Pika dan Cila kaget saat melihat Arin yang sudah menangis ketika memasuki kelas. Mereka langsung menghampiri Arin dan menuntunnya untuk duduk dibangku.
"Kamu kenapa?" Tanya Cila. Sedangkan Pika mengusap-ngusap pundak Arin bermaksud menenangkan.
"Aku gak papa" Balas Arin memaksakan senyumnya.
Pika dan Cila lantas berdecih. Mereka tau ada sesuatu yang terjadi, jelas-jelas terlihat dengan mata mereka sendiri jika Arin sedang menangis sekarang ini.
"Ngomongnya gak papa tapi tu mata mewek." Sahut Pika dan Cila mengiyakan.
"Gak kok, ini cuma kelilipan gajah tadi." Kata Arin polos sambil terus mengusap air matanya yang terus mengalir.
Mendengar itu Pika dan Cila mendelik, mungkin jika sedang tidak merasa khawatir mereka pasti akan tertawa. Tapi ini beda, justru mereka malah merasa kesal karena Arin tidak mau memberi tau juga.
"Ha-ha-ha lucu." Sinis Pika dan Cila.
Melihat wajah kesal Pika dan Cila, sontak membuat Arin terkekeh. Setidaknya rasa sakit hati Arin teralihkan oleh tingkah mereka.
Tak lama suara bel masuk berdering nyaring diseantero sekolah. Dan masuklah Bu Iis guru Fisika sebagai guru jam pertama.
***
Jam pertama sampai jam istirahat diisi oleh pelajaran sejarah, dan itu sangat membosankan bagi Gavin dan teman-temannya. Bahkan Alvan dan Nathan sudah tidak fokus lagi dengan pelajarannya dan malah berbisik-bisik mencekcokan hal-hal yang tidak penting.
"Lo si Nat. Jadi kecoretkan buku gue." Dumel Alvin gara-gara tadi Nathan mengagetkannya sedang mencatat.
"Kok gue si. Yang nulis siapa?" Tanya Nathan.
"Gue."
"Tangan, tangan siapa?"
"Tangan gue."
"Terus, salah gue dimana?" Tanya Nathan untuk kesekian kalinya.
"Iya juga aya.." Ucap Alvin sambil menggaruk pelipisnya yang tidak gatal.
Gavin yang diam-diam mendengarkan terkekeh geli mendengar kebodohan Alvan. Gavin berpikir, kenapa Alvin sebodoh itu sampai-sampai tidak sadar dibodoh-bodohi Nathan.
Alvin berpikir sejenak. Setelah dirasa ngeuh, lantas Alvin menoyor kepala Nathan yang sudah menghadap depan.
"Apa lagi si Al? jahat banget maen toyor segala." Ucap Nathan sedikit merajuk.
"Jijik monyet. Gara-gara lo tadi buku gue kecoret." Sahut Alvin cepat.
"Itu lagi yang lo bahas? Helloww kan tadi lo sendiri kuga yang udah ngakuin kalo gue gak salah."
"Itu gara-gara lo gue jadi bego."
"Dih, jadi salah gue. Lo bego emang dari lahir kali."
"Lo mah temen sendiri dibilang bego."
"Kan lo yang bilang bangbang!"
Akhirnya Nathan kesal sendiri. Alvin emang kadang gak jelas dan bodoh. Entah kenapa Nathan dan Gavin bisa menerimanya sebagai sahabat.
Karena cekcok antara Nathan dan Alvin semakin memanas dan yang tadinya cumabisik-bisik kini jadi saling teriak.Dan sontak membuat Pak Bono yang sedang menerangkan pelajaran sejarah terganggu.
"Alvin, Nathan!" Teriak pak Bono melotot kearah mereka.
"Mampus." Desis mereka berdua.
"Keluar, atau diam?" Tanya pak Bono pada mereka berdua.
KAMU SEDANG MEMBACA
Silent Love (Completed)
Roman pour AdolescentsKALO MAMPIR JANGAN LUPA KASIH VOTE SAMA KOMENNYA YA, KARENA 1 VOTE DAN 1 KOMEN KALIAN SANGAT BERHARGA BAGI SAYA:) +LiBRARY + READING LIST KALIAN = SEMANGAT AKU BUAT NULIS❤ Arin mencintainya. Dua tahun sudah ia memendam perasaan pada kakak kelas yang...
