OS. 12

2.5K 288 32
                                        

Happy reading yeorobun 📖




🍃🍃🍃🍃





Mereka berjalan sejajar, tetapi tidak ada percakapan yang keluar dari mulut mereka. Angin berhembus lembut seolah membuat kesan sepi semakin terasa. Seorang pejalan menabrak bahu Rose membuatnya limbung Jennie yang berada di sisinya dengan refleks menangkap tubuh Rose yang hampir jatuh. Keduanya bertatapan, Rose masih dalam keterkejutannya.

"Mau bangun atau gue jatohin?" Rose langsung tersadar dan mulai menegakkan tubuhnya. "Badan kecil tapi berat" Jennie bergumam pelan yang masih bisa didengar oleh Rose.

"Yha siapa yang kau bilang berat?!" Rose menatap kesal pada Jennie. Jennie dengan wajah tidak berdosanya menunjuk Rose. Jika digambarkan saat ini wajah Rose benar benar merah karena kesal dan malu. "Liat aja, badan kecil tapi pipi gede. Kayaknya lo keberatan sama pipi sumpah berat banget, berasa lagi angkat besi"

"Kau tidak pernah mengaca Jennie-si? Pipiku dengan pipimu lebih besar milikmu. Lihat ini" Rose mencubit kedua pipi milik Jennie, membuat sang empunya meringis.

"YHAA! APPO! ROSIE!!" Jennie terus mencoba melepaskan cubitan di kedua pipinya. Cubitan Rose terlepas terlihat pipi Jennie memerah karena cubitan itu. Rose yang melihat itu tertawa hingga membuat matanya sedikit menghilang.

"lihatlah pipimu, lebih besar dari pipiku" Jennie menatap datar Rose lalu dia menyentil kening gadis chubby itu yang seketika membuatnya diam.
Rose mengusap keningnya pelan, Jennie masih dengan wajah datarnya disana. "Mwo?" tanya Jennie karena Rose terus menatapnya dengan pandangan sulit di artikan. Bukannya menjawab Rose malah pergi lebih dulu, Jennie melihatnya bingung lalu dengan segera dia mengikuti Rose dari belakang. Terdengar gerutuan samar dari Rose sedikit membuat Jennie tersenyum tipis mendengar.

Kini mereka sudah sampai di halte perempatan jalan besar ini, sesekali melirik kekanan dan ke kiri mencari keberadaan bus. Rose menghembuskan nafas pelan. "Tidak ada bus yang melintas". Rose melirik Jennie yang sedang sibuk dengan ponselnya. Hari sudah hampir malam tetapi bus masih belum menunjukan kedatangannya.

Tak lama datang pengendara motor yang berhenti tepat di depan mereka. Disana Lisa dengan senyum bodohnya melirik Jennie dan Rose bergantian. "Bodoh! Lama banget udah mau malem baru muncul" Lisa turun dari motor Jennie dengan cengiran khasnya.

"Mianhae.." Jennie mengulurkan tangan isyarat meminta kunci motornya. Kemudian Lisa memberikan kunci motor itu. "Pulang sana!" Jennie mengusir Lisa.

"Mwo? Gue pulang kan sama lo, masa iya harus jalan kaki. Gak kasian lo sama manusia cantik sekaligus tampan incaran semua orang?" ucapnya dengan percaya diri. Jennie berdesis pelan. "Dih bodo amat, lo aja bikin gue nunggu berjam jam tampa rasa berdosa nyengir kuda. Dasar udang!"

Rose yang melihat perdebatan mereka berdua hanya mendengus pelan. Hingga tangannya di tarik oleh Jennie. "Mwoo?!" Jennie langsung memakaikan helm yang ada disana kekepala Rose.

"Gue anter balik, bus gak akan lewat sampe jam 10. Mau nunggu disini apa ikut gue terserah." ucapnya lalu Jennie mulai menaiki motornya. Rose berpikir, jika Jennie mengantarnya maka dia akan tau dimana rumah Rose, tapi menunggu selama 4 jam lagi itu lebih buruk daripada opsi yang pertama. Akhirnya Rose naik ke atas motor Jennie. Lisa yang melihat itu membulatkan matanya.

"Yhaa.. Jennie-ya gue gimana ini?" Jennie melirik sekilas. "Telfon aja Seulgi minta jemput, udah ya gue balik. Bye" Jennie melajukan motornya dengan kecepatan sedang. Lisa menggeleng tidak percaya pada temannya itu.

"Kejam. Aiih Seulgi mana Seulgi" Lisa mulai mencari kontak milik Seulgi dan segera menelfonnya. "Yeoboseyo, Seulgi-yaa~"





Jennie mengendarai motor seperti orang yang tidak takut mati, berkali kali Rose berteriak memintanya memelankan laju motornya. Tetapi bukannya melambat malah motor itu semakin mengencang. Hingga terpaksa dia harus berpegangan pada pinggang Jennie. Setiap Jennie menerobos dan menyalip kendaraan yang ada pegangan Rose mengerat.

Opposite Side Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang