Kampus hari ini serame biasanya. Gue, yang baru aja datang, langsung menuju ke "markas" anak-anak teknik. Di taman tengah yang menjadi penghubung antara Fakultas Ekonomi dan Teknik itu, Alden, sahabat terbaik gue, duduk-duduk ngerokok dan seolah sedang diskusi serius dengan Dion dan Gana.
"Rapat DPR?" Ejek gue sewaktu menghampiri mereka.
Alden ngebales salaman gue dengan senyum merekah.
"Ini anaknya dateng. Panjang umur lo. Diomongin langsung nongol."
Gue langsung aja duduk di sebelah Alden, ngambil rokok dia sebatang, dan gue sebat.
"Ngomongin apa?"
"Birthday party si Vira," jawab Dion dengan cengiran khasnya.
"Vira? Emang dia ultah, Al?"
Gue tanya sama yang punya pacar. Alden mengiyakan. Gue cuma 'ohhhh' doang.
"Sabtu ini Vira ultah. Nah, gue rencananya mau ngajak dia liburan muncak. Nggak usah jauh-jauh, cukup yang di villa gue aja."
"Yang di Lembang?"
"Iya."
"Bukannya kemaren lo bilang direnovasi?"
"Cuman separo. Dan itu bagian depan aja. Lagian nanti disana gue mau camping juga bro."
Mendengar kata camping, gue langsung paham akal-akalan si Alden. Si tersangkanya sendiri sedang nyengir begitu dia ngerti kalau gue paham maksud dan tujuannya ngerayain pesta ultah Vira di gunung.
"Trus hubungannya sama gue apa?" Tanya gue kalem.
"Ya lo ikut. Dion, Gana juga udah setuju."
Gue nimbang bentar, sok-sokan jadi orang sibuk. Alden tadi bilang acara muncaknya sabtu, dan itu berarti Helen lagi pulang kampung. Muncak nggak ada Helen, sama aja kayak makan nasi nggak pake lauk. Hambar dan anyep.
"Gue nggak ikut."
"Lah?" Tanya Alden cengo.
"Karena Helen nggak ada?" Sahut Dion yang gue iyakan.
Gana nepuk pundak gue dengan senyum bersekongkol.
"Tenang brader, gue bawa cewek banyak kok."
"Siapa?"
Gana menyebut dua nama yang udah gue hafal gimana skill mereka di ranjang. Dah bosen.
"Lo pikir gue mau sama cewek bawaan lo yang nggak jelas itu?"
"Ck, sok-sokan ga mau. Sebelum sama Helen kan lo juga sering sama Vanes dan Kat."
Alden yang sejak tadi mengamati kita bertiga debat mendadak mikir keras.
"Bentar bentar... Kalo lo nggak ada, si Nina juga nggak bakal mau. Kalo Nina nggak mau, lo pikir Vira mau?"
"Vanes dan Kat beneran ikut?"
Dion mengacungkan jempolnya senang.
"Masalah cewek tenang. Dion dan gue yang pastikan kebutuhan lo aman."
"Yoi. Lagian mereka juga berangkat karena gue iming-imingin ada lo."
Tawa membahana terdengar dari Dion dan Gana selepas mereka berbicara hal itu.
"Emang si Nina udah setuju?"
Alden tersenyum licik mendengar pertanyaan gue. Sialan, gue lagi pasti yang jadi korban.
"Itu tugas lo, Ga. Bujuk Nina supaya dia mau dan ngeyakinin si Vira. Oke?"
*****
KAMU SEDANG MEMBACA
HELLO, FRIEND
RomanceAda yang bilang jika sahabatan antara cowok dan cewek itu mustahil. Gue sih nggak setuju. Bagi gue yang punya sahabat cewek secantik Nina, nggak ada tuh perasaan-perasaan aneh selama hampir jalan 4 tahun kita sahabatan. Tapi gue rasa gue akan bisa k...
