twenty four

3.9K 208 0
                                        

"sudah tidur ternyata"itu al yang datang ke kamar ku pertamanya kukira siapa ternyata dia "jangan tinggalkan aku ,aku tidak punya siapa siapa lagi"aku tertegun mendengarnya entah kenapa hatiku sakit mendengar pernyataanya

//

aku tidak tidur semalam dan kalian harus  tahu al tidur dikamarku semalam dengkuran halusnya menyapa leherku tanganya melingkar dengan indah di perutku dan jangan lupa sebelum dia tidur dia mencium leher dan puncak kepalaku aku sampai ,mupeg jadinya dan untuk wanita dewasa sepertiku ini merupakan sebuah siksaan 

dalam tidurnya al juga sering mengigangau tentang sesuatu aku tidak tahu jelas tapi aku yakin dia sedang ketakutan dia berkata jangan sebanyak tujuh atau delapan kali  hatiku seperti teriris mendengar perkataanya aku takut akan terjadi sesuatu padanya 

jam tiga pagi dia bangun dan pergi entah kemana dan jujur sikap seperti itu aku anggap sebagai pengecut jika dia ingin tidur denganku harusnya dia buktikan kalau dia bisa aku termenung malam itu lalu sekelebat  pemikiran yang mengatakan mungkin saja kalau al menghormatiku sebagai seorang wanita yag tidak ingin privasinya di ganggu 

aku turun untuk sarapan ada dua orang pembantu yang memasak disana al entah di mana sekarang dan aku ingat aku punya jadwal kuliah yang menumpuk jika aku tidak pergi sekarang dan aku juga harus bimbingan dengan dosen jadwalnya jam dua siang ini baru jam delapan pagi tapi yang aku pikirkan apa aku bisa keluar 

aku menanyakan kepada seorang penjaga di mana kamar sang pemilik rumah dan sepertinya ini lebih ramai dari pada kemarin penjaganya bertambah

aku sampai di kamar al pintunya tertutup aku mengetuknya sekali dan langsung terbuka al tengah siap siap ke kampus dan tidak akan kubiarkan dia pergi jika dia tidak membolehkan aku pergi

"bagaimana dengan tidurmu"aku menanggapi pertanyaan basa basi al dengan basa basi juga

"baik bagaimana denganmu"dan sepertinya dengan hal sangat kecil ini dia begitu senang aku hanya menanyakan pertanyaan basa basi

"sangat baik "aku mendengus dalam hati ya dengan aku sebagai bantal gulingnya 

"mau kemana?"kataku hanya ingin membuktikan pemikiranku

"ke kampus aku ada  dua jadwal hari ini"dan benar kan sesuai dugaan dia pergi kempus 

"aku ikut,tunggu sebentar aku akan siap siap"dan tanpa menunggu jawabanya aku langsung pergi aku akan ikut kekampus bagaimana pun juga 

aku siap siap dikamar aku sebenarnya ragu apa aku punya pakaian disini ternyata al sudah mengisi penuh lemariku dan aku sungguh bersukur untuk itu kami berangkat jam sepuluh dan itu salahku yang terlalu lama di kamar mandi 

"maaf al kamu telat gara gara aku"aku benar benar menyesal untuk yang satu itu al melewatkan satu mata kuliahnya gara gara aku 

"it's okay"katanya aku menoleh kearahnya tidak ada raut marah dalam wajahnya

"al kamu masuk kamarku tadi malam"salahkan aku yang menganggakt topik ini al hanya diam sambil memandang jalan dan entah kenapa aku jadi tidak ingin membahasnya lagi

Stalker Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang