OS. 29

2.7K 236 29
                                        

Happy reading 📖

🍃🍃🍃🍃🍃


Jennie dan Rose duduk di kursi belakang van, didepan mereka ada seulgi dan Lisa  sedangkan Irene duduk di kursi depan bersama Jeong Hoon. Tangan Jennie tidak sedikitpun dia lepaskan dari tangan Rose. Lisa dan Seulgi yang melihatnya sedikit terkekeh geli. "Kalau dipikir pikir ya Seul, perasaan dulu ada yang tiap hari berantem, kejar kejaran, adu jotos, jailnya ga ketulungan, natepnya aja datar sama tajem. Terus sekarang pegang pegangan tangan, ko gue geli sih" bisikan Lisa itu terdengar oleh Jennie. Gadis itu sedikit mencondongkan tubuh kedepan.

Bugh

"Yha Jennie!!! Sakit anjir!" Lisa memegang kepalanya akibat pukulan sepatu milik Jennie yang mendarat cukup keras di kepalanya. Semua yang ada di dalam van tertawa melihat Lisa yang meringgis kesakitan termasuk Seulgi. "Curang lo juga kan ketawa tadi, Jennie dia juga ketawa kenapa gue doang yang di pukul." protes Lisa, Jennie mengedikkan bahunya dan menatap malas pada gadis Thailand itu.

"Nikmatin aja udah, lo emang pantes dapet itu manoban" kekeh Seulgi, Jeong Hoon pun terkekeh melihat melakukan gadis gadis itu di belakang.

"Rose, lo udah inget semuanya?" pertanyaan yang Irene lontarkan sontak membuat mereka semua menoleh kearah Rose. Rose diam dia menatap Jennie yang memandangnya intens, Lisa dan Seulgi menatap penuh minat. Semuanya menunggu jawaban dari mulut Rose.

"Hari kamis, 3 maret, jam 3 sore, di bangku taman  Golden Hills" Irene dan Jennie  tersenyum cerah namun Lisa dan Seulgi tidak mengerti maksud dari perkataan Rose. Jennie mengecup pipi Rose sedikit membuat Seulgi dan Lisa sedikit memekik, tapi dia tidak peduli. "Lo berdua ngadep depan, gausah liatin mereka kasian jiwa kesendirian kalian bakalan tergoyahkan" ucap Irene. Lalu dia sedikit bergumam kecil.

"Syukurlah, she will be mine"


"Rose, Jennie.. Nampaknya aku harus pergi sekarang, ingat kalian harus segera kembali ke Seoul." ucap Jeong Hoon pada mereka, setelah mendapat anggukan dari gadis gadis itu Jeong Hoon segera pergi dari villa milik Seulgi. Jennie dan Rose masuk kedalam Villa disana sudah ada Irene, Seulgi dan Lisa yang bersandar malas di atas sofa dengan TV menyala.

Jennie dan Rose ikut bergabung di sana. Hening mereka terfokus pada tayangan di televisi film MIB dengan kasus pengejaran alien.

Drrtttt drrttt

Terdengar dering telfon masuk dari ponsel yang tergeletak di atas meja. Rose yang tersadar lebih dulu melihat Id caller disana, Rose mengenyitkan dahinya untuk membaca lebih jelas. "Ponsel milik siapa?" gumamannya terdengar oleh Jennie dan Irene. Irene terkejut pasalnya Rose sudah memegang ponselnya dan tersenyum jahil padanya. Rose menerima telfon masuk itu dan me-loudspeaker nya. Jennie mengambil remote TV di sana dan mengecilkan volume Lisa sempat akan protes namun mendapat tatapan tajam dari Jennie. Wajah Irene memerah saat suara itu terdengar.

"yeoboseyo?"  mereka menajamkam pendengarannya merasa familiar dengan suara yang keluar dari sambungan telfon itu.

"halo? Rene? Aku sudah sampai rumah.. Kau kapan kembali ke Seoul, bogoshipo~"  Jennie menahan tawanya melihat wajah Irene yang benar benar memerah, Irene mencoba mengambil ponselnya dari tangan Rose namun di gagalkan oleh Seulgi yang duduk tepat di sebelahnya. Seulgi menahan Irene, mereka tertawa geli melihat temannya itu menahan malu.

"halo? Yhaaa Irene ak-"

"Ne, Jisoo-ya.. Besok kami akan pulang, tenang saja Irene aman disini.. Dia juga merindukanmu Jisoo-ya" Rose terkekeh geli saat Irene semakin berontak di dalam cekalan Seulgi.

Opposite Side Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang