Empat

25 2 0
                                        

VOTE YAA!!!! 😘

Willis

Dan kalo di inget inget, gue kan pernah menawarkan diri menjadi tempat curhatnya tuh, tapi sampai sekarang dia ngga pernah menceritakan tentang dirinya.

Bukannya gue kepo atau penasaran, tapi gue khawatir aja sama dia. Ngga tau kenapa. Dan menurut gue, ini kali pertama gue bisa khawatir sama orang yang baru gue kenal. Karena biasanya, gue mah bodo amat.

Namun, lain cerita saat gue liat nih anak, gue ngga tega dia mendam perasaannya sendiri. Makanya saat itu gue menawarkan diri. Dan gue serius kalo gue bersedia menjadi satu orang diantara seribu orang.

"Yaah, ketemu lagi deh kita." ucap gue saat udah dekat dengan Lazefa.

Dia memutar tubuhnya sebentar dan mendapati gue udah berdiri di sampingnya. "Lo yang ngikutin gue kali." jawabnya bercanda.

"Dih, males banget gue."

Lazefa ngga bales perkataan gue, malahan dia menghela nafas beratnya.

"La.." ngga ada yang nanya nih kenapa gue kalo manggil ngga pernah Zea?

"Hmm.."

"Masih ngga mau curhat?"

"Curhat apa?" dia noleh sambil menatap gue penuh tanya.

"Ya ngga tau, kan lo ngga pernah cerita ke gue."

Ngga disangka, Lazefa malah ketawa kecil. "Hahaha.. Lagian mau cerita apaan juga."

"Duh La.. Lala. Kan lo yang punya cerita, masa nanya ke gue sih."

"Lala?"

Gue senyum sambil natap dia.
"Iya. Panggilan khusus buat gue."

Lala mengedipkan matanya berulang kali sebelum ketawa. "Dih, apa apan lagi dah. Kenapa pake panggilan khusus segala sih."

"Suka aja panggil Lala."

"Biar apa punya panggilan khusus?"

"Biar beda dong. Kan yang lain kalo manggil lo Zea. Jadi kalo ada yang manggil Lala, berarti itu gue. Dan lo harus jawab." gue menyeringai di akhir perkataan gue.

"Kalo ngga jawab?"

"Gue panggil terus dong."

"Lah? Hahahahaha.. Ada ada sih kak." nah lo, malah ngakak kenceng dia. Ngga apa deh, itu tandanya dia ke sini bukan karena sedih atau apa, tapi emang dia suka di sini kayaknya.

"Jangan manggil gue kakak dong, La."

Ekspresi Lala langsung jadi kaget saat gue bilang gitu. "Loh? Kenapa emang? Kan Kak Willis kating."

"Kesannya gue udah tua njiir. Orang gue masih muda ganteng gini."

"Hahaha.. Ya ampun. Pede banget sih. Padahal nyatanya emang udah tua kali." waah ngeledekin nih anak.

"Ngeledekin lo?" suara gue, gue buat jadi datar gengs.

"Eh, engga kok. Hehehe.. Jadi, manggilnya Willis aja gitu?"

Gue diem selama sepersekian detik sampai akhirnya tawa gue keluar. Lala yang melihat perubahan ekspresi gue otomatis mengernyit bingung.

"Hahahaha.. Mukanya biasa aja kali, La. Iyaa, lo manggil nya Willis aja. Biar enak. Dan lo ngga usah sungkan atau apa sama gue. Nyantai aja."

"Hah?" nah lo, gue yang masih cengar cengir langsung kicep liat respon si Lala.

"Iyaa.."

"Maksudnya?" anjiir ini anak kenapa tiba-tiba jadi lola gini sih.

FRIENDSHIP GOALS? - SEHUN [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang