Minimarket Lights
"Apa ada tambahan la-"
"Bisa kita berbicara, Jeon Jungkook?" Yoongi menyodorkan kartu kreditnya untuk membayar 2 buah minuman sari jeruk yang ia beli
"T..tapi aku sedang bekerja hyung."
Saeron tiba-tiba datang dan berdiri disamping Jungkook, "Biar aku yang menggantikan. Lagipula tidak lama kan, detektif Min?"
Yoongi mengangguk.
Merekapun duduk dikursi yang ada di minimarket, menghadap ke jalan yang hanya dibatasi oleh sebuah kaca tebal.
"Ambil ini." ujarnya sambil menyodorkan minuman sari jeruk pada Jungkook
"Gumawo, hyung."
Jungkook melepaskan sedotan dari bungkusnya, lalu ia menusuk kotak minuman itu dan meminumnya perlahan.
"Langsung saja. Apa kau yang membunuh Kwon Eunbi?"
Jungkook terdiam, rahangnya mengeras saat mendengar Yoongi menuduhnya
"Kau menuduhku hyung?"
"Tidak juga." Yoongi mengambil sebatang rokok dan menyodorkannya pada Jungkook, "Aku merasa kita dekat sejak aku menolongmu waktu itu. Kau menganggap aku hyungmu bukan?"
Jungkook mengangguk
"Jadi aku rasa aku tidak perlu basa basi lagi. Kau membunuhnya?"
"Apa karena seseorang berada di tempat yang sama dengan korban, terus dia bisa disebut pembunuh, hyung?"
"Tidak juga."
Tangan Jungkook bergetar, matanya mulai memanas, "Aku bersumpah aku tidak melakukan apapun padanya hyung! Kenapa kau curiga padaku?"
"Aku curiga pada semua orang. Setiap anggota kepolisian harus memiliki rasa curiga untuk bisa mengungkap kebenaran."
Jungkook menelan ludah, "Pekerjaanku hanyalah kasir minimarket. Sementara pembunuhan itu terjadi di Jeju, Busan, Daejeon. Aku tidak memiliki banyak uang untuk bisa pergi kemanapun."
"Kami belajar untuk tidak mempercayai orang tanpa barang bukti atau melihat secara langsung." sela Yoongi dengan santainya
Jungkook mengepalkan tangannya hingga buku-buku jarinya memutih. Iapun tertunduk, "Aku tidak memiliki dendam pada siapapun. Jadi aku tidak memiliki tujuan untuk membunuh."
"Kekasihmu meninggal 5 tahun yang lalu."
Jungkook mengangkat wajahnya, tiba-tiba saja cairan bening lolos dari matanya
"Kami menyelidiki semuanya. Kami mendapat informasi kekasihmu meninggal, makanya kau menyalahkan dirimu sendiri dan berhenti bekerja dari rumah sakit."
BRAK!
"IYA! Aku dulunya seorang dokter! Tapi....tapi aku, hiks....aku tidak mampu menyelamatkan orang yang kusayangi. Jadi untuk apa aku menjadi dokter?!"
"Cuma ada satu yang tidak kami ketahui. Siapa nama kekasihmu dan kenapa dia meninggal?"
Jungkook mengusap matanya kasar, "Aku tidak mau membuka luka lama, hyung. Kau sendiri tau rasanya bukan?"
KAMU SEDANG MEMBACA
"10.01" (END)
FanfictionKim Sohyun, reporter yang memiliki ketertarikan dalam dunia kriminal, dipertemukan kembali dengan seorang detektif berwajah 'dingin' yang pernah berhubungan dengan masa lalunya untuk menghadapi suatu kasus pembunuhan berantai '10.01' yang terkenal d...
