———
Vero makin terkejut, bahkan Vero tak menyangka Nissa akan se-bar-bar sekarang, tatapan matanya penuh dengan kesedihan dan juga emosi yang mendalam.
"JAWAB VERO!" bentak Nissa lagi untuk kesekian kalinya.
Nissa capek, selalu di tindas selalu di injak, apa salahnya selama ini? Ia yang bentuknya kurang sempurna apa pernah menganggu orang-orang? Tentu tidak, kenapa tak ada yang mau menerima Nissa apa adanya, kenapa!
Nissa bodoamat jika di cap tak menghargai kakak kelas yang notabene nya lebih tua dari dia, bahkan Nissa sudah muak memanggil Vero dengan embel-embel kak.
Vero mengenggam tangan Nissa erat, menatap mata Nissa lembut.
"Ssa jangan kayak gini, plisss." mohon Vero.
Nissa diam, hatinya nampak geram tak mau luluh lagi dengan apa yang Vero ucapkan.
"Apa! Ini hidup gue, suka-suka gue dong." sinis Nissa.
Semua nampak dibuat makin tercengang, Nissa yang selalu kalem bahkan tak pernah melawan sama si pembuly sekali pun, sekarang Nissa melawan, bagaikan pepatah jangan bangunkan kucing yang sedang tidur begini kan akhirnya.
Niken yang kian emosi melihat Vero seperti itu langsung ambil tindakan, di hempaskannya pegangan Vero pada Nissa.
Niken menatap Nissa sinis.
"Anjir cupu lo mulai berani yaa, dasar jelek, kamu juga Ver," tatapan Niken beralih menatap Vero.
"Apa bagusnya dia buat kamu? Kamu sendiri loh yang ngejekin dia di depan aku."
Vero mulai emosi, sumpah Ia sama sekali tidak pernah mengejek Nissa pada Niken, yang ada Vero selalu melempar ejekannya pada Erik dan Bedul.
"NIKEN!" teriak Vero murka, wajahnya sudah tegang.
Nissa yang melihat semua nya tampak makin muak, dengan langkah menggebu Nissa pergi ke kelasnya.
Vero tersadar melihat Nissa yang beranjak dari sana.
"NISSA YANG DI BILANG DIA ITU GAK BENER."
Percuma, Nissa sudah tak mau mendengarnya lagi.
****
"Ssa udah lo jangan gini terus, lo harus bangkit,!" kata Risa memberi Nissa semangat.
Mereka sekarang sedang ada di UKS, bahkan sedari tadi pagi setelah kejadian itu Nissa izin ke UKS di temani oleh Risa.
Sungguh cuma Risa yang Ia punya saat ini.
"Aku gak tahu Ris mau gimana lagi setelah ini," Nissa masih terus saja menangis, walaupun tidak sesenggukan, sesekali matanya hanya menurunkan air mata.
"Lo bagus kok tadi, lo harus tunjukin kalo lo bisa kayak mereka Ssa, jangan nunjukin sifat lo yang kayak gini lagi, kalo lo mau gue bisa bantu kok,"
Nissa diam, nampak memikirkan apa yang Risa bilang, secarakan Risa itu cewek tomboy bahkan tak ada yang berani sama Risa, apalagi Nissa selalu aman kala ada Risa pasti yang membully nya selalu Risa tebas habis.
"Bantu aku Ris," putus Nissa.
Nissa yakin dengan Ia berubah juga Vero tak akan suka dengannya, Nissa ingat saat Vero menjelakkannya saat Ia tak memakai kacamata juga kalung botolnya.
Risa mengangguk antusias.
"Pasti Ssa, lo harus biasain ngomong gue-lo jangan pake aku-kamu lagi!"
"Iya Ris, tapi ngomong gitu gue masih gak pantes, tuhkan gak enak di denger." balas Nissa agak kaku di bagian gue.
"Lo pasti bisa nih gue kasih contoh, gue! GUE," Risa mempraktekan ngomong gue dengan tegas.
Nissa mengangguk lantas mencoba.
"Gue?"
Risa menggeleng tanda kurang pas.
"Guue."
Risa menggeleng keras.
"Gueee,"
"Bukan Ssa, Gue! Coba gitu."
Nissa mengangguk, Ia harus bisa, tadi saja Ia bisa, tapi sekarang beda lagi situasinya.
"GUE!"
Risa bertebuk tangan dengan riang.
"Nah itu bisa, coba lo biasain mulai dari sekarang, oke."
"Siap Risa, gue akan coba." sambung Nissa.
Mereka berdua lantas tertawa bersama melihat tingkah mereka akan sama nanti.
Iya nanti.
Lihat saja.
****
Voteee guys jan lupaaa.
Saranghaeee all.
Byeeee :* see you next capt!
Krik sepiiii:((
KAMU SEDANG MEMBACA
VeroNissa
Teen FictionTidak ada yang lebih penting selain mencari hiburan sendiri, seorang Vero gibranian algino yang baru diputuskan oleh cewe primadona disekolah, tidak sengaja bertemu dengan gadis sekonyol Nissa yang selalu memakai kacamata rantai dan mengalungkan bot...
