, yang namanya jatuh itu sakit. Mau jatuh cinta kek, jatuh dari pohon kek, jatuh kemana kek, semuanya itu sakit. Gue ngga habis fikir sama orang orang yang bilang dengan bahagianya kalo dia jatuh cinta sama si ini dan itu. Apalagi kalo sampai si doi punya perasaan yang sama, pasti mereka bakal bilang 'gue ngga salah jatuh cinta sama dia'. Tapi kalo perasaannya ngga dibalas? Nangis nangis ngga lo liat doi deket cewe sana sini? Parahnya lagi deket sama temen sendiri.

Itu yang gue rasain.

Sejak pertama kali gue masuk ke Universitas Nusantara, gue udah jatuh hati sama orang yang namanya Willis Davience. Gue yang pada mulanya ambil formulir pendaftaran dulu, ngga sengaja ketemu sama Kak Willis yang saat itu bagian jaga. Bahkan kita sempat ngobrol yang sampai sekarang gue ngga bisa lupa.

"Mau ambil formulir?"

"Iya, kak."

"Ini.. Belajar yang bener biar bisa masuk sini."

Gue senyum. "Makasih kak. Doakan saya lulus ya."

"Pastinya dong. Nanti bisa ketemu gue lagi deh."

Sejak percakapan itu, gue dirumah ngga pernah males belajar biar bisa masuk ke Unnus. Dan saat pengumuman, gue bisa masuk sana tuh sebuah kelegaan dan kebanggaan luar biasa. Meskipun Unnus merupakan universitas swasta, tapi jangan salah sama kualitasnya. Bahkan, persaingan di sini jauh lebih ketat daripada di PTN lain.

Hari pertama gue masuk, atau lebih tepatnya hari pertama ospek, gue semangat banget. Gue datang lebih pagi dari yang lain. Bukan lebih pagi sih, emang pagi banget karena cuma ada satpam dan beberapa mahasiswa yang gue yakini itu panitia ospek.

Gue duduk di gazebo deket gerbang masuk supaya gue bisa liat kak Willis datang. Dan bener aja, ngga lama kemudian orang yang gue tunggu akhirnya datang.

Singkat aja, saat baris di lapangan gue emang memilih tempat paling depan. Tujuan gue jelas. Biar kalo liat kak Willis ngga ketutupan sama yang lain. Dan ada harapan dalam diri gue kalau kak Willis bakal ngenalin gue.

Gue masih inget gimana tegasnya kak Willis saat memarahi maba yang terlambat. Gue suka. Dan ngga sedikit pula mahasiswi yang pada jerit tertahan saat lihat kak Willis. Tapi gue ngga peduli. Gue cuma diam mengagumi kak Willis.

Sampai waktu terus berjalan gue bersyukur karena ternyata gue bisa kenal sama kak Willis. Sayangnya dia ngga ingat gue. Tapi itu ngga masalah asalkan gue sekarang bisa kenal dan sebentar lagi gue bakal deketin kak Willis secara halus.

FRIENDSHIP GOALS? - SEHUN [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang