Berbulan-bulan terlewati begitu saja.. Bagi sebagian orang..mungkin perubahan yg begitu besar jarang terjadi pada mereka dan terus menjalani hari-hari yg hampir sama di setiap harinya.
Hal tersebut berlawanan dengan Sheren. Wanita yg kini tengah bingung untuk memilih sebuah dress itu harus membuang waktunya lebih lama..mengingat ia tidak menyangka bahwa perutnya akan sebesar itu di bulan ke delapan kehamilannya.
"Mungkin ini akan pas" ujarnya setelah menetapkan dress merah panjang menjadi pilihannya.
Namun berapa kalipun dicoba.. tidak hanya dress itu..semua pakaian yg berada di lemarinya itu pun tidak akan muat dibagian perut..
Sangat sulit baginya untuk memakai dan melepaskan kembali semua pakaian yg telah ia coba itu...
"Padahal..dress ini tiga hari yg lalu masih muat..." Ujarnya setelah menghembuskan nafas kasar.
Di kantor
Stevan hanya tersenyum geli melihat tingkah laku Sheren dibalik smartphone nya.
"Pres-
Seketika Stevan mematikan layar hpnya dengan cepat..saking cepatnya hingga jatuh kelantai.
"Apa kau tidak pernah diperingati untuk mengetuk pintu sebelum masuk ruangan ku?" Kesal Stevan.
"Tapi tadi saya suda-"
"Cepat ambil smartphone ku! Buang itu dan belikan yg baru!" Pintanya.
"Baik Presdir" ucapnya sebelum memungut smartphone itu lalu menghilang dari hadapan Stevan.
Stevan memberikan Sheren cuti sebulan yg lalu...jadi saat ini tugasnya hanyalah mengurusi pekerjaan rumah..
Bagi Stevan..hari-harinya begitu merepotkan tanpa wanita itu karena kebiasaan myosphobia (penyakit tentang ketakutan yg berlebihan terhadap kuman) nya kembali mengganggunya sejak empat bulan terakhir ini.
"Apa nanti perlu ku luangkan waktu untuk membelikannya pakaian?"
"Tidak..tidak..apa yg ku pikirkan? Dia bisa beli sendiri...lagipula aku akan sangat sibuk nanti" ujarnya lagi.
-------
"I-ini resleting nya...tidak bisa ku naikkan" kata Sheren sembari berusaha menggeser resletingnya keatas.
"Kau butuh bantuan?" Ucap Thomas yg datang entah darimana.. lagi-lagi berhasil mengagetkan calon ibu itu.
"Thomas!! Kau selalu saja membuatku kaget...tidak bisakah kau mengetuk pintu terlebih dahulu?" Ujar Sheren sedikit kesal.
"Maaf..maaf..hal ini sudah menjadi kebiasaan" ujarnya tanpa menunjukkan ekspresi bersalah.
"Wahh..ternyata perutmu lebih besar dari dugaanku..pasti sulit untuk memilih pakaian yg tepat bukan?" Tanyanya seraya tak bisa berhenti menatap perut besar yg membulat sempurna itu.
" katamu...aku terjebak disini sudah hampir 2 jam..tapi..."
"Bagaimana jika kita ke mall? Kita carikan pakaian untukmu?" Tanggapnya kemudian.
"Tapi..akhir-akhir ini aku sangat mudah kelelahan bila berjalan terlalu lama"
"Itu kesalahanmu Sheren.. memang logikanya jika para ibu hamil itu akan mudah merasa lelah ketika beraktivitas..namun hal itu tidak bisa menjadi alasan untuk duduk dan berbaring saja..kau sekali-kali juga harus melakukan olahraga berupa aktivitas fisik seperti jalan kaki dan mencari udara segar di luar" ceramahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Vampire
RomanceVampir..... Aku tidak menyangka bahwa mahluk yang ku anggap mitos ini telah mengubah seluruh kehidupanku...
