Nissa sedari tadi menangis tanpa henti, Ia bahkan belum makan dari sepulang sekolah, ternyata sesakit ini mencintai Vero, mengingatnya kembali membuat Nissa menangis sesenggukan.
Nissa harusnya sadar sedari awal Vero hanya main-main saja, apalagi Ia cuma di anggap sebagai adik saja. Nissa jadi tambah sedih sendiri mengingat Ia hanya di anggap adik.
Padahal mereka sudah dekat dua bulan ini, tak jarang Nissa suka malu-malu atau gugup berlebihan, tapi entah mengapa semenjak jalan mereka yang kedua membuatnya jadi tidak malu dan gugup lagi walaupun sempat malu juga gugup itu juga karena Vero yang memujinya, salahkan Vero yang suka tebar pujian!
"Kenapa orang jelek selalu di sia-siakan?" gumam Nissa sambil terus menangis.
Nissa sedang duduk di tempat belajar, dengan buku diary kecil warna abunya.
Semua sudah tercurahkan pada diary nya itu, hanya itu yang bisa menyalurkan sedikit perasaannya.
"Kenapa semua berpihak pada yang lebih sempurnaaa?"
"Apa orang jelek kayak aku gak berhak bahagia?"
Nissa terus mengeluarkan pertanyaan-pertanyaan, Ia tak peduli walaupun tak akan ada yang menjawab, sekarang yang ada di pikirannya hanya ada pertanyaan semacam itu.
Nissa kembali menangis, Veronya sudah punya pacar baru, bahkan tadi Nissa melihatnya sendiri di kantin.
Nyeseknya sampai ke ulu hati.
*****
Vero menopang kepalanya dengan kedua tangan di bawahnya, Vero sedang tiduran sambil menatap langit-langit kamarnya.
Pikirannya jatuh pada Nissa, cewek yang berhasil membuatnya uring-uringan akhir-akhir ini.
Vero bahkan tak pernah menyesal saat memutuskan sebuah pilihan Ia sendiri. Tapi kali ini Ia menyesal menerima Niken kembali.
Bukan apa-apa, cuma Niken sifatnya jadi aneh semenjak pacaran, padahal baru dua hari tapi Vero merasa ada yang janggal.
Jelas sekali, Vero kan sebelumnya sudah pernah menjalin hubungan dengan Niken , tapi kali ini Niken berbeda. Bisa-bisanya hanya sekali tatap dan mendengar pengakuan Niken kala itu Ia langsung gagal move on, kelihatan sangat lemah sekali Vero ini.
"Kenapa gue gak lanjut aja sama Nissa sih," erang Vero frustasi.
Ingatan Vero kembali jatuh saat melihat Nissa di danau dengan mata sembabnya, jelas Nissa habis nangis, Vero bisa menebak jika itu karena Ia yang sudah menerima Niken kembali jadi Nissa sakit hati, mungkin.
"Duh Nissa, sialan! padahal lo cupu tapi gue gak ngerti suka nya darimana?"
Tak mau larut dalam pikirannya, Vero segera memejamkan matanya untuk masuk ke alam bawah sadarnya.
******
Pagi ini, Nissa memutuskan untuk tidak masuk sekolah, badannya nampak tak enak, apalagi Ia kemarin tak makan.
"Ssa turun gih sarapan," kata Ros saat memasuki kamar anaknya.
"Lah kok belum siap-siap?" lanjut Ros melihat anaknya masih tetap rebahan.
Nissa bangkit matanya masih memerah efek bangun tidur dan kebanyakan nangis, untung tak kentara mata sembabnya itu.
"Nissa gak enak badan Bu," adu Nissa lesu.
(Kemarin author lupa Nissa kan emng manggil Ros itu ibu bukan mama, eh tpi aku nulisnya mama, hhe maapkeun😂)
Ros seketika langsung khawatir, telapak tangannya Ia simpan di dahi Nissa, dan benar sedikit panas.
"Kamu demam Ssa, kemarin kenapa gak makan," tanya Ros
"Hehe, lupa Bu ketiduran." kekeh Nissa.
Ros menggeleng gemas.
"Kamu ya, jangan di biasakan,"
"Siap kapten," ucap Nissa sambil memberi hormat, walaupun agak lemes.
"Yaudah kamu minum obat, Ibu ambilkan makan dulu."
Setelahnya Ros menyiapkan makanan sedangkan Nissa mengambil obat-obatan di dalam laci nakas, Ia mengambil obat penurun panas dan pusing.
******
Siang ini bel istirahat kedua berbunyi, Vero dan dua sohibnya pergi ke kantin, kali ini tanpa Niken.
Rasanya lega, saat tadi Niken tak datang ke kelasnya padahal kata Bedul tunggu saja pasti Niken datang, dan nyatanya Niken tak datang, woah Vero seneng bukan main!!
"Kalian makan apa aja, gue tlaktir." kata Vero enteng.
Orang kaya mah bebas.
"Wihh asyik dapet tlaktiran lagi nih Dul." sahut Erik.
"Capcuss pesen sepuasnya, lo pesen apa Ver?"
"Bakso aja."
"Okeee bos." seru Bedul.
"Siap bos," balas Erik.
Keduanya lalu beranjak menuju stand makanan yang ada di kantin.
Vero hanya geleng-geleng saja melihat tingkah mereka.
Mata Vero menatap sekeliling, siapa tahu ada Nissa, tapi nihil.
Eh tunggu tapi Vero melihat cewek tomboy yang selalu bersama Nissa, kalau gak salah namanya Risa, cewek itu sedang sendiri tanpa Nissa.
"Nissa kemana?"
Vero menggidikan bahunya.
"Gak masuk sekolah kali." putusnya.
Setelah menunggu pesanan, akhirnya dua sohibnya itu datang.
"Nih bos silahkan di makan." kata Erik.
"Ck, di tlaktir aja langsung pada maniss," ejek Vero.
"Hehe, kan kali-kali nying, lagian lo aneh banget ada apa juga tlaktir kita tiba-tiba, yaa gak Dul." balas Erik
"Hooh bener," sahut Bedul mulutnya masih sibuk mengunyah mie ayam.
"Seneng aja gua gak ada pacar ikut." jawab Vero enteng sambil memasukkan baso pada mulutnya.
"Giwlaaa, pacar macam apa lo Ver, ck ck ck." heran Erik.
"Dari awal juga dia gak suka sama tuh cewek." tebak Bedul.
Vero mendelik tak suka, jangan sampai Bedul tahu perasaannya.
"Lo berdua bayar makan sendiri." tekan Vero.
"APAAAA!"
"TIDAKKKK!"
Gagal sudah makan gratis mereka.
——
Voteee dongzzz.
KAMU SEDANG MEMBACA
VeroNissa
Teen FictionTidak ada yang lebih penting selain mencari hiburan sendiri, seorang Vero gibranian algino yang baru diputuskan oleh cewe primadona disekolah, tidak sengaja bertemu dengan gadis sekonyol Nissa yang selalu memakai kacamata rantai dan mengalungkan bot...
