[18] And Still Stupid | 24

1.1K 113 35
                                    

Cahaya matahari pagi masuk melalui celah jendela perlahan menyorot wajah pucat dan lelah Bona yang baru saja bisa tidur

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Cahaya matahari pagi masuk melalui celah jendela perlahan menyorot wajah pucat dan lelah Bona yang baru saja bisa tidur. Hampir semalam penuh Bona hanya bisa menangis dan tak berhenti memanggil nama Eunseo. Aroma kopi hangat di pagi hari menguar kuat menyapa hidung Bona, menggoda matanya untuk terbuka. Perempuan kurus itu mengerjap dan tak bergerak dari tempatnya.

Berapa lama dirinya sudah tertidur, mungkin saja jika ia bangun lebih awal bisa melihat Eunseo pulang. Bona menyesalinya, andai saja ia terjaga pasti semuanya tak akan terlambat. Bona punya kesempatan menahan Eunseo lebih lama atau jika bisa mengurungnya di rumah agar tak menemui perempuan laknat yang bernama Crystal.

Bona menyingkap selimut, benar dugaannya Eunseo memang pulang namun bodohnya ia ketiduran. Setelah mengumpulkan segenap sisa tenaga yang masih tersisa. Bona perlahan menyeret kaki, berjalan gontai menghampiri meja kecil di kontrakan mereka.

Secangkir kopi susu masih panas tersaji di sana dengan sepiring nasi goreng ceplok telur kesukaannya. Sudah menjadi kebiasaan Eunseo selalu menyempatkan membuatkan Bona sarapan sebelum berangkat kerja.

Bona sedih sekaligus terharu, mungkin selama ini Eunseo sudah berusaha keras untuk memahami sikap tempramentalnya. Gadis itu sudah cukup bersabar menghadapi segala keegoisannya yang terkadang ambisius. Bona kembali menangis sejadi-jadinya, ia pun sangat sadar dengan sikapnya yang salah.

Dan tak lupa Eunseo menyertakan map berkas perceraian yang sudah di bubuhi tanda tangannya. Serta menuliskan secarik pesan terakhir untuk Bona sebelum ia pergi. Pandangan Bona menyapu seluruh ruangan, tampak kosong. Eunseo sudah mengemas seluruh barang-barangnya tanpa sisa. Gadis itu seakan tak ingin meninggalkan kenangan manis apapun untuk Bona.

Bona menghempaskan diri pasrah, andai waktu bisa di putar ulang. Bona tak ingin semua ini terjadi. Bona meremas rambut, sangat frustasi dan mungkin hampir gila. Cinta benar-benar membutakan Bona dan menggelapkan akal sehatnya. Meskipun ingin menyerah, Bona tetap kukuh memilih bertahan dalam pendiriannya.

Dear Bona,

Jangan lupa sarapan
Jangan lupa minum susu
Pura-pura bahagia itu perlu tenaga.

Jangan males mandi
Jangan lupa cuci muka dan kaki sebelum tidur
Jangan suka begadang
Jangan nonton drama korea terus
Jaga kesehatan.

Terakhir,

Tetap positif dan semangat
Jaga dirimu baik-baik
Jangan lupa senyum
Jangan lupa bahagia.

Selamat tinggal.

*Anak Kecil.

Bona menatap kosong tulisan tangan Eunseo, hanya perasaan sakit yang ia rasakan mengiris dinding hati. Bona meremas kertas, tangan Bona bergetar hebat kembali meremas kasar rambut dan wajah. Bona ingin teriak dan menangis sepuasnya, ia butuh pelarian dari masalah hidupnya. Seluruh kehidupan yang ia tata dengan baik, kini hancur dalam tangannya sendiri.

[18 ] AND STILL STUPID™ | Chapter IITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang