Sebelum baca ada baiknya kasih vote dulu ya hehe, ini part yang paling panjang dari pada part yang awal-awal.
Happy reading!!!!!!
Setelah memakan bakso di pinggir jalan itu, Vero kembali membawa Nissa ke pusat perbelanjaan yaitu mall.
“Kak ngapain kita kesini?” tanya Nissa bingung, seumur-umur Nissa baru menginjakan kaki di mall dan tak mengerti tempat semacam apa mall ini, maklum Nissa selalu belanja di pasar saja, ia tak pernah neko-neko seperti anak jaman sekarang.
“Mau numpang boker.” kat Vero ngasal.
“Ohh, yaudah aku tunggu di mobil ya kak.”
Astaga, Vero tak tahu harus merespond Nissa seperti apalagi, ia benar-benar di buat kalang kabut sendiri.
“Ya kita kesini buat belanja lah,” ucap Vero pasrah.
“Hah, emang ini tempat belanja ya kak?” tanya Nissa bingung, ya memang di lihat dari depan mall ini cukup luas dan besar banyak pengunjung juga hari ini.
Nissa kira tempat ini sebuah perusahaan, eh tapi setelah di lamat-lamat ternyata benar ini tempat perbelanjaan dilihat dari orang yang keluar masuk selalu ada saja yang membawa belanjaan di tangannya.
“Dasar bolot.” umpat Vero.
“Lo mending diem kalo gak ngerti dan tinggal nurut aja sama gue,” lanjut Vero, dengan perasaan dongkol Vero menggeret lengan Nissa untuk memasuki mall tersebut.
Banyak pasang mata menatap mereka dengan tatapan geli, coba lihat? Mereka seperti kakak beradik dengan Vero seperti mengandeng anak TK, penampilan Nissa bisa disebut anak remaja tapi tidak dengan gayanya yang seperti bocah TK.
“Eh mas adiknya lucu banget ya?” itu suara dari ibu-ibu gendut yang tengah mengandeng anak kecil yang berponi.
Vero menatap ibu itu acuh, dan tetap melanjutkan langkahnya.
Uhm, sungguh sangat tidak sopan! Sikap cuek nya sudah kembali lagi.
“Kak gak usah pegangan gini ya, gak enak di lihat banyak orang trus dari tadi.” cicit Nissa malu, Vero memberhentikan langkahnya lalu menatap Nissa yang menunduk malu, sedari ia masuk sudah menjadi bahan tontonan.
Vero menatap sekeliling ya memang masih ada yang menatap kearah mereka.
“Yaudah.” kata Vero lalu ia melepaskan gandengannya.
Dengan langkah lebar ia berjalan lebih dulu dan meninggalkan Nissa, sejujurnya Vero juga merasa malu menggandeng lengan Nissa sebab gaya Nissa ini terlampau norak.
Nissa masih diam di tempat sambil menatap punggung Vero yang masih terlihat.
“Kak Vero marah?” ucap Nissa pelan.
Dengan susah payah Nissa mengejar Vero dengan langkah kecilnya.
“Aduh,” ringis Nissa saat, tubuhnya jadi berdesakan dengan orang yang berlalu lalang ingin memasuki mall.
“Rame banget ya, eh, kak Vero mana?”
Mata Nissa mengedarkan kemana-mana namun ia tak menemukan sosok kakak kelasnya.
“Duh gimana ini,” ucap Nissa taku.
Posisi dirinya kini sudah jauh dari tempat keluar masuknya pintu mall, dan itu menyulitkan Nissa untuk kembali lagi.
“Kak Vero dimana sih”
Dengan pasrah Nissa ikut jalan saja dengan ibu-ibu lainnya serta orang yang ingin belanja, yang terlihat sekarang Nissa seperti anak hilang saat ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
VeroNissa
Dla nastolatkówTidak ada yang lebih penting selain mencari hiburan sendiri, seorang Vero gibranian algino yang baru diputuskan oleh cewe primadona disekolah, tidak sengaja bertemu dengan gadis sekonyol Nissa yang selalu memakai kacamata rantai dan mengalungkan bot...
